3 Program ESDM lolos inovasi pelayanan terbaik 2017

Jumat, 21 April 2017 17:29 Reporter : Anggun P. Situmorang
Arcandra Tahar. ©esdm.go.id

Merdeka.com - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) menyelenggarakan kompetisi inovasi pelayanan terbaik Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara tahun 2017. Kompetisi tersebut diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta dari seluruh Indonesia, setelah melakukan seleksi 3.000 peserta saat ini tersisa 40 peserta terbaik.

Salah satu kementerian yang masuk dalam seleksi 40 besar adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Setidaknya ada tiga program inovasi Kementerian ESDM masuk dalam 40 besar yaitu program MAGMA, Inovasi menyangkut gasifikasi batubara dan inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan adanya kompetisi inovasi diharapkan dapat menekan birokrasi yang berjalan lambat selama ini. Dengan adanya inovasi tersebut, akan bermanfaat dalam mendukung pelayanan pemerintah dalam melayani masyarakat.

"Kita berharap tiga program yang kita buat, sebenarnya bukan menjadi juaranya yang penting. Tapi bagaimana aplikasi ini bermanfaat sebesar-besarnya. Agar apa yang dinamakan birokrasi lambat, berbelit bisa diurai jadi efisien," ujar Arcandra di Gedung Kementerian PAN-RB, Jakarta, Jumat (21/4).

Program MAGMA yang dilombakan oleh KESDM memiliki keunggulan dalam menginformasikan kebencanaan di Indonesia. Program ini disebut akan memberi informasi kepada masyarakat dengan akurat, sehingga korban bencana dapat diminimalisir dengan pengetahuan yang diperoleh dari program tersebut.

"Program MAGMA, bahkan USGS yang di Amerika pun itu menggunakan informasi yang tersedia dari program MAGMA yang kita bikin. Yang berisi informasi kebencanaan yang ada di Indonesia. Kita di Indonesia ini hampir semua bencana ada, kecuali yang enggak ada itu topan beliung saja. Tapi selain itu ada, mau gunung berapi, tsunami, tanah longsor, itu ada semua. Bagaimana program ini bermanfaat agar korban akibat tidak adanya informasi yang akurat bisa kita kurangi," jelasnya.

Program unggulan kedua KESDM yang masul seleksi adalah program inovasi menyangkut gasifikasi batubara. Aplikasi ini diharapkan dapat memberi informasi kepada masyarakat agar lebih bijak menggunakan bahan bakar dalam usaha industri yang dilakukan.

"Misalnya, daerah dimana industri kecil banyak masih menggunakan kayu bakar untuk batik. Dengan adanya gasifikasi batubara ini, lebih bersih batubaranya, bisa hemat sampai 60 persen. Untuk industri kecil, hemat 60 persen itu besar. Nah ini akan kita dorong," katanya.

Program inovasi unggulan ketiga yang lolos seleksi menyangkut Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Di mana diaplikasi tersebut ada informasi di mana saja PLTS itu bisa dibangun. Kemudian, setelah dibangun masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap PLTS tersebut.

"Apa PLTS jalan atau tidak, masyarakat bisa ikut berpartisipasi. Misalnya PLTS dibangun tapi enggak bekerja seperti yang diharapkan. Informasi itu tersedia di aplikasi ini. Juga termasuk hal yang berkaitan dengan sistem kalau kita mau mengajukan ingin menjadi IPP misalnya di PLTS," imbuhnya.

Arcandra mengatakan ketiga inovasi buatan Kementerian ESDM dikemas dalam bentuk aplikasi online. Nantinya, masyarakat akan mendownload sendiri aplikasi tersebut sesuai kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Selain itu, pengadaan inovasi tersebut juga akan meniadakan peran pihak ketiga dalam melakukan pengawasan proyek yang sedang berjalan.

"Kalau dulu kan sistem pemberitahuannya lewat surat. Menteri kirim surat ke Gubernur, Gubernur mengambil action, itu kan jauh. Sementara jangan-jangan besok bencananya muncul. Sekarang dengan sistem online, kalau ada potensi itu kita sebar informasi lewat website, apps di android," pungkasnya.

[sau]

Topik berita Terkait:
  1. ESDM
  2. KemenPAN
  3. Arcandra Tahar
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.