Nama Farah Puteri Nahlia sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu. Anak Jenderal Polisi ini menjadi anggota termuda di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Meski masih muda, Farah tetap menjalankan segala tugas yang harus dilakukannya. Baru-baru ini, Farah mengungkapkan rasa sedihnya usai melakukan Kunjungan Komisi I ke Korem 072/Pamungkas. Hal ini terkait Alutsista milik TNI.
Melansir dari akun Instagram farahputerinahlia, Jumat (19/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Sedih Dengar Alutsista TNI
Baru-baru ini, Farah mengungkapkan rasa sedihnya usai melakukan Kunjungan Komisi I ke Korem 072/Pamungkas. Terlebih saat mendengarkan langsung paparan dari Danrem soal Alutsista dan Alhub TNI.
"Sedih rasanya mengetahui alutsista dan alhub yang dimiliki masih produksi lama. Bisa dibilang masuk kategori 'sangat jadul'," tulisnya.
Advertisement
Berikan Dukungan
Tak ingin sedih lama-lama, Farah bersama Komisi I lantas memberikan dukungan. Terlebih pada Korem 072/Pamungkas bisa memperbarui Alutsista dan Alhub yang sudah kuno. Harapannya agar bisa digunakan untuk membangun kekuatan angkatan bersenjata.
"Oleh karena itu, Komisi I memberikan dukungan agar Korem 072/Pamungkas dapat memperbarui alutsista yang digunakan guna pembangunan kekuatan angkatan bersenjata yang berkelanjutan dan pro-aktif dalam upaya pemenuhan kesejahteraan prajurit," lanjutnya.
Advertisement
Peran Penting TNI
Farah juga menyinggung soal peran penting TNI dalam penanganan Covid-19. Dia berharap, rumah sakit TNi di daerah mampu memenuhi standar yang mumpuni. Khususnya pada alat kesehatan serta tenaga medis yang tersebar merata.
"Tidak luput juga peran penting TNI dalam penanganan Covid-19, diharapkan ke depannya rumah sakit milik TNI di daerah dapat memenuhi standar yang mumpuni dan tidak kekurangan baik dalam hal tenaga medis dan pendistribusian alkes yang merata," tutup Farah.
Advertisement
Anak Jenderal Polisi
Farah merupakan anggota termuda di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Di usianya masih 23 tahun kala itu, Farah tercatat sebagai anggota DPR dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Dia masuk ke jajaran kursi DPR usai lulus dari pendidikan S2 nya di Royal Holloway, University Of London.
Gadis kelahiran 2 Januari 1996 ini juga ternyata anak dari seorang Jenderal Polisi. Ayahnya merupakan Irjen (Pol) Muhammad Fadil Imran. Dia adalah seorang perwira tinggi Polri yang kini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sejak 16 November 2020.