Kenali Tanda Hamil 1 Minggu Lengkap dengan Cara Perhitungan Kehamilan

Tanda hamil 1 minggu sebenarnya sudah mulai bisa dikenali.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Kenali Tanda Hamil 1 Minggu Lengkap dengan Cara Perhitungan Kehamilan
ilustrasi hamil di usia muda. © maltatoday.com

Tanda hamil 1 minggu sebenarnya sudah mulai bisa dikenali. Para calon ibu dapat melihat dan menghitung dari tanggal terakhir menstruasi. Namun, para calon ibu juga bisa mengandalkan beberapa tanda-tanda lainnya. Tanda hamil 1 minggu ini lantas bisa menjadi acuan sebelum akhirnya konsultasi ke dokter kandungan atau bidan.

Sebagian wanita tentu merasa tanda hamil 1 minggu tidak mudah untuk dirasakan atau dilihat. Meski begitu, terdapat beberapa tanda yang biasanya akan mengarah pada kehamilan. Salah satu tandanya yaitu terlambat menstruasi. Selain itu juga ada beberapa kondisi kesehatan tubuh yang juga mengarah pada kehamilan.

Lantas apa saja tanda hamil 1 minggu dan cara perhitungan kehamilan? Melansir dari laman Alodokter, Senin (15/11), simak ulasan informasinya berikut ini.

Payudara Sensitif dan Bengkak

Tanda hamil 1 minggu yang pertama adalah payudara yang terasa semakin sensitif dan nyeri ketika disentuh. Tak hanya itu, payudara juga mengalami perubahan bentuk di mana terlihat semakin membengkak. Pada masa awal kehamilan, perubahan pada payudara memang kerap dialami oleh para wanita.

Rasa tidak nyaman akan perubahan tersebut mungkin akan berkurang usai beberapa minggu terlewati. Hal itu karena tubuh seorang wanita hamil membutuhkan penyesuaian diri dengan perubahan hormon.

Akan tetapi, perubahan bentuk payudara yang terlihat membengkak tidak selalu muncul. Apalagi sebagai satu tanda hamil 1 minggu yang pasti dialami.

Sakit Pinggang Bagian Bawah

Tanda hamil 1 minggu yang kedua selain terlambat menstruasi adalah rasa sakit di pinggang bagian bawah. Kondisi ini biasanya akan disertai kram serta dipicu oleh peluruhan lapisan rahim. Ketika lapisan luruh, rahim akan berkontraksi. Kemudian akan menimbulkan rasa sakit di area pinggang bagian bawah. Bagi sebagian besar wanita tentu pernah mengalami rasa sakit tersebut. Rasa sakit itu rupanya akan dirasakan saat awal masa kehamilan. Tak hanya itu, selama masa kehamilan juga terkadang para calon ibu juga tetap merasakan rasa sakit di area pinggang bagian bawah. Berbeda dari menstruasi, rasa sakit ini disebabkan karena adanya perubahan postur tubuh dan penambahan berat badan.

Mual dan Muntah

Mual dan muntah masuk ke dalam daftar tanda hamil 1 minggu. Sebagian besar wanita hamil pernah merasakan kondisi mual dan muntah. Selain morning sickness, kondisi para wanita hamil akan disusul dengan mual dan muntah.

Tiga minggu usai pembuahan, sebagian wanita akan merasakan mual. Baik itu dengan mengeluarkan muntahan ataupun tanpa muntah. Ini juga bisa terjadi kapan saja.Kondisi mual dan muntah ini pada umumnya akibat dari hormon kehamilan yang mulai muncul dalam tubuh.

Pendarahan Vagina

Tanda hamil 1 minggu yang terakhir adalah pendarahan vagina. Bukan hanya ketika menstruasi saja, pendarahan vagina ternyata juga bisa terjadi di awal masa kehamilan. Karenanya, pendarahan vagina menjadi salah satu tanda hamil 1 minggu bagi para calon ibu.Pendarahan ini muncul karena tubuh tengah meluruhkan lapisan rahim yang lama. Di mana nantinya akan mulai membentuk lapisan rahim baru. Tujuannya untuk menampung sel telur yang sudah dibuahi. Tanda hamil 1 minggu lainnya berupa mudah lelah, sensitif terhadap bau, muncul keinginan konsumsi makanan tertentu atau ngidam hingga semakin sering buang air kecil. Tak hanya itu, para ibu hamil juga bisa menderita sembelit dan perut kembung di masa awal kehamilan. Ini karena sistem pencernaan yang bekerja semakin melambat akibat hormon. Perubahan hormon ketika hamil ini juga mampu memicu para ibu menderita insomnia, perubahan mood hingga sakit kepala.

Cara Perhitungan Kehamilan

Apabila kehamilan dihitung selama 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir (HPHT), seorang wanita belum bisa dikatakan benar-benar hamil di minggu pertama. Kehamilan baru akan terjadi di akhir minggu ke-2 atau awal minggu ke-3. Hal itu tergantung pada panjang siklus menstruasi dan masa ovulasi.Ketika ovulasi, ovarium akan melepaskan sel telur yang bergerak menuju tuba fallopi. Sel telur inilah yang harus bertemu dengan sperma laki-laki di tuba fallopi untuk bisa terjadi kehamilan. Siklus ovulasi nantinya yang akan membentuk tanggal pembuahan. Biasanya terjadi pada hari ke-13 sampai ke-20 usai keluar darah menstruasi.

Akan tetapi, ovulasi juga bergantung pada panjang siklus menstruasi wanita. Siklus menstruasi secara umum sekitar 28 hari, namun siklus tersebut dapat berbeda-beda di setiap wanita. Berikut cara mengetahui pola siklus menstruasi pada wanita:

  1. Mencatat tanggal masa menstruasi selama kurun waktu beberapa bulan secara manual atau dengan aplikasi yang ada di smartphone
  2. Mengamati tekstur cairan vagina di mana akan terlihat lebih jernih serta licin kala memasuki siklus ovulasi.
  3. Mengukur suhu tubuh basal atau suhu tubuh ketika baru bangun tidur di pagi hari. Suhu ini akan berubah menjelang masa ovulasi serta kemungkinan besar suhu tubuh naik pada 2 atau 3 hari telah terjadi kehamilan.
  4. Menggunakan bantuan alat tes kesuburan dengan meneteskan sampel urin
Rekomendasi