Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

1 Bulan lagi, PLN umumkan pemenang tender PLTU Jawa 1 1.600 MW

1 Bulan lagi, PLN umumkan pemenang tender PLTU Jawa 1 1.600 MW PLTU Muara karang. merdeka.com

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengatakan proses tender proyek pembangkit PLTGU Jawa-1 berkapasitas 1.600 megawatt (MW) tengah memasuki proses klarifikasi dokumen dan evaluasi. PLN bakal menentukan pemenang tender dalam waktu empat minggu atau satu bulan.

"Kira-kira tiga minggu dan empat minggu dari sekarang ditentukan pemenangnya," kata Direktur Pengadaan PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso di Jakarta, akhir pekan lalu.‎

Pada akhir waktu pengumpulan dokumen lelang proyek tersebut, terdapat empat konsorsium raksasa yang berpartisipasi yaitu, Adaro-Sembcorp, Mitsubishi-PJB-Rukun Raharja, Pertamina-Marubeni-Sojitz, dan Medco-Nebras.

Melihat progres tersebut, PLN optimistis akan mampu memberikan tambahan setrum 1.600 MW ke Pulau Jawa di penghujung tahun 2020 dari pembangkit yang diperkirakan akan berlokasi di Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat ini.

Salah satu peserta lelang yang dianggap berpotensi untuk memenangkan tender ini adalah Konsorsium Mitsubishi Cs. Dalam proyek sebelumnya Mitsubishi juga telah menjadi jawara dalam tender EPC PLN yang lokasinya berada di wilayah Pantai Utara Jakarta, yakni proyek PLTGU Muara Tawar dengan kapasitas 500 MW dan PLTGU Tanjung Priok berkapasitas 800 MW.

Namun, Direktur Eksekutif Refominer Institute Komaidi Notonegoro menyarankan agar proyek pembangkit listrik tidak dilakukan oleh satu kontraktor saja. Hal itu diperlukan guna menekan risiko.

Risiko pertama yaitu jika dilakukan oleh satu kontraktor dikhawatirkan pengerjaan proyek bisa molor dari target. Risiko kedua yaitu dari sisi finansial atau keuangan. Dengan banyaknya proyek pembangkit yang dipegang oleh Mitsubishi, maka investasi atau beban keuangan yang harus ditanggung menjadi sangat besar. Apalagi proyek PLTGU Jawa 1 ini menyerap nilai investasi raksasa, yakni mencapai USD 2 miliar atau sebesar Rp 26 triliun.

"Kalau itu didistribusikan ke peserta lain, akan lebih cepat selesai. Ini juga harus dilihat dari sisi finansial. Kalau disebar maka kemampuan finansialnya juga akan terdistribusi," ujar Komaidi.

Proyek Jawa 1 ini memang bakal terus menjadi perhatian publik. Untuk itu, dalam proyek ini PLN ditantang untuk membuktikan profesionalismenya.

"Kalau memang konsorsium Mitsubishi dan anak perusahaan PLN ini layak, ya monggo. Tapi itu menunjukkan kelihaian Mitsubishi menggandeng partner," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP