Sebelum Jadi Pemimpin PKI, DN Aidit Rupanya Mantan Muazin Cilik

Senin, 26 September 2022 13:52 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Sebelum Jadi Pemimpin PKI, DN Aidit Rupanya Mantan Muazin Cilik dn aidit. ©kepustakaan-presiden.pnri.go.id

Merdeka.com - Bagi sebagian besar orang mungkin sudah tidak asing lagi ketika mendengar nama Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit. Ia merupakan pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dieksekusi usai tragedi Gerakan 30 Septemper (G30S) 1965 silam.

Tak banyak yang tahu, Aidit ternyata merupakan mantan muazin cilik. Sejak kecil, ia rupanya dibesarkan dalam lingkungan Islam yang baik. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari berbagai sumber:

2 dari 5 halaman

DN Aidit Mantan Muazin Cilik

dn aidit
©life

DN Aidit lahir di Tanjung Pandan, Belitung pada 30 Juli 1923 silam. Ia berasal dari keluarga terpandang di daerah tersebut. Ayah Aidit, yakni Abdullah bin Ismail merupakan seorang tokoh agama dan salah satu pelopor pendidikan Islam di Belitung.

Aidit pun dibesarkan dengan pendidikan dan lingkungan Islam yang cukup baik. Melansir dari laman nationalgeographic, disebutkan bahwa orang-orang di daerah tempat tinggal Aidit dulunya mengenalnya sebagai seorang muazin alis tukang azan cilik.

Hal ini dikarenakan Aidit memiliki suara yang lantang. Seperti kita ketahui, zaman dahulu pengeras suara yang biasa kita temui di masjid-masjid masih belum ada. Karena memiliki suara yang lantang, Aidit pun kerap diminta untuk mengumandangkan azan. [khu]

Baca juga:
Mengerikan Israel Pasang Senjata Otomatis Bak CCTV, Siap Tembak Warga Palestina
Murah Meriah, Begini Cara Menghilangkan Jamur dan Kusam di Kaca Mobil
Letda Ckm Alfred Keturunan Tionghoa Jadi Seorang Prajurit TNI, Ortu 'Suatu Keajaiban'
Begini Momen Mahfud MD Ajak Cucu Jalan-jalan, Seru dan Bikin Happy di Sela Tugas

3 dari 5 halaman

Suka Bergaul dengan Buruh Sejak Kecil

Selain dikenal sebagai muazin, Aidit juga sejak kecil sudah dekat dan sering bergaul dengan buruh Gemeenschapelijke Mijnbouw Billiton, salah satu perusahaan di wilayah tempat tinggalnya. Pergaulannya dengan buruh itu bertahan sampai usianya menginjak remaja.

Seiring berjalannya waktu, Aidit mulai bisa berpikir kritis. Pergaulannya dengan kaum buruh itu, bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan jalan pikiran dan sikap politik Aidit setelah hijrah ke Jakarta.

Ia terlibat aktif dalam menyuarakan isu-isu politik tentang buruh. Ia kemudian masuk dalam jajaran front komunis yang cenderung diisi kalangan buruh dan pekerja kasar. Keaktifannya dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) juga membuatnya kemudian dipercaya untuk memimpin gerakan politik tersebut.

Baca juga:
Mengerikan Israel Pasang Senjata Otomatis Bak CCTV, Siap Tembak Warga Palestina
Murah Meriah, Begini Cara Menghilangkan Jamur dan Kusam di Kaca Mobil
Letda Ckm Alfred Keturunan Tionghoa Jadi Seorang Prajurit TNI, Ortu 'Suatu Keajaiban'
Begini Momen Mahfud MD Ajak Cucu Jalan-jalan, Seru dan Bikin Happy di Sela Tugas

4 dari 5 halaman

Pimpin PKI

Di bawah kepemimpinan DN Aidit, PKI kemudian menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia, setelah Uni Soviet dan RRC. Aidit juga berhasil membawa PKI menjadi partai dengan suara terbanyak keempat pada Pemilu 1955.

Namun sejak menjadi salah satu partai politik terbesar di Indonesia, PKI mulai berani mempengaruhi Soekarno dalam setiap kebijakannya. Salah satunya meminta Bung Karno untuk memberangus Partai Masyumi.

Dan mereka juga disebut menuduh para jenderal TNI AD merencanakan upaya kudeta dengan membentuk Dewan Jenderal. Puncaknya, kemudian terjadi tragedi Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI.

Sekelompok prajurit di bawah kepemimpinan Letkol Untung menyerbu rumah para jenderal yang mereka tuduh akan bertindak makar terhadap Soekarno. Setidaknya, tujuh jenderal dibunuh termasuk seorang perwira pertama TNI AD. Mayat tujuh jenderal dan perwira TNI AD itu lalu dibuang ke dalam sumur di Lubang Buaya.

5 dari 5 halaman

DN Aidit Dieksekusi

Pemberontakan kemudian berhasil diredam di bawah perintah Mayjen Soeharto. Para pemberontak pun diburu, termasuk Aidit yang diduga menjadi otak dibalik Gerakan 30 September.

Sempat menghilang, Aidit kemudian dikatakan berhasil ditemukan oleh pasukan TNI AD. Namun, ada beberapa versi cerita yang muncul mengungkap soal kematian Aidit. Versi pertama, Aidit disebut tertangkap di Jawa Tengah lalu dibawa oleh sebuah batalyon Kostrad ke Boyolali.

Sesaat sebelum dieksekusi, Aidit dibawa ke sebuah sumur. Di situ ia kemudian sempat membuat pidato yang berapi-api hingga membangkitkan kemarahan tentara yang mendengarnya.

Akibatnya, senjata para tentara menyalak dan menembak Aidit hingga mati. Namun, di versi lain ada yang menyebut bahwa Aidit dieksekusi dengan cara diledakkan bersama-sama dengan rumah tempatnya ditahan. Sampai sekarang, tidak diketahui pasti di mana lokasi jenazah Aidit dimakamkan.

Baca juga:
Mengerikan Israel Pasang Senjata Otomatis Bak CCTV, Siap Tembak Warga Palestina
Murah Meriah, Begini Cara Menghilangkan Jamur dan Kusam di Kaca Mobil
Letda Ckm Alfred Keturunan Tionghoa Jadi Seorang Prajurit TNI, Ortu 'Suatu Keajaiban'
Begini Momen Mahfud MD Ajak Cucu Jalan-jalan, Seru dan Bikin Happy di Sela Tugas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini