6 Fakta Menarik Tentang Tendangan Janin di Dalam Kandungan yang Perlu Diketahui

Menendang bisa menjadi salah satu tanda perkembangan janin yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua ibu selama masa kehamilan.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
6 Fakta Menarik Tentang Tendangan Janin di Dalam Kandungan yang Perlu Diketahui
Ilustrasi janin. ©Shutterstock.com/Timof

Fakta-Fakta tentang tendangan janin di dalam kandungan perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh calon ibu. Menendang bisa menjadi salah satu tanda perkembangan janin yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua ibu selama masa kehamilan.

Gerakan-Gerakan ini bisa menjadi tanda bahwa janin di dalam kandungan bergerak aktif dan juga sehat. Tendangan bayi dianggap sebagai cara bayi berkomunikasi di dalam perut. Tak heran jika momen tersebut sangatlah dinanti dan menjadi hal yang istimewa untuk sang ibu.

Baca juga: Manfaat Gerakan Sholat Dan Penjelasannya Bagi Ibu Hamil

Namun, ternyata ada beberapa fakta menarik yang perlu diketahui mengenai tendangan janin lho. Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman What to Expect:

1. Biasanya Muncul Pada Trimester Kedua

Bagi calon ibu yang baru mengandung anak pertama, pasti sangat menantikan tendangan-tendangan kecil yang diberikan oleh janin. Namun, calon ibu harus sabar karena biasanya tendangan janin baru akan muncul saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.

Umumnya para ibu akan mulai merasakan gerakan janin pada minggu ke-18 dan 22 masa kehamilan. Namun, kondisi ini juga bisa berbeda-beda pada sebagian orang. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor. Mulai dari bentuk tubuh ibu hingga posisi plasenta pada saat itu.

2. Aktif di Waktu Tertentu


Tendangan janin biasanya akan aktif di waktu-waktu tertentu. Terkadang bisa muncul pada malam hari saat sang ibu sudah terlelap, atau saat Anda mengonsumsi makanan. Namun, jangan takut jika tendangan bayi muncul secara tidak konsisten. Hal ini wajar karena gerakan janin memang tidak menentu. Pada minggu-minggu awal gerakan, mungkin Anda tidak merasakan apapun. Seiring berjalannya waktu, Anda  akan mendengar dan merasakan sendiri si kecil menendang beberapa kali dalam sehari.

3. Gerakan Berkurang pada Trimester Ketiga


Pada trimester ketiga kehamilan, biasanya aktivitas tendangan janin sudah mulai menurun. Saat janin tidak menendang bisa jadi ia sedang tertidur. Seperti jika Anda dan suami melakukan hubungan seks yang menyebabkan gerakan serta kontraksi uterus yang disertai orgasme membuat janin tertidur. Jika Anda merasakan adanya penurunan aktivitas dari janin, penting untuk menceritakan hal tersebut kepada dokter saat berkonsultasi.

4. Bisa Dibujuk dengan Makanan


Jika Anda menginginkan janin aktif bergerak, coba bujuk dengan memberikan makanan. Makanan ringan ataupun jus bisa membangunkan janin dari tidurnya dan membuatnya lebih aktif. Selain itu, kenaikan gula darah setelah mengonsumsi makanan juga bisa membuat si kecil menjadi lebih aktif bergerak. 5. Janin tidak Hanya Menendang Siapa sangka jika aktivitas janin di dalam kandungan ternyata tidak hanya menendang, melainkan memukul, berbalik, berguling, menggoyangkan tubuh, dan meregangkan tubuh. Bahkan janin juga bisa mengalami cegukan di dalam rahim. Meski tendanga bayi merupakan hal yang menyenangkan bagi ibu, terkadang tendangan bayi justru terasa sedikit menyakitkan jika janin terlalu aktif. Jika gerakan janin dirasa terlalu menyakitkan, cobalah untuk mengubah posisi agar janin bisa mendapat pesan untuk berhenti. Misal jika Anda sedang berdiri maka cobalah untuk duduk atau berbaring, dan sebaliknya.

6. Tendangan Bisa Dihitung


Setelah usia kehamilan memasuki minggu ke-28, biasanya dokter akan meminta ibu untuk mengamai pergerakan bayi sesekali dalam sehari. Saat bayi menendang, cobalah melihat jam dan hitung setiap kali merasakan pergerakan janin. Idealnya, ibu akan merasakan setidaknya 10 gerakan dalam satu jam kurang. Jika belum