Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Wanita Indonesia Masuk Daftar Forbes Asia's Power Businesswomen 2020

2 Wanita Indonesia Masuk Daftar Forbes Asia's Power Businesswomen 2020 Ilustrasi wanita karir. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Creativa

Merdeka.com - Majalah Forbes telah merilis daftar 25 wanita di Asia yang masuk dalam Asia's Power Businesswomen 2020. Wanita-wanita tersebut mewakili berbagai industri, mulai dari bioteknologi, fintech dan edtech hingga sektor yang lebih tradisional seperti ritel, logistik, dan hukum.

Dikutip situs resmi Forbes, pandemi global yang telah menantang hampir setiap aspek kehidupan, kepemimpinan terus diuji. Meski demikian, 25 pemimpin bisnis ini telah menjawab tantangan itu dan menunjukkan keberanian mereka di masa-masa sulit ini.

Masing-masing memiliki rekam jejak keberhasilan, baik menjalankan perusahaan dengan pendapatan yang cukup besar atau mendirikan perusahaan baru senilai lebih dari USD 1 miliar.

Tahun ini, ada 2 nama wanita asal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Yakni Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty dan Cofounder dan COO Nusa Satu Inti Artha, Nabilah Alsagoff.

Dewi Muliaty

Dewi sedang belajar untuk mendapatkan izin apoteker ketika profesornya, Andi Wijaya, salah satu pendiri operator laboratorium klinis (penjualan) terbesar di Indonesia, mempekerjakannya sebagai asisten manajer pada tahun 1988.

Dua dekade kemudian, dia menjadi Presiden Direktur dan memimpin ekspansi nasional yang meningkatkan jumlah klinik dari 107 di tahun 2010 menjadi 285 klinik saat ini. Dia juga meningkatkan pengujian untuk gangguan autoimun dan penyakit lainnya, yang menyumbang hampir seperlima dari pendapatan tahun lalu.

Setelah penurunan permintaan mendorong penjualan pada semester I-2020 turun 18 persen menjadi Rp 657 miliar, dia beralih untuk menawarkan pengujian Covid-19 cepat yang dapat dilakukan di drive-through, klinik atau di rumah, dengan hasil diposting online.

Nabilah Alsagoff

Pada tahun 2005, ketika Nabilah memulai situs web dengan dewan pariwisata Bali, dia melihat bank lokal tidak dapat memproses pembayaran online yang ditariknya. Jadi dia dan dua temannya mendirikan Nusa Satu Inti Artha yang berbasis di Jakarta, yang paling dikenal dengan nama mereknya Doku.

Doku memelopori transaksi non tunai di Indonesia, melompati bank domestik untuk menawarkan layanan dompet elektronik. Pada tahun 2016, grup media Indonesia Elang Mahkota Teknologi membeli saham mayoritas di Nusa Satu, tetapi Alsagoff tetap menjadi chief operating officer Doku.

Tahun lalu, Doku menangani pembayaran Rp 63 triliun, atau 50 persen lebih tinggi dari tahun 2018 dan menjadikannya layanan pembayaran elektronik terkemuka di Indonesia. Transaksi melonjak karena penduduk rumahan menghindari pandemi, dan Doku telah berkembang menjadi konsultan untuk membantu lebih banyak bisnis bertransaksi secara online.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Pameran Produk Kosmetik dan Suplemen Digelar di Jakarta untuk Cetak Pengusaha Baru, Catat Tanggalnya
Pameran Produk Kosmetik dan Suplemen Digelar di Jakarta untuk Cetak Pengusaha Baru, Catat Tanggalnya

Diselenggarakannya pameran ini bertujuan untuk dapat berpartisipasi dalam menciptakan entrepreneur baru di Indonesia.

Baca Selengkapnya
Ini Dia 10 Wanita Paling Kaya di Dunia Hasil Usaha Mereka Sendiri, Bukan Warisan
Ini Dia 10 Wanita Paling Kaya di Dunia Hasil Usaha Mereka Sendiri, Bukan Warisan

Pada tahu 2004 dia mendirikan bisnis ini karena kesulitan berbelanja pakaian sambil merawat bayinya.

Baca Selengkapnya
Ini Dua Wanita Terkaya di Indonesia Versi Forbes, Kekayaanya Tembus Rp68 Triliun
Ini Dua Wanita Terkaya di Indonesia Versi Forbes, Kekayaanya Tembus Rp68 Triliun

Dewi Kam mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari saham minoritas di perusahaan pertambangan batu bara Bayan Resources di Indonesia.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cerita Pria Asal Medan, Dulu Raja Kelapa Sawit Kini Mendekam di Balik Jeruji Besi
Cerita Pria Asal Medan, Dulu Raja Kelapa Sawit Kini Mendekam di Balik Jeruji Besi

Pria ini pernah menempati posisi ke-28 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes di tahun 2018.

Baca Selengkapnya
Konglomerat Indonesia Ini Pernah Rasakan Hilang Kekayaan Rp2 Miliar per Detik
Konglomerat Indonesia Ini Pernah Rasakan Hilang Kekayaan Rp2 Miliar per Detik

Melansir Forbes, orang terkaya Indonesia ini masuk sebagai orang terkaya peringkat enam, se-Asia.

Baca Selengkapnya
Empat Konglomerat yang Sukses Menghasilkan Harta Kekayaan Tanpa Warisan
Empat Konglomerat yang Sukses Menghasilkan Harta Kekayaan Tanpa Warisan

Forbes mencatat, hanya ada 26 dari 760 orang di dunia, yang memiliki kekayaan melimpah dari nol dengan kerja keras sendiri.

Baca Selengkapnya
Dukung Kesetaraan, BCA Salurkan UMKM Entrepreneur Perempuan Rp14,8 Triliun Sepanjang 2023
Dukung Kesetaraan, BCA Salurkan UMKM Entrepreneur Perempuan Rp14,8 Triliun Sepanjang 2023

Persentase pekerja perempuan di BCA juga mencapai 60,8 persen dari total pekerja dan menduduki 61,1 persen dari total manajer di perusahaan.

Baca Selengkapnya
Pemuda 20 Tahun Ini Tak Kenal Gengsi, Lulus SMA Langsung Terjun Bisnis Bawang Goreng dan Kini Tinggal Menikmati Hasil
Pemuda 20 Tahun Ini Tak Kenal Gengsi, Lulus SMA Langsung Terjun Bisnis Bawang Goreng dan Kini Tinggal Menikmati Hasil

Adit merasa, dari pada bekerja untuk orang lain, lebih baik dia mengembangkan usaha keluarganya agar lebih sukses.

Baca Selengkapnya
Ciptakan Peluang Usaha, Ratusan Warga Banyuwangi Ikuti Kursus Gratis Aneka Keterampilan
Ciptakan Peluang Usaha, Ratusan Warga Banyuwangi Ikuti Kursus Gratis Aneka Keterampilan

Pemkab Banyuwangi setiap tahunnya menggelar berbagai program peningkatan kemampuan bisnis.

Baca Selengkapnya