Setelah 3.500 Tahun Meninggal, Begini Wajah Mumi Firaun Usai Perbannya Dibuka Mesir
Merdeka.com - Setelah 3.500 tahun meninggal, perban mumi Firaun Amenhotep I 'dibuka' secara digital. Ini untuk pertama kali Mesir mengungkap rahasia wajah Firaun Amenhotep I sejak ditemukan pada tahun 1881. Metode ini tentu saja tanpa merusak langsung perban yang menutupi seluruh jasad Firaun Amenhotep I.
Para peneliti juga menemukan teknik mumifikasi baru yang digunakan untuk firaun tersebut. Di mana hal itu berkat citra 3D digital yang canggih. Sehingga bisa 'membuka' mumi Firaun yang memerintah dari tahun 1525 hingga 1504 SM.
Lantas bagaimana wajah mumi Firaun Amenhotep I usai perbannya dibuka oleh Mesir? Melansir dari berbagai sumber, Senin (3/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Gunakan Teknologi Canggih
Penelitian tersebut dipimpin oleh Sahar Saleem, seorang profesor radiologi di Universitas Kairo. Sahar juga bersama pakar Mesir ternama, Zahi Hawass, yang juga mantan menteri barang antik. Demikian disampaikan Kementerian Pariwisata dan Barang Antik Mesir dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

mirror.co.uk ©2022 Merdeka.com
"Saleem dan Hawass menggunakan teknologi X-ray canggih, CT scanning, juga program perangkat lunak komputer canggih untuk membuka secara digital mumi Amenhotep I dalam sebuah metode non-invasif yang aman tanpa perlu menyentuh muminya," jelas pernyataan tersebut, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (31/12).
"Penelitian Mesir mengungkapkan untuk pertama kalinya wajah Raja Amenhotep I, usianya, kondisi kesehatannya, di samping banyak rahasia tentang mumifikasi unik mumi dan penguburan kembali."
Firaun Pertama Dimumifikasi
Analisis menunjukkan Amenhotep I merupakan Firaun pertama yang dimumifikasi dengan tangan disilangkan. Selain itu juga sebagai mumi terakhir yang otaknya tidak dikeluarkan dari tengkoraknya.
mirror.co.uk ©2022 Merdeka.com
Pemindaian tomografi (CT scan) juga mengungkapkan, Firaun Amenhotep yang melakukan sejumlah kampanye militer selama 21 tahun pemerintahannya tersebut meninggal pada usia 35 tahun. Meninggalnya Firaun Amenhotep I tampaknya karena cedera atau sakit.Mumi yang ditemukan di Luxor, Mesir selatan itu adalah satu-satunya yang tidak dibuka gulungannya oleh para arkeolog. Hal itu bertujuan untuk mengawetkan topeng serta karangan bunga yang mengelilinginya seperti rambut.
Dapat Informasi Detail
Melansir dari mirror.co.uk, para ahli juga menemukan sejumlah informasi terkait kehidupan Firaun Amenhotep I. Pihaknya juga mendapat informasi detail mengenai bentuk fisik Firaun tersebut. Bahkan para ahli juga memperoleh informasi perhiasan mewah yang menghiasi tempat peristirahatan terakhirnya tersebut.Dr Sahar Saleem mengatakan hasil pemindaian Firaun Amenhotep I ini dapat digunakan untuk mempelajari bagaimana awal dia dimumikan hingga dikuburkan.
mirror.co.uk ©2022 Merdeka.com
Lebih lanjut Sahar menjelaskan Firaun Amenhotep I berusia sekitar 35 tahun saat meninggal dunia. Tinggi Firaun ini sendiri seperti kebanyakan orang Asia pada umumnya, yaitu sekitar 169 sentimeter.
Firaun Amenhotep I ini diketahui sudah disunat melalui hasil pemindaian. Dia juga dikatakan mempunyai susunan gigi yang cukup bagus.
Mirip Secara Fisik dengan Ahmose I
Dikatakan Firaun Amenhotep I secara fisik mirip dengan sang ayah, Ahmose I. Amenhotep I mempunyai hidung kecil dan dagu yang sempit. 
mirror.co.uk ©2022 Merdeka.com
Tak hanya itu, Firaun Amenhotep I juga memiliki rambut keriting serta gigi atas yang agak menonjol. "Kami tidak menemukan luka atau cacat karena penyakit yang menjadi penyebab kematiannya, kecuali banyak sayatan post mortem, yang mungkin dilakukan penjarah kuburan setelah penguburan pertamanya. Isi perutnya telah dikeluarkan saat pertama kali dimumikan, tetapi tidak otak atau jantungnya," ungkap Saleem.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya