Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Viral Desa Unik di Kebumen, Warganya 'Haram' Jualan Nasi

Viral Desa Unik di Kebumen, Warganya 'Haram' Jualan Nasi Viral Desa Unik di Kebumen. YouTube FHeri ART ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Jawa Tengah memiliki satu desa yang terbilang unik. Hal ini tak lepas dari adanya kepercayaan masyarakat Desa Penimbun, Karanggayam, Kebumen untuk tak berjualan nasi.

Jika dilanggar, masyarakat setempat percaya akan datang musibah yang tak terduga. Hingga saat ini, kepercayaan itu pun justru membuat kebiasaan mulia bagi para warganya. Ada sejarah terdahulu sebelum kepercayaan itu terbentuk.

Seperti apa cerita unik dari desa yang satu ini? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tak Ada Warung Nasi

Memasuki Desa Penimbun, banyak warung milik warga sekitar yang menjajakan dagangan. Jika diperhatikan lebih lanjut, tak ada warung nasi yang siap melayani warga dalam dan luar desa.

"Ngga ada (warung nasi), cuma ya sekadar kopi, goreng-gorengan," ucap Sugeng Riyadi, dilansir dari kanal YouTube FHeri ART, Selasa (22/6/2021).

viral desa unik di kebumen

YouTube FHeri ART ©2021 Merdeka.com

Masyarakat pun lebih memilih untuk berjualan makanan lainnya. Meski memiliki bahan dasar yang sama, namun masyarakat setempat masih mengizinkan saat ada penjual ketoprak dengan menyediakan lontong.

"Tapi dulu pernah ada orang yang jualan ketoprak seperti itu ada. Karena itu sudah bukan nasi, sudah olahan," lanjutnya.

Akan Terjadi Musibah

Dipercaya, musibah akan segera datang saat masyarakat setempat melanggar kepercayaan itu. Ditakutkan, berbagai hal tak diinginkan seperti kematian tak wajar akan terjadi kepada warga Desa Penimbun.

viral desa unik di kebumen

YouTube FHeri ART ©2021 Merdeka.com

"Katanya, kalau itu dilanggar, akan terjadi sesuatu hal yang mengerikan, musibah begitu. Ya kata orang-orang zaman dulu kalau dilanggar ya kayak ada orang 'gila' terus mati ngga wajar seperti itu," sambungnya.

Sejarah Desa Penimbun

Rupanya, kepercayaan itu tak datang begitu saja. Ada sejarah yang menjadi alasan para warga untuk tetap mempertahankan kepercayaan.

Cerita asal-usul kepercayaan itu pun terus dikisahkan secara turun-temurun. Dipercaya, dahulu kala ada warga luar desa yang hendak meminta nasi namun sama sekali tak mendapatkan apa pun. Sosok itu lantas berpetuah untuk memberikan nasi secara gratis kepada pengunjung.

viral desa unik di kebumen

YouTube FHeri ART ©2021 Merdeka.com

"Kalau menurut cerita zaman dulu, katanya zaman dulu ada orang luar daerah sini terus masuk sini. Dia kelaparan, dia minta nasi sama orang sini dan nggak dikasih karena memang kondisi paceklik. Akhirnya orang itu berujar bilang bahwa suatu saat nanti ada orang luar terus masuk sini terus kelaparan itu harus dikasih secara cuma-cuma, tidak boleh dijual," ungkapnya.

Kebiasaan Baik Warga Desa

Kepala Desa Penimbun Saijan menuturkan, kepercayaan itu justru berakibat baik kepada masyarakat setempat.

Sebab, nasi menjadi salah satu makanan yang secara otomatis akan disajikan sang penjual tanpa permintaan tertentu. Jelas, nasi itu tak dijual alias diberikan secara gratis.

viral desa unik di kebumen

YouTube FHeri ART ©2021 Merdeka.com

"Tapi ibaratnya masyarakat luar masuk ke sini terus ngga ada warung nasi, ibaratnya mereka pesan mie nanti nasinya juga dikasih. Jadi tanpa mereka minta pun, mereka yang punya warung itu tahu," ujarnya.

"Gratis itu pak?" tanya sang pemilik video.

"Iya, gratis. Ngga bayar itu," jawabnya.

(mdk/mta)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP