25.000 Ton garam impor sudah masuk per hari ini
Merdeka.com - Keberadaan garam di Indonesia sempat mengalami kelangkaan beberapa waktu yang lalu. Selain langka, harga garam di tingkat pedagang juga naik hingga dua kali lipat. Mengatasi hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan izin impor garam sebanyak 75.000 ton.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan 25.000 ton garam telah sampai di Indonesia. Sementara sisanya akan didatangkan secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.
"Yang di Pelabuhan Ciwandan sudah masuk, besok di Tanjung Perak. Sudah mulai terdistribusi. Mereka harus masuk mulai tanggal 10," ujar Oke saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (10/8).
Oke mengatakan, setidaknya ada tiga pelabuhan yang disiapkan sebagai pintu masuk garam impor yang berasal dari Australia tersebut. Pelabuhan-pelabuhan tersebut antara lain Ciwandan di Banten, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dan Pelabuhan Belawan di Medan.
"(Masing-Masing) akan menerima 25.000 ton. dibagi rata 25,25,25," jelasnya.
Oke mengatakan garam impor sebanyak 75.000 ton hanya untuk mengisi kekosongan di pasar akibat industri dalam negeri yang sempat berhenti berproduksi. "Itu sudah diatur dari awal. Makanya kita izinkan 75.000 ton, kebutuhan kita itu 100.000 ton," jelasnya.
Namun demikian, Oke mengatakan saat ini produksi garam sudah mulai membaik. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan produksi garam mulai meningkat di Madura.
"Sekarang produksi sudah mulai meningkat di Madura, KKP sudah melaporkan. Tapi saya tidak tahu angkanya berapa," pungkasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya