Posisi Furnitur agar Ruang Tamu Terasa Luas, Jangan Salah Atur

Posisi furnitur agar ruang tamu terasa luas perlu diatur dengan tepat. Simak 10 cara menata sofa, meja, rak, hingga TV agar ruangan lebih lega dan nyaman.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Posisi Furnitur agar Ruang Tamu Terasa Luas, Jangan Salah Atur
Posisi Furnitur Agar Ruang Tamu Terasa Luas (AI Generated)

Posisi furnitur agar ruang tamu terasa luas tidak hanya ditentukan oleh ukuran sofa atau banyaknya dekorasi yang digunakan. Cara menempatkan setiap perabot juga berpengaruh terhadap sirkulasi, pandangan, serta kesan lapang yang muncul ketika seseorang berada di dalam ruangan.

Penelitian tentang penataan furnitur pada ruang hunian menunjukkan bahwa konfigurasi furnitur berkaitan dengan pembagian zona aktivitas dan pemanfaatan ruang. Studi mengenai ruang keluarga pada hunian apartemen, misalnya, menemukan adanya zona untuk aktivitas berkumpul, makan, dan hiburan yang terbentuk dari susunan perabot.

Sementara itu, penelitian dari Architectural Institute of Japan menunjukkan bahwa jumlah furnitur, bentuk ruangan, susunan furnitur, dan ketinggiannya dapat memengaruhi persepsi terhadap suasana ruang. Artinya, ruang tamu kecil tidak selalu harus dikosongkan, tetapi perlu ditata berdasarkan kebutuhan aktivitas dan proporsi perabot. Lantas, seperti apa posisi furnitur agar ruang tamu terasa luas? Dilansir Merdeka dari berbagai sumber, Selasa (11/8), berikut ulasan selengkapnya. 

1. Letakkan Sofa di Sisi Ruang agar Jalur Berjalan Tetap Terbuka

Letakkan Sofa di Sisi Ruang agar Jalur Berjalan Tetap Terbuka (AI Generated)
Letakkan Sofa di Sisi Ruang agar Jalur Berjalan Tetap Terbuka (AI Generated)

Sofa merupakan furnitur utama yang biasanya mengambil area cukup besar sehingga posisinya perlu ditentukan berdasarkan jalur pergerakan penghuni. Penelitian terbaru tentang tata letak hunian kecil dalam Journal of Building Engineering menggunakan efisiensi sirkulasi sebagai salah satu parameter penting dalam menilai kualitas layout dan menemukan bahwa penghuni cenderung memilih jalur berjalan yang langsung dan sederhana.

Temuan tersebut dapat diterapkan dengan menempatkan sofa di area yang tidak memotong jalur menuju pintu atau ruang lain. Dengan jalur yang lebih sederhana, area ruang tamu dapat terasa lebih teratur karena penghuni tidak perlu berkelok di antara furnitur ketika berpindah tempat.

  • Alasan penting: Sofa berukuran besar mudah menguasai area sirkulasi.
  • Hindari: Menempatkan sofa tepat di jalur keluar-masuk.
  • Tips: Tentukan jalur berjalan terlebih dahulu sebelum memindahkan sofa.

2. Sesuaikan Ukuran Sofa dengan Dimensi Tubuh dan Luas Ruangan

Ukuran sofa tidak hanya berkaitan dengan luas ruangan, tetapi juga kenyamanan orang yang menggunakannya. Penelitian Alvin Sakti Wirayuda dan Dyah Widi Astuti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2026 menganalisis kesesuaian dimensi furnitur rumah tinggal dengan antropometri pengguna Indonesia dan menemukan bahwa sebagian dimensi furnitur masih belum sepenuhnya optimal secara ergonomis.

Penelitian tersebut menekankan pentingnya mengevaluasi ukuran furnitur berdasarkan karakter fisik pengguna, bukan hanya mengikuti ukuran standar yang beredar. Untuk ruang tamu, prinsip ini berarti sofa sebaiknya cukup nyaman digunakan sekaligus tidak mengambil area berlebihan dari ruangan.

  • Alasan penting: Furnitur yang proporsional mendukung kenyamanan sekaligus efisiensi ruang.
  • Hindari: Memilih sofa besar hanya karena kapasitas duduknya lebih banyak.
  • Tips: Ukur ruang dan pertimbangkan dimensi sofa sebelum membeli.

3. Sisakan Area Lantai Terbuka di Antara Furnitur

Sisakan Area Lantai Terbuka di Antara Furnitur (AI Generated)
Sisakan Area Lantai Terbuka di Antara Furnitur (AI Generated)

Area lantai yang tidak tertutup furnitur dapat membantu menjaga ruang gerak sekaligus memberikan jeda visual. Penelitian Christoph von Castell, Daniel Oberfeld, dan Heiko Hecht dari Johannes Gutenberg University Mainz menemukan bahwa pada eksperimen menggunakan model ruang berskala, ruangan dengan furnitur dinilai kurang luas dibandingkan kondisi tanpa furnitur, meski hasilnya berbeda ketika menggunakan simulasi virtual reality.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara furnitur dan persepsi kelapangan tidak sesederhana semakin sedikit furnitur berarti semakin luas. Namun, membatasi kepadatan perabot tetap masuk akal untuk ruang tamu kecil karena area lantai yang terbuka membantu menjaga ruang bergerak dan tidak membuat ruangan terlihat penuh.

  • Alasan penting: Area terbuka menjaga keseimbangan antara furnitur dan ruang kosong.
  • Hindari: Mengisi seluruh lantai dengan meja, kursi, dan aksesori.
  • Tips: Sisakan satu area terbuka sebagai jalur utama.

4. Arahkan Sofa dan Kursi agar Membentuk Area Percakapan

Susunan tempat duduk dapat menentukan bagaimana penghuni berinteraksi di dalam ruang tamu. Studi Sheila Maheswari, Ngurah Gede Dwi Mahadipta, dan Ni Made Sri Wahyuni Trisna dari Institut Desain dan Bisnis Bali menemukan adanya hubungan antara tata letak furnitur ruang keluarga dan intensitas komunikasi verbal, terutama ketika orientasi tempat duduk memengaruhi kontak visual.

Dalam penelitian tersebut, susunan yang dominan mengarah ke televisi membuat posisi duduk tidak saling berhadapan dan kontak visual menjadi lebih terbatas. Karena itu, ruang tamu dapat ditata dengan mengarahkan sebagian tempat duduk satu sama lain tanpa harus menambahkan banyak furnitur.

  • Alasan penting: Orientasi tempat duduk ikut menentukan fungsi sosial ruang.
  • Hindari: Mengarahkan semua kursi hanya ke televisi jika ruang juga digunakan untuk berbincang.
  • Tips: Bentuk kelompok duduk kecil yang tetap menyisakan jalur berjalan.

5. Tempatkan Meja Tamu Secara Proporsional di Tengah Area Duduk

Tempatkan Meja Tamu Secara Proporsional di Tengah Area Duduk (AI Generated)
Tempatkan Meja Tamu Secara Proporsional di Tengah Area Duduk (AI Generated)

Meja tamu sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari zona duduk, bukan menjadi penghalang di tengah jalur sirkulasi. Penelitian ergonomi furnitur yang dilakukan Bambang Kartono Kurniawan, Ade Fajarwati, dan Oktavianus Nangnoy dari Universitas Bina Nusantara menekankan bahwa rancangan furnitur perlu mempertimbangkan antropometri pengguna agar fungsi dan kenyamanannya sesuai.

Prinsip tersebut dapat diterapkan pada meja dengan memilih ukuran yang sesuai dengan sofa dan kebutuhan pengguna. Meja yang terlalu besar akan mengambil area lantai lebih banyak, sedangkan meja yang terlalu kecil mungkin tidak memenuhi fungsi yang dibutuhkan penghuni.

  • Alasan penting: Meja berada di pusat aktivitas sehingga mudah memengaruhi ruang gerak.
  • Hindari: Memilih meja yang ukurannya tidak sebanding dengan sofa.
  • Tips: Sesuaikan ukuran meja dengan kebutuhan dan luas area duduk.

6. Manfaatkan Dinding untuk Menempatkan Rak dan Penyimpanan

Dinding dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kebutuhan furnitur yang mengambil area lantai. Penelitian Hiroko Baba, Nami Uematsu, dan Takuko Yanase dari Nara Women's University yang diterbitkan Architectural Institute of Japan menemukan bahwa jumlah furnitur paling kuat memengaruhi dimensi aktivitas visual ruang, sementara bentuk ruang, susunan, dan ketinggian furnitur yang berdekatan dengan dinding memengaruhi penilaian terhadap suasana interior.

Temuan itu menunjukkan bahwa posisi furnitur pada dinding tetap perlu dipertimbangkan bersama jumlah dan ketinggiannya. Rak dinding atau penyimpanan vertikal dapat membantu mempertahankan area lantai, tetapi jangan sampai seluruh bidang dinding dipenuhi perabot yang membuat komposisi ruang terasa berat.

  • Alasan penting: Penyimpanan vertikal dapat menghemat area lantai.
  • Hindari: Memasang terlalu banyak rak pada satu sisi ruangan.
  • Tips: Pilih dinding yang tidak mengganggu pintu, jendela, atau jalur berjalan.

7. Jangan Menutup Pintu dan Jendela dengan Furnitur Besar

Jangan Menutup Pintu dan Jendela dengan Furnitur Besar (AI Generated)
Jangan Menutup Pintu dan Jendela dengan Furnitur Besar (AI Generated)

Pintu dan jendela perlu tetap mudah diakses karena keduanya berhubungan dengan pergerakan dan keterbukaan ruang. Penelitian M. Bojic, F. Yik, dan T.Y. Lo tentang penempatan furnitur di hunian menunjukkan bahwa posisi perabot perlu dipertimbangkan bersama elemen bangunan dan kondisi lingkungan, termasuk posisi bukaan serta sistem pendingin.

Dalam ruang tamu, prinsip tersebut dapat diterapkan dengan menjaga area di depan pintu dan jendela tetap bebas dari furnitur berukuran besar. Selain memudahkan akses, cara ini membuat bukaan tetap terlihat sehingga batas ruang tidak terasa terlalu tertutup.

  • Alasan penting: Bukaan membantu mempertahankan akses dan keterhubungan visual ruang.
  • Hindari: Meletakkan lemari atau sofa tepat di depan pintu.
  • Tips: Tandai area bukaan sebelum menentukan posisi furnitur.

8. Pilih Furnitur Berkaki untuk Membuat Lantai Lebih Terlihat

Desain furnitur yang memperlihatkan sebagian area lantai dapat membantu menciptakan komposisi visual yang lebih ringan. Penelitian Yamada Misuzu dan Shiraishi Terumi dari Takushoku University mengenai elemen kayu dalam interior menemukan bahwa tinggi elemen dapat memengaruhi bagaimana ukuran ruang terlihat secara visual.

Temuan tersebut tidak secara khusus membuktikan bahwa sofa berkaki pasti membuat ruang tamu lebih luas, tetapi menunjukkan bahwa ketinggian elemen interior dapat memengaruhi persepsi terhadap ruang. Karena itu, furnitur berkaki dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan desain, terutama jika dipadukan dengan jumlah perabot yang tidak berlebihan.

  • Alasan penting: Lantai yang terlihat dapat membuat komposisi furnitur terasa lebih ringan.
  • Hindari: Memenuhi lantai dengan terlalu banyak perabot besar.
  • Tips: Pertimbangkan sofa, meja, atau kabinet dengan kaki yang sederhana.

9. Kelompokkan Furnitur Berdasarkan Fungsi agar Ruang Tidak Terasa Acak

Kelompokkan Furnitur Berdasarkan Fungsi (AI Generated)
Kelompokkan Furnitur Berdasarkan Fungsi (AI Generated)

Ruang tamu kecil tetap dapat memiliki beberapa fungsi selama setiap zona ditata secara jelas. Penelitian tentang rumah tipe apartemen oleh Abdul Razak Manaf dan tim yang dipublikasikan di Procedia - Social and Behavioral Sciences menemukan tiga zona aktivitas dalam ruang keluarga, yaitu area tinggal, makan, dan hiburan, meski hunian yang diteliti memiliki ruang terbatas.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ruang tidak selalu berarti semua aktivitas harus bercampur tanpa pembagian. Furnitur dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi sehingga area duduk, hiburan, dan aktivitas lain memiliki batas yang mudah dipahami tanpa harus menggunakan sekat besar.

  • Alasan penting: Pengelompokan fungsi membuat ruang lebih terorganisasi.
  • Hindari: Menambahkan furnitur tanpa fungsi yang jelas.
  • Tips: Tentukan aktivitas utama sebelum menyusun perabot.

10. Gunakan Furnitur Rendah agar Pandangan Ruang Tetap Terbuka

Ketinggian furnitur juga dapat memengaruhi kesan visual sebuah ruang, terutama ketika perabot ditempatkan berdekatan dengan dinding. Penelitian Hashimoto Miyako, Atsushi Komiyama, Manabu Hatsumi, dan Takashi Takahashi yang diterbitkan Architectural Institute of Japan menemukan bahwa persepsi volume dan kesan ruang berkaitan dengan luas lantai serta tinggi ruang, dengan ruang berplafon rendah cenderung lebih mudah terasa menekan.

Untuk ruang tamu, prinsip tersebut dapat diterapkan dengan tidak menumpuk banyak furnitur tinggi pada satu sisi ruangan. Kabinet atau rak tinggi tetap dapat digunakan, tetapi sebaiknya diseimbangkan dengan furnitur yang lebih rendah agar pandangan tidak terputus secara berlebihan.

  • Alasan penting: Komposisi ketinggian furnitur memengaruhi keterbukaan visual.
  • Hindari: Menempatkan banyak kabinet tinggi berdampingan.
  • Tips: Padukan furnitur rendah dengan satu elemen penyimpanan vertikal bila diperlukan.

Tanya & Jawab Seputar Posisi Furnitur agar Ruang Tamu Terasa Luas 

1. Bagaimana posisi sofa agar ruang tamu terasa luas?

Letakkan sofa pada posisi yang tidak memotong jalur utama dan sesuaikan ukurannya dengan luas ruang.

2. Apakah sofa harus selalu menempel dinding?

Tidak. Posisi sofa sebaiknya mengikuti fungsi ruang, jalur sirkulasi, dan kebutuhan aktivitas penghuni.

3. Apakah meja tamu cocok untuk ruang tamu kecil?

Bisa, selama ukurannya proporsional dan tidak mengganggu ruang gerak.

4. Mengapa furnitur rendah sering dipilih untuk ruang kecil?

Furnitur rendah dapat membantu mempertahankan pandangan yang lebih terbuka, meski efeknya tetap bergantung pada keseluruhan tata ruang.

5. Berapa banyak furnitur yang ideal di ruang tamu kecil?

Tidak ada jumlah mutlak karena kebutuhan setiap ruang berbeda, tetapi furnitur sebaiknya dipilih berdasarkan fungsi, ukuran ruangan, dan kebutuhan sirkulasi.

Rekomendasi