Usai Corona, Muncul Virus Baru dari China

Senin, 3 Februari 2020 16:34 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Usai Corona, Muncul Virus Baru dari China Flu burung. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Belum usai persoalan tentang virus corona yang mewabah, pemerintah China kembali mengumumkan munculnya virus flu burung atau H5N1 yang melanda sebuah peternakan di provinsi Hunan. Provinsi ini sendiri berlokasi di selatan provinsi Hubei tempat di mana virus corona ditemukan pertama kalinya.

Dilansir dari laman Sputnik News, sejauh ini tidak ada virus H5N1 yang menginfeksi manusia. Namun, hal ini menyebabkan sekitar 7850 unggas terinfeksi dan sebanyak 4.500 ekor mati.

Hingga kini pemerintah China sedang berupaya mengatasi kasus ini mengingat bukan tidak mungkin virus H5N1 ini juga bisa menular ke manusia. Berikut informasi selengkapnya:

1 dari 5 halaman

Penularan Flu Burung

burung rev1

Virus flu burung sendiri merupakan penyakit yang bisa menyerang sistem pernafasan pada unggas. Virus ini juga diketahui bisa ditularkan kepada manusia.

Penularan virus ini bisa terjadi saat seseorang melakukan kontak lama yang terlalu dekat dengan unggas yang terinfeksi virus H5N1 ini.

2 dari 5 halaman

China Pernah Diserang Wabah Flu Burung

diserang wabah flu burung rev1

Virus flu burung ini juga pertama kali ditemukan pada seekor angsa yang ada di China pada tahun 1996 silam. Sebelumnya, China juga pernah dilanda wabah flu burung pada tahun 2013 yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dan negara merugi hingga miliaran dollar.

Virus H5N1 ini membunuh puluhan orang ketika mewabah pada tahun 2009-2010 dan 2013-2014.

3 dari 5 halaman

Korban Karena Flu Burung

Selama 16 tahun terakhir ada sekitar 861 jumlah kasus infeksi H5N1 pada manusia di seluruh dunia, dengan 455 diantaranya meninggal.

Di China sendiri, ada 53 kasus infeksi flu burung selama 16 tahun terakhir.

4 dari 5 halaman

Sudah Ada Vaksin

vaksin rev1

Kini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan komunitas internasional sudah mengupayakan untuk menangani penyebaran virus ini. WHO juga telah menemukan vaksin yang bisa digunakan untuk menyembuhkan virus flu burung.

5 dari 5 halaman

Virus Corona belum Ditemukan Vaksin

belum ditemukan vaksin

Berbeda dengan flu burung, hingga kini dokter dan ilmuwan di seluruh dunia sedang berupaya menciptakan vaksin atau obat yang bisa melawan virus corona. Wabah ini pertama kali muncul di Wuhan China pada 31 Desember 2019 lalu.

Berdasarkan data yang berhasil di update hingga Senin, (2/2) pukul 13.03 ada 362 total korban meninggal karena virus corona. Sebanyak 361 di China dan satu di Filipina. Di China sendiri ada 17.205 kasus. Di sejumlah lokasi lain ada lebih dari 150 kasus,

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini