Saudaranya di Gaza Sedang Dibombardir Israel, Arab Saudi Asyik Gelar Pesta Gemerlap di Dekat Kota Suci Mekkah

Arab Saudi gelar pesta besar-besaran di tengah penderitaan warga Gaza akibat agresi Israel.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Saudaranya di Gaza Sedang Dibombardir Israel, Arab Saudi Asyik Gelar Pesta Gemerlap di Dekat Kota Suci Mekkah
Jennifer Lopez di Arab Saudi (The New Arab (Getty Images))

Penderitaan masyarakat Gaza akibat serangan brutal pasukan zionis Israel membuat masyarakat dunia prihatin dan sedih kala melihat kondisi yang terjadi di sana.

Menurut kabar terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, korban tewas telah mencapai lebih dari 51.157 orang dan ratusan ribu orang lainnya mengalami luka-luka sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Kota Gaza juga hancur lebur akibat agresi besar-besaran Israel yang menyasar bangunan dan fasilitas umum. Meski demikian, tak banyak negara tetangga Palestina yang sepenuhnya turun tangan membantu mengatasi masalah tersebut.

Terbaru, Arab Saudi justru membuat kebijakan kontroversial dengan menggelar pesta pora di salah satu tempat yang letaknya tak jauh dari kota suci Mekkah.

Bahkan, Saudi juga rela merogoh kocek fantastis untuk mengundang beberapa penyanyi kelas dunia untuk satu kali penampilan. Alhasil, pesta tersebut seketika mendapat banyak sorotan hingga viral di berbagai platform media sosial.

J-Lo
J-Lo Konser di Arab Saudi Instagram @jlo

Konser J-Lo di Dekat Kota Suci Mekkah

Kota Jeddah mendadak jadi sorotan masyarakat dunia usai dua penyanyi kondang asal Amerika Serikat, Jennifer Lopez (J-Lo) dan Usher menggelar pertunjukan musik di kota yang hanya berjarak 80 kilometer dari kota suci Mekkah tersebut.

Penyanyi asal Amerika Serikat itu menjadi salah satu dari sejumlah penyanyi yang tampil di penutupan ajang Formula Satu Grand Prix Arab Saudi 2025 yang dihelat di Jeddah.

Mengutip dari Instagram @europe.palestine.network, Rabu (23/4) dua penyanyi yang akrab dengan genre hiphop dan DJ tersebut mampu membuat para penonton ikut bergoyang bak klub malam lewat koreografi yang menarik.

Adapun pertunjukan tersebut merupakan bagian dari upaya Visi 2030 Arab Saudi untuk mendiversifikasi hiburan dan penawaran budayanya.

Superstar kelahiran Bronx tersebut membawakan lagu-lagu hit termasuk On the Floor, Let's Get Loud, I'm Into You, dan Ain't Your Mama, di hadapan kerumunan yang bersorak di Sirkuit Corniche Jeddah.

Penampilannya hadir bersama jajaran bintang internasional, termasuk Usher, Major Lazer, Peggy Gou, dan artis Arab Marwan Pablo, Hisham Abbas, Mostafa Amar, dan Hamid El-Shaeri.

Banjir Kritik Publik

Gemerlap konser yang dihadirkan pemerintah Arab Saudi mendapat beragam sorotan tajam dari publik. Terlebih, konser tersebut dilakukan di tengah penderitaan warga Gaza akibat agresi brutal tentara zionis Israel.

Alhasil, banyak netizen yang menyoroti moral pemerintah Arab Saudi saat ini dianggap tak peduli dengan kondisi masyarakat Palestina yang penuh penderitaan.

"Arab Saudi melarang mendukung Palestina secara terbuka. Mereka telah kehilangan arah, semoga Allah menghakimi mereka," tulis akun @jacobbergeractor.

"Palestina mati dan dunia tidak peduli. Allah adalah saksinya. dan kita semua akan bertanggung jawab kepada-Nya.," tulis akun @the_whimsical_anne

"Sungguh menyedihkan dan menyayat hati melihat panutan kita, Arab Saudi, menjadi seperti ini.💔," tulis akun @aseada25

"Bagaimana ini bisa menjadi sebuah kemarahan? Marahlah atas apa yang terjadi di Gaza!," tulis akun @onlylorem

"😱🫨🤯 Saudi terus membuat kita tak bisa berkata apa-apa!!! Semoga Allah memberi mereka petunjuk!," tulis akun @boushra_alli

Dilarang Nabi Muhammad SAW, Arab Saudi Malah Gelar Pesta Dugem di Tempat Terkutuk
Dilarang Nabi Muhammad SAW, Arab Saudi Malah Gelar Pesta Dugem di Tempat Terkutuk X @warfareanalysis

Pesta Pora di Kota 'Terkutuk'

Sebelumnya Arab Saudi juga banjir kritik usai menggelar pesta pora di salah satu kota yang dahulu pernah disebut oleh Rasulullah. Pesta tersebut digelar di Kota Al-'Ula yang merupakan salah satu wilayah yang dahulu pernah disebut sebagai daerah terkutuk oleh Nabi Muhammad SAW.

Disebutkan, Rasulullah sampai tak mau masuk atau sekadar melewati kota tersebut. Pada masa itu, Rasulullah memberi anjuran kepada pengikutnya untuk tidak datang ke kota itu.

Namun di masa kini, pemerintah Arab Saudi justru menerapkan kebijakan yang bertentangan dengan anjuran nabi. Belum lama ini, mereka menggelar pesta besar-besaran di kota terkutuk tersebut.

Mengutip dari akun X @warfareanalysis, pesta tersebut dihadiri sejumlah wisatawan dan warga setempat di Jabal Al'Fil, Kota Al-'Ula.

Mereka memakai busana dengan pernak-pernik glamor dan modern, mereka tampak tak segan berjoget hingga saling berbincang saat musik mengalun kencang di tengah-tengah pesta. Beberapa wanita dalam video yang dibagikan bahkan tak enggan mengenakan busana minim hingga riasan mewah.

Selayaknya pesta atau festival pada umumnya, terdapat panggung hingga layar berukuran super besar yang mendukung agenda tahunan di kota Al-‘Ula. Lampu-lampu panggung yang tampak warna-warni turut menghiasi suasana pesta di kala malam hari.

Pada zaman dahulu, Nabi Muhammad SAW pernah singgah di tempat ini saat sedang menempuh perjalanan ke Tabuk. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW tidak ingin meminum air dari kota ini dan ingin segera pergi.

Rasulullah sering mempercepat langkah dan tidak menoleh ke kanan atau kiri saat sedang melintasi kota tersebut. Konon, perlakuan ini disebabkan oleh azab yang pernah menimpah Kota Al-Ula.

Dalam mitologi Arab sendiri, Al Ula dianggap sebagai daerah berhantu yang dihuni oleh bangsa jin dan roh jahat. Stigma ini melekat pada Al-Ula karena berkaitan dengan kisah kaum Tsamud.

Setelah ratusan tahun dianggap sebagai kota hantu maupun kota terkutuk, pemerintah Arab Saudi mengambil langkah untuk membangun kembali kota terlarang tersebut menjadi destinasi wisatawan. Hal ini karena banyaknya situs arkeologi yang tersimpan pada kota Al-‘Ula.

Rekomendasi