7 Cara Merapikan Kabel Peralatan Dapur agar Tidak Terkena Air, Mencegah Korsleting Kebakaran

Simak 7 cara merapikan kabel peralatan dapur agar terhindar dari air, korsleting listrik, dan risiko kebakaran.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
7 Cara Merapikan Kabel Peralatan Dapur agar Tidak Terkena Air, Mencegah Korsleting Kebakaran
Ilustrasi Stop Kontak Credit: pexels.com/Markus

Para pemilik rumah sudah seharusnya memperhatikan peralatan elektronik dengan kabel yang berserakan. Tanpa disadari, kabel dari rice cooker, dispenser atau microwave seringnya terulur begitu saja, dan berpotensi terkena air di area dapur.

Merujuk laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Ketenagalistrkan, kebiasaan ini kemudian berisiko memicu korsleting listrik, saat kabel yang tidak kering langsung digunakan.

"Dalam banyak kasus, korsleting bahkan bisa menyebabkan mati listrik, rusaknya alat listrik, tersetrum, memicu ledakan, kebakaran, hingga mengancam nyawa," tulis ESDM.

Lantas, bagaimana cara menata kabel di dapur agar tidak mudah terkena air dan membantu mencegah korsleting listrik? Simak selengkapnya, dihadirkan Merdeka.com, Selasa (13/10).

1. Jauhkan Kabel dari Bak Cuci Piring

Ilustrasi mencabut peralatan elektronik. (Foto: PLN)
Ilustrasi mencabut peralatan elektronik dari stop kontak. (Foto: PLN)

Letakkan peralatan listrik seperti penanak nasi, blender, dan ketel listrik di tempat yang tidak berdekatan dengan bak cuci piring. Penataan ini membantu mengurangi kemungkinan air cucian mengenai kabel, steker, atau stopkontak ketika penghuni rumah mencuci peralatan makan.

Jika meja dapur terbatas, pilih lokasi lain yang memiliki akses listrik sesuai kebutuhan dan tidak terkena cipratan air. Hindari menempatkan kabel melintasi area pencucian karena kabel bisa terseret atau terendam saat aktivitas dapur berlangsung.

Pastikan tangan dalam keadaan kering sebelum menyentuh steker atau peralatan listrik. Apabila kabel atau stopkontak telanjur terkena air, jangan langsung menyentuhnya. Putuskan aliran listrik melalui pemutus arus jika aman dilakukan, lalu minta bantuan tenaga listrik yang kompeten.

2. Atur Jalur Kabel di Sisi Meja

Susun kabel mengikuti sisi meja atau bagian belakang peralatan agar tidak melintang di dekat tempat mencuci bahan makanan. Cara ini membantu mengurangi risiko kabel tertarik, tersangkut, atau jatuh ke area yang terkena air.

Gunakan pengikat kabel untuk menyatukan bagian kabel yang menjuntai tanpa menekan atau melipatnya secara paksa. Pastikan setiap kabel tetap bisa diperiksa dan tidak tertutup benda yang menghambat pemeriksaan kondisinya.

Hindari mengarahkan kabel melalui area kompor atau permukaan yang terkena panas. Panas bisa merusak lapisan pelindung kabel dan meningkatkan risiko gangguan listrik. Sesuaikan jalur kabel dengan posisi peralatan yang digunakan setiap hari.

3. Gunakan Pengikat Kabel

Pengikat kabel bisa membantu menjaga kabel tetap berada di jalur yang sudah ditentukan. Pilih pengikat yang tidak menekan lapisan kabel agar bagian pelindungnya tidak rusak akibat tarikan atau tekanan selama penggunaan peralatan dapur.

Satukan kabel yang berasal dari peralatan berbeda hanya jika penataannya tidak membuat kabel tertarik atau menumpuk di satu titik. Jangan mengikat kabel hingga sulit dilepas ketika peralatan perlu dibersihkan atau dipindahkan.

Periksa juga bagian kabel yang berada di belakang meja dan lemari dapur. Pastikan tidak ada kabel yang terjepit pintu, tertindih barang, atau berada di tempat yang bisa terkena air ketika lantai dibersihkan.

4. Letakkan Stopkontak Jauh dari Sumber Air

Ilustrasi hemat listrik (unsplash)
Ilustrasi hemat listrik (unsplash)

Stopkontak sebaiknya berada di lokasi yang tidak mudah terkena cipratan air dari bak cuci piring, keran, atau kegiatan memasak. Jika posisi stopkontak saat ini berada di dekat sumber air, mintalah tenaga listrik kompeten untuk menilai kebutuhan pemindahan instalasi.

