PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Melalui jaringan 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di seluruh pelosok negeri, BRI berhasil menjadi tulang punggung distribusi layanan keuangan, menjangkau hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta membuka akses finansial bagi jutaan masyarakat desa.
Keberadaan AgenBRILink tidak hanya memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi produktif di tingkat komunitas. AgenBRILink kini menjadi penghubung penting dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui sinerginya dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Sejak diluncurkan, kolaborasi antara BRI dan KDKMP menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan berbagai layanan perbankan seperti setor dan tarik tunai, pembayaran tagihan, top-up, hingga cicilan kredit tanpa harus jauh ke kantor cabang. Kemitraan ini juga menciptakan efek ekonomi berbagi (sharing economy) yang menumbuhkan literasi keuangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa peluncuran KDKMP oleh Presiden Prabowo membawa misi besar untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperluas akses pembiayaan. Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita Ketiga Pemerintah, yakni memperkuat perekonomian nasional berbasis kemandirian desa.
"Kami mendukung KDKMP dengan menghadirkan akses layanan keuangan yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Melalui AgenBRILink, masyarakat dapat bertransaksi, menabung, hingga mengembangkan usaha melalui fasilitas pinjaman. BRI meyakini KDMP akan menjadi tonggak penguatan ekosistem ekonomi desa berbasis kerakyatan dan gotong royong," ujar Hery.
Advertisement
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, BRI terus mengoptimalkan jaringan AgenBRILink yang kini menjangkau sebagian besar wilayah Indonesia. Hingga September 2025, BRI memiliki sekitar 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di 66.648 desa, atau setara dengan 80% dari total desa di Indonesia.
Pada periode yang sama, AgenBRILink telah memfasilitasi 826 juta transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.294 triliun. Angka tersebut mempertegas peran AgenBRILink sebagai penggerak aktivitas keuangan masyarakat di level grassroot.
Advertisement
Tak hanya melayani transaksi harian, AgenBRILink juga berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan layanan simpanan serta pembiayaan BRI. Melalui skema referral, para agen dapat membantu calon nasabah membuka rekening baru seperti Tabungan BSA, hingga memfasilitasi pengajuan pinjaman usaha.
Dengan jaringan yang luas dan peran yang semakin strategis, AgenBRILink kini berkembang menjadi simpul social commerce yang tak hanya melayani transaksi keuangan, tetapi juga mendukung roda perekonomian desa secara berkelanjutan. Keberadaannya menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan inklusif, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri.