Dapur merupakan salah satu area vital di rumah yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal kebersihan. Meskipun rutin dibersihkan setiap hari, ada beberapa sudut dan peralatan yang sering terlewat saat jadwal bersih-bersih bulanan.
Padahal, area-area ini berpotensi menjadi sarang kuman dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Mengabaikan kebersihan di titik-titik tersembunyi ini tidak hanya memicu penumpukan kotoran, tetapi juga dapat menimbulkan bau tidak sedap hingga menarik hama.
Mengenali area mana saja yang sering luput dari perhatian adalah langkah awal untuk memastikan dapur tetap higienis dan nyaman. Artikel Merdeka.com ini akan memberikan daftar area dapur yang paling sering terlewat saat bersih-bersih bulanan, Kamis (6/8/2026).
Advertisement
Peralatan Kecil dan Perlengkapan Dapur
Beberapa peralatan dapur yang sering digunakan sehari-hari justru menjadi tempat favorit bakteri berkembang biak karena kurangnya pembersihan menyeluruh.
1. Pembuat Kopi dan Blender
Pembuat kopi, blender, dan peralatan kecil lainnya sering terlupakan saat dibersihkan. Padahal bagian dalamnya hangat dan lembap sehingga bakteri mudah berkembang. Ampas kopi atau sisa makanan yang tertinggal juga dapat mempercepat pertumbuhan kuman. Cuci wadah, pisau, dan bagian yang bersentuhan dengan makanan setelah digunakan agar tetap higienis dan tidak menimbulkan bau.
2. Talenan
Talenan termasuk area dapur yang paling mudah terkontaminasi bakteri karena digunakan untuk memotong berbagai bahan makanan. Goresan pada permukaannya dapat menyimpan sisa makanan dan kuman. Gunakan talenan terpisah untuk bahan mentah dan matang, lalu cuci dengan sabun serta air panas setelah dipakai agar risiko kontaminasi silang berkurang.
3. Spons, Sikat, dan Lap Kain
Spons, sikat, dan lap kain yang sering dipakai membersihkan dapur dapat menjadi sarang bakteri jika dibiarkan lembap terlalu lama. Cuci dan keringkan setelah digunakan, lalu ganti secara berkala. Spons yang sudah berbau atau berubah warna sebaiknya segera dibuang karena dapat menyebarkan kuman ke peralatan makan dan permukaan dapur.
Advertisement
Area Basah dan Saluran Pembuangan
Kelembapan di dapur menjadi faktor utama berkembangnya mikroba, terutama di area yang berhubungan langsung dengan air.
4. Bak Cuci Piring dan Saluran Pembuangan
Bak cuci piring dan saluran pembuangan sering menampung sisa makanan, minyak, dan kotoran yang memicu pertumbuhan bakteri serta bau tidak sedap. Bersihkan wastafel setiap selesai mencuci piring dalam jumlah banyak. Gunakan sabun dan sikat pada bagian saluran agar lemak dan sisa makanan tidak menumpuk dan menyumbat pembuangan.
5. Bagian Bawah Wastafel dan Keran Air
Bagian bawah wastafel sering lembap karena terkena cipratan air dan menjadi tempat penyimpanan berbagai barang. Kondisi ini memudahkan munculnya jamur, bau, dan kuman. Keran air juga perlu dibersihkan karena sering disentuh tangan dan dapat berlumut. Lap area tersebut secara rutin dan pastikan tidak ada kebocoran pada pipa.
6. Bagian Dasar Tempat Sampah
Bagian dasar tempat sampah mudah dipenuhi cairan, sisa makanan, dan kotoran yang menimbulkan bau menyengat. Cuci tempat sampah dengan sabun dan air panas secara berkala, lalu keringkan sebelum digunakan kembali. Menaburkan sedikit soda kue di bagian bawah dapat membantu mengurangi bau dan menjaga tempat sampah tetap lebih bersih.
Advertisement
Permukaan dan Ruang Penyimpanan
Penumpukan debu, minyak, dan sisa makanan di permukaan serta ruang penyimpanan dapat menjadi masalah jika tidak ditangani secara berkala.
7. Celah Kompor dan Kenop Kompor/Kabinet
Celah kompor sering menjadi tempat jatuhnya sisa makanan dan minyak yang kemudian mengerak. Kenop kompor dan tuas kabinet juga sering disentuh saat memasak sehingga mudah dipenuhi bakteri dan lemak. Bersihkan bagian ini dengan lap dan cairan pembersih secara rutin agar dapur tetap higienis dan peralatan lebih awet digunakan.
8. Pengisap Asap Dapur (Range Hood)
Filter dan bagian bawah pengisap asap dapur sering dipenuhi minyak dan debu yang membentuk lapisan lengket. Jika dibiarkan, kotoran ini dapat menimbulkan bau dan menarik serangga. Lepaskan filter sesuai petunjuk, rendam dengan air hangat dan sabun, lalu bersihkan secara berkala agar pengisap asap tetap bekerja optimal.
9. Kulkas (Dalam, Atas, dan Belakang)
Kulkas menyimpan banyak bahan makanan sehingga mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri jika ada makanan tumpah atau kedaluwarsa. Bersihkan laci dan rak secara rutin. Bagian atas dan belakang kulkas juga perlu diperhatikan karena sering dipenuhi debu dan minyak yang dapat menimbulkan bau serta menarik hama jika dibiarkan terlalu lama.
10. Lemari Dapur dan Kabinet Bumbu
Debu, minyak, dan sisa bumbu sering menumpuk di bagian atas lemari dan di dalam kabinet bumbu. Area ini jarang dibersihkan sehingga dapat menjadi tempat serangga dan kotoran menempel. Kosongkan kabinet secara berkala, lap dengan kain lembap, lalu susun kembali bumbu dan peralatan agar tetap rapi dan higienis.
11. Meja Makan
Meja makan tidak hanya digunakan untuk makan, tetapi juga sering menjadi tempat meletakkan tas, dompet, atau barang lain dari luar rumah. Karena itu permukaannya perlu dibersihkan setiap hari. Gunakan lap bersih dan disinfektan ringan, terutama sebelum menyiapkan atau menyajikan makanan agar kuman tidak berpindah ke makanan.
12. Kolong Dapur dan Area di Bawah Perabotan Besar
Area di bawah kompor, kulkas, atau lemari besar sering sulit dijangkau sehingga debu, remah makanan, dan kelembapan mudah menumpuk. Tempat ini juga dapat menjadi sarang laba-laba dan serangga. Sapu, vakum, atau pel secara rutin agar dapur tetap bersih menyeluruh dan tidak menjadi sumber kotoran tersembunyi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Area Dapur yang Terlewat saat Bersih Bulanan
Area dapur mana yang paling sering menjadi sarang bakteri?
Beberapa area yang paling sering menjadi sarang bakteri adalah spons cuci piring, talenan, bak cuci piring, dan kenop kompor. Area tersebut sering terkena sisa makanan, minyak, dan kelembapan, sehingga bakteri mudah berkembang biak jika tidak dibersihkan secara rutin dan menyeluruh.
Seberapa sering spons dapur harus diganti?
Spons dapur sebaiknya diganti setiap 1–2 minggu, terutama jika sudah berbau, berubah warna, atau mulai rusak. Meskipun bisa dicuci atau disanitasi sementara, spons yang terlalu lama digunakan tetap berisiko menyimpan banyak bakteri dan menyebarkannya ke peralatan makan maupun permukaan dapur.
Mengapa bagian atas dan belakang kulkas perlu dibersihkan?
Bagian atas dan belakang kulkas sering menjadi tempat menumpuknya debu, minyak, dan kotoran yang tidak terlihat. Penumpukan ini dapat menimbulkan bau tidak sedap, menarik serangga, dan mengganggu kebersihan dapur secara keseluruhan. Membersihkannya secara berkala membantu menjaga lingkungan dapur tetap higienis.
Apa kesalahan paling umum saat membersihkan dapur?
Kesalahan paling umum adalah hanya membersihkan permukaan yang terlihat bersih, sementara area tersembunyi seperti saluran pembuangan, bawah wastafel, filter pengisap asap, dan kolong dapur diabaikan. Padahal area tersebut sering menjadi tempat penumpukan kotoran, lemak, dan kuman yang dapat memengaruhi kebersihan seluruh dapur.