20 Sumur minyak ilegal ditutup tim terpadu Sumatera Selatan

Rabu, 22 November 2017 18:35 Reporter : Saugy Riyandi
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Tim Terpadu Sumatera Selatan menutup dan menyemen sebanyak 20 sumur ilegal milik PT Pertamina EP Asset 1 yang dikelola masyarakat. Sebanyak 17 sumur merupakan yang tertunda dari total 104 sumur. Sedangkan 3 sumur yang disemen adalah sumur lama yang dibongkar kembali oleh oknum penambang ilegal.

"Apabila ada oknum masyarakat yang membuka kembali sumur yang telah disemen, kami akan langsung tangkap dan proses," ujar Ketua Tim Pengambilalihan dan Penutupan Tim Terpadu Ajun Komisaris Besar Polisi Rahmat Hakim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/11).

Penertiban dan penyemanan sumur minyak yang diserobot oleh penambang ilegal di Mangunjaya dibantu oleh 466 personel Polres Muba, Kodim Muba, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Kejaksaan Negeri serta perwakilan Pertamina EP Asset 1 Field Ramba.

Dua puluh sumur yang berhasil disemen terdiri atas delapan sumur disemen oleh Tim Satu yang terdiri atas sumur MJ 01, MJ 04, MJ 65, MJ 58, MJ 34, MJ 72, MJ 73, dan MJ 35. Tim Dua berhasil menyemen enam sumur, yaitu MJ 21, MJ 13, MJ 78, MJ 55, MJ 60, dan MJ71. Sisanya sebanyak enam sumur disemen oleh Tim Tiga terdiri atas MJ 75, MJ 69, MJ 100, MJ 76, MJ 36, dan MJ44.

Dia menegaskan kegiatan penutupan sumur minyak di wilayah kerja Pertamina EP Asset 1 Field Ramba sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin No 713/KPTS/DESDM/2017 tentang Pembentukan Tim Terpadu dalam Rangka Sosialisasi dan Pengambilalihan terhadap 17 Sumur Minyak Pertamina EP Aset 1 Field Ramba di Mangun Jaya. Penutupan sumur ilegal itu juga merupakan instruksi Presiden Joko Widodo bahwa sampai akhir 2017 Indonesia harus bebas dari aktivitas pengeboran ilegal (zero illegal drilling).

Untuk itu, menurut Rahmat, tugas Tim Terpadu adalah mengawal agar kegiatan penyemenan yang sudah dilakukan harus terus dikawal. Dengan demikian tidak ada lagi yang kembali membuka sumur yang sudah diambilalih tersebut.

Setelah kegiatan penutupan, lanjut Rahmat, Tim Terpadu akan melakukan pemantauan terhadap lokasi sumur yang sudah dilakukan oleh tim. Rahmat juga mengapresiasi dukungan yang dilakukan semua anggota tim sehingga kegiatan bisa dilakukan dengan baik dan berjalan lancar.

"Ini semua tidak lepas dari kerjasama semua tim, baik Pertamina EP, SKK Migas, Pemerintah Daerah, Kementerian ESDM, Polri, dan TNI," jelasnya.

Rahmat mengatakan, kegiatan penutupan sumur menurutnya sangat kondusif sehingga kegiatan berjalan lancar dan tidak ada resistensi dari masyarakat, walaupun sedikit gejolak, namun terbilang normal. Kegiatan penertiban dan pengambilalihan melalui kegiatan penyemenan sumur ilegal yang dilakukan hari ini merupakan untuk ketiga kalinya sehingga jumlah total sumur yang sudah dilakukan penertiban sebanyak 104 sumur.

"Memang kalau kita lihat kegiatan penertiban sumur cukup panjang waktunya karena pada tahap pertama dan kedua masih ada sedikit resisten dari masyarakat. Sumur-sumur yang diselesaikan hari ini termasuk sumur yang cukup resisten pada penutupan di tahap awal dan kedua," jelasnya.

Manajer Pertamina EP Ramba Field, Agus Amperianto mengapresiasi kegiatan penutupan yang sudah dilakukan tim terpadu. Tim yang dipimpin Kapolres Muba sudah sangat optimal dalam menjalankan tugas sehingga kegiatan penutupan bisa berjalan dengan baik.

"Pertamina EP Asset 1 Field Ramba sebagai anggota Tim Terpadu mendukung dan menghormati segala keputusan yang dibuat dan menjadi komitmen bersama," ujar Agus. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Pertamina EP
  2. Migas
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini