Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, lima orang meninggal dunia akibat malnutrisi dan kelaparan. Dengan demikian, total kematian yang disebabkan oleh malnutrisi telah mencapai 227 orang, seperti yang diungkapkan oleh Juru Bicara (Jubir) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (12/8/2025).
Jubir Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Stephane Dujarric, menyatakan dalam taklimat pers harian bahwa kematian akibat malnutrisi ini mencakup 103 anak sejak bulan Oktober 2023.
Di sisi lain, Program Pangan Dunia (WFP) memberikan peringatan bahwa tingkat kelaparan dan malnutrisi di Gaza telah mencapai puncaknya sejak konflik dimulai pada bulan yang sama, seperti yang dilansir oleh Antara News pada Kamis (14/8). Dalam konteks ini, pasokan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza masih jauh dari angka minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dujarric menambahkan bahwa "pergerakan bantuan kemanusiaan masih mengalami penundaan signifikan dan berbagai hambatan yang menghalangi PBB dalam menyalurkan bantuan sesuai dengan skala yang dibutuhkan."
Pada Senin (11/8), PBB mengajukan permohonan untuk berkoordinasi dengan otoritas Israel terkait 16 misi, termasuk pengiriman makanan, pasokan medis, dan bahan bakar. Namun, Dujarric menyebutkan bahwa hanya empat misi yang berhasil difasilitasi, sementara tiga misi lainnya ditolak.
Empat misi sempat mengalami hambatan, tetapi akhirnya berhasil diselesaikan sepenuhnya. Dari lima misi yang tersisa, dua di antaranya dibatalkan oleh organisasi yang bersangkutan, sedangkan dua lainnya mengalami kendala dan tidak dapat diselesaikan. Satu misi lainnya juga terhambat, namun masih dalam upaya penyelesaian.
"Upaya untuk mengoordinasikan pergerakan bantuan kemanusiaan sering kali memakan waktu berjam-jam karena perizinan yang tidak terduga dari otoritas Israel, sehingga mengakibatkan pemborosan waktu yang sangat berharga," tuturnya.
Advertisement