119 Juta Warga Diprediksi Bepergian Saat Libur Akhir Tahun 2025, Yogyakarta Jadi Destinasi Favorit

Kota Yogyakarta diprediksi akan menjadi tujuan wisata utama di Indonesia selama Libur Akhir Tahun 2025, dengan estimasi mencapai 5,15 juta pengunjung.

Maulandy Rizky Bayu Kencana
119 Juta Warga Diprediksi Bepergian Saat Libur Akhir Tahun 2025, Yogyakarta Jadi Destinasi Favorit
Kebun Buah Mangunan, Yogyakarta. (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa destinasi pariwisata tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berlibur pada masa Libur Akhir Tahun 2025. Wilayah seperti Yogyakarta dan Bali masih menjadi tujuan liburan yang paling diminati pada perayaan Nataru mendatang.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, Kota Yogyakarta tercatat sebagai destinasi favorit nasional dengan proyeksi pergerakan mencapai 5,15 juta. Selain Yogyakarta, daerah lain seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kabupaten Bogor, dan Kota Denpasar juga menjadi pilihan utama.

"Kelima daerah ini merupakan pusat wisata budaya, alam, dan rekreasi keluarga yang diprediksi menjadi magnet utama mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun," ungkap Menhub Dudy dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (9/12/2025).

Survei tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berwisata dan berkegiatan bersama keluarga merupakan faktor pendorong utama dalam orientasi perjalanan Nataru 2025/2026. Hal ini sejalan dengan momentum libur panjang sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, data juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju provinsi-provinsi di Pulau Jawa mendominasi. Jawa Tengah diprediksi akan menjadi provinsi dengan tujuan terbesar, mencapai 20,23 juta pergerakan, diikuti oleh Jawa Timur dengan 16,83 juta dan Jawa Barat dengan 16,61 juta. Sementara itu, daerah di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung juga mengalami peningkatan signifikan dalam minat perjalanan.

Jaktim menjadi lokasi dengan jumlah pemberangkatan terbanyak

119 Juta Orang Diprediksi Bepergian saat Libur Akhir Tahun 2025, Yogyakarta Paling Diburu!
Kebun Buah Mangunan, Yogyakarta. © 2025 Liputan6.com

Dari segi keberangkatan, Jakarta Timur (Jaktim) mencatatkan jumlah perjalanan terbanyak, diikuti oleh Kabupaten Bekasi dan Kota Makassar. Secara keseluruhan, diperkirakan ada 119,5 juta warga Indonesia (42,01 persen) yang akan melakukan perjalanan selama periode Nataru tahun ini.

Preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi menunjukkan bahwa mobil pribadi menjadi pilihan utama, dengan persentase mencapai 42,78 persen atau sekitar 51,12 juta orang. Setelah itu, sepeda motor, bus, mobil sewa, travel, moda udara, dan kereta api menjadi pilihan berikutnya.

Dominasi penggunaan moda darat ini menyebabkan peningkatan tekanan pada simpul-simpul transportasi dan jalan utama. Diperkirakan, kepadatan lalu lintas akan terjadi di beberapa ruas tol, seperti Jakarta--Cikampek, Jakarta--Bogor--Ciawi, Semarang--Solo, serta Cikampek--Palimanan. Oleh karena itu, penyesuaian rekayasa lalu lintas akan diterapkan di titik-titik yang dianggap rawan.

Puncak arus mudik terjadi pada tanggal 24 Desember

Dishub Kota Tangerang Siagakan Mobil Derek Antisipasi Kendaraan Mogok Cegah Kemacetan di Jalan Tol
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Achmad Suhaely saat memantau layanan mudik di Terminal Poris Plawad. (Antara) © 2026 Liputan6.com

Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan total perjalanan mencapai 17,18 juta. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan jumlah perjalanan mencapai 20,81 juta.

"Tanggal puncak ini menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan," imbuh Menhub. Dalam menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem, Menhub menekankan perlunya mitigasi lintas sektor. Risiko cuaca ekstrem, seperti curah hujan yang tinggi, dapat berdampak pada transportasi udara, laut, dan darat.

"Karena itu, koordinasi dengan BMKG dan Basarnas dilakukan secara real time, termasuk kesiapan personel dan peralatan pada titik rawan bencana," pungkas Menhub.

Rekomendasi