Jangan menempatkan terminal listrik di lantai atau menggantungnya pada posisi yang membuat sambungan mudah terkena air. Hindari pula penggunaan kabel sambungan yang melintasi area tempat air biasa mengalir.

Masyarakat kemudian diimbau menjauhkan saluran listrik dari air dan debu. Hal ini mendukung pentingnya menata kabel dan stopkontak agar tidak terpapar air selama aktivitas dapur.

5. Periksa Kondisi Kabel Secara Berkala

Periksa kabel penanak nasi, blender, ketel listrik, dan peralatan lain sebelum digunakan. Perhatikan apakah ada bagian yang terkelupas, retak, berubah bentuk, atau menunjukkan tanda kerusakan. Kabel yang mengalami kerusakan sebaiknya tidak digunakan sampai diperiksa dan diperbaiki oleh tenaga yang kompeten.

Jangan menutup kerusakan kabel dengan lakban sebagai solusi permanen. Hindari pula menyambung kabel sendiri tanpa pengetahuan dan perlengkapan yang sesuai karena sambungan yang keliru bisa menimbulkan bahaya listrik.

ESDM menambahkan, bahwa kabel yang tidak sesuai dengan peralatan bisa mengalami panas berlebih dan kerusakan lapisan pelindung hingga memicu percikan api. 

6. Hindari Menumpuk Kabel pada Satu Terminal

Penggunaan beberapa peralatan dapur secara bersamaan perlu memperhatikan kapasitas stopkontak dan instalasi listrik. Jangan menghubungkan banyak peralatan melalui terminal bertingkat hanya karena jumlah stopkontak di dapur terbatas.

Susun kebutuhan listrik berdasarkan peralatan yang digunakan, kemudian minta tenaga listrik kompeten memeriksa apakah instalasi rumah mampu mendukung pemakaian tersebut. Gunakan kabel dan peralatan yang memenuhi ketentuan keselamatan serta sesuai petunjuk penggunaan dari produsen.

Selain membantu menata area dapur, kebiasaan ini juga mengurangi risiko gangguan listrik akibat penggunaan beban berlebih. Jika stopkontak terasa panas, muncul bau terbakar, atau pemutus arus berulang kali turun, hentikan penggunaan dan mintalah pemeriksaan tenaga listrik kompeten.

7. Cabut Steker dan Keringkan Area Dapur

Cabut steker setelah peralatan selesai digunakan apabila petunjuk pemakaiannya memungkinkan. Pegang bagian kepala steker, bukan menarik kabelnya, agar sambungan tidak mengalami kerusakan. Pastikan tangan kering sebelum menyentuh steker dan jangan melakukan tindakan tersebut ketika berdiri di area yang tergenang air.

Sebelum membersihkan meja atau lantai, pastikan peralatan listrik tidak berada di jalur air. Jangan menyiram peralatan, kabel, atau stopkontak ketika membersihkan dapur. Jika air telanjur mengenai sambungan listrik, hindari menyentuhnya dan putuskan aliran listrik dari lokasi yang aman.

Jika muncul percikan api atau kebakaran, jangan menyiramnya dengan air. Segera menjauh, evakuasi penghuni, dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merapikan Kabel Peralatan Dapur agar Tidak Terkena Air

1. Bagaimana cara merapikan kabel peralatan dapur?

Atur kabel mengikuti sisi meja, gunakan pengikat yang tidak menekan kabel, dan jauhkan jalurnya dari bak cuci piring, kompor, serta area yang terkena air.

2. Apakah kabel listrik yang terkena air bisa menyebabkan korsleting?

Ya, air yang mengenai bagian kabel atau sambungan listrik dapat meningkatkan risiko gangguan listrik, terutama jika lapisan pelindung rusak atau sambungan tidak terlindungi.

3. Mengapa kabel listrik harus dijauhkan dari bak cuci piring?

Bak cuci piring merupakan sumber cipratan air yang bisa mengenai kabel, steker, atau stopkontak. Menjauhkan kabel dari area tersebut membantu mengurangi risiko sengatan listrik dan korsleting.

4. Apa tanda kabel peralatan dapur harus diganti?

Perhatikan lapisan kabel yang terkelupas, retak, berubah bentuk, atau menunjukkan tanda terbakar. Hentikan penggunaan dan minta tenaga kompeten memeriksa kabel sebelum peralatan digunakan kembali.

5. Apa yang harus dilakukan jika stopkontak terkena air?

Jangan menyentuh stopkontak atau steker yang basah. Putuskan aliran listrik dari lokasi yang aman jika memungkinkan, lalu hubungi tenaga listrik kompeten untuk memeriksa kondisi instalasi sebelum digunakan kembali.

 

Rekomendasi