Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

20 Gerbong kereta impor bekas dari Jepang tiba di Indonesia

20 Gerbong kereta impor bekas dari Jepang tiba di Indonesia KRL baru. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Dalam bulan ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah dua kali mendatangkan kereta impor dari Jepang. Pertama, 4 November 2013 sebanyak 30 unit KRL seri 205. Yang terbaru, KAI baru saja mendatangkan 20 unit KRL seri yang sama pada 16 November 2013.

"20 unit KRL yang diangkut oleh HHL Voga. Ini merupakan pengadaan tahap kedua pada program penambahan armada tahun 2013," ujar Manager Komunikasi PT. KCJ, Eva Chairunisa di Jakarta, Minggu (17/11).

Sama seperti gerbong kereta impor yang sudah tiba sebelumnya, setelah proses penurunan KRL di pelabuhan Tanjung Priok, rangkaian gerbong akan dibawa ke Balai Yasa Manggarai dan Dipo Bukit Duri. gerbong-gerbong kereta itu harus melalui sejumlah proses seperti perakitan ulang, uji statis serta pembenahan interior dan eksterior sebelum dioperasikan.

"KRL tersebut baru dapat beroperasi setelah melalui proses sertifikasi oleh kementerian perhubungan," ucapnya.

Dia menuturkan, KRL bekas dari Jepang ini selain digunakan untuk menambah gerbong kereta yang sudah ada, juga bertujuan menggantikan kereta yang telah beroperasi tetapi harus menjalani perawatan yang panjang.

KRL tersebut nantinya akan dibentuk menjadi rangkaian kereta dengan jumlah gerbong sebanyak 10 unit untuk rute Jakarta-Bogor dan Jakarta-Serpong. Untuk pembelian gerbong kereta dari Jepang, PT. KAI merogoh anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk 1 unit. Total, KAI mengeluarkan Rp 180 miliar untuk mendatangkan 180 gerbong kereta bekas dari Jepang.

Sejak 2009 sampai 2012, PT KCJ telah melakukan pengadaan armada sebanyak 308 unit. Dengan penambahan 30 unit maka total armada KRL AC yang telah dibeli PT kcj menjadi 338 unit.

Pengadaan armada akan terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan krl kepada masyarakat khususnya di bidang penyediaan sarana.

Program pengadaan armada dilakukan setiap tahun hingga akhir 2019 dengan target pembelian 160 Unit per tahun, hal ini diharapkan dapat mendukung pemerintah untuk mengangkut penumpang sebanyak 1,2 juta penumpang per hari dapat terwujud di akhir 2019.

Saat ini, per hari KRL Jabodetabek melayani sekitar 550.000 penumpang. Untuk realisasi program 1,2 juta penumpang perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas prasarana seperti stabling (tempat parkir kereta), penambahan penambahan gardu dan daya listrik, peninggian, perpanjangan dan perluasan peron serta penambahan kapasitas perawatan sarana (dipo perawatan sarana).

Berikut data berikut data penambahan armada tahun 2009 sampai 2012:

1. Tahun 2009 : 8 unit KRL tokyo metro seri 8500.

2.Tahun 2010 : 110 unit KRL tokyo metro seri 7000.

3. Tahun 2011 : 100 unit KRL JR seri 203 dan tokyo metro seri 6000 seri 05.

4. Tahun 2012 : 90 unit JR seri 203. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP