Pihak PT Jasa Marga (Persero), secara resmi telah menutup rest area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek secara permanen, sejak Kamis (2412) lalu. Penutupan rest area secara mendadak itupun langsung mengundang beragam pertanyaan masyarakat. Sebab, lokasi tersebut merupakan tempat kejadian perkara (TKP), tewasnya 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI). Anggota laskar FPI itu, disebut tewas ditembak saat melakukan pengawalan terhadap Pimpinan FPI, Rizieq Shihab.
Banyak masyarakat menduga, jika penutupan rest area di KM 50 itu, berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun, pihak Jasa Marga membantah dan mengatakan jika rencana penutupan rest area Tol Jakarta-Cikampek pada KM 50, sudah direncanaan sejak lama.
Mereka menyebut, lokasi itu merupakan penyumbang kepadatan lalu lintas yang cukup besar. Sebab, adanya pertemuan arus lalu lintas antara tol elevated dan tol bawah Japek. Saat ini, kondisi terbaru di rest area tersebut juga sudah nampak sepi dan tak berpenghuni. Berikut potretnya:
Advertisement
Rest Area KM 50 Ditutup Permanen
Dalam foto-foto yang berhasil didapat, nampak lokasi rest area yang berada di Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, jawa Barat itu sudah sepi dan tak berpenghuni. Beberapa kios-kios penjual pun terlihat sudah kosong dan berantakan. Beberapa barang-barang seperti meja dan kursi juga nampak berserakan.
Advertisement
Pihak Jasa Marga Sebut Sudah Rencanakan Penutupan Sejak Lama
Penutupan rest area itu secara permanen pun mengundang berbagai pertanyaan dari masyarakat. Meski begitu, pihak Jasa Marga mengaku jika rencana penutupan itu sudah direncanakan sejak lama. Coorporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwiman Heru mengatakan, jika rencana penutupan itu sudah ada sejak bulan Februari lalu.
"Sejak dioperasikannya Jalan Tol Jakarta Cikampek Elevated pada Desember 2019, khususnya pada masa liburan, kerap terjadi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, arah Cikampek, pada ruas antara KM 48- KM 50," kata Dwiman dalam keterangannya, Jumat (25/12)
Advertisement
Dilakukan Pelebaran Jalan
Lebih lanjut, pihak Jasa Marga mengatakan akan melakukan pembangunan jalur pelebaran di lokasi KM 40-50. Proyek itulah yang membuat pihaknya melakukan relokasi kepada para tenant di rest area KM 50.
"Jasa Marga menyediakan bantuan mobilisasi barang-barang pemilik tenant, dalam rangka memindahkan usahanya dari Rest Area KM 50 A ke KM 71 B," kata Dwiman.
Advertisement
Banyak Barang-Barang Pedagang Berserakan
Meski pihak Jasa Marga mengaku akan membantu proses relokasi terhadap pedagang yang ada di rest area KM 50, namun terlihat beberapa barang-barang seperti lemari dan kulkas milik penjual masih tercecer di depan kios.
Sejak Senin lalu, pihak Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola Ruas Tol Jagorawi, diketahui sudah melakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas khususnya pada lokasi pertemuan lalu lintas (merging) pada On Ramp Gerbang Tol (GT) Cibubur 2.
Uji coba tersebut dilakukan sebagai langkah upaya penguraian kepadatan yang kerap kali terjadi di lokasi tersebut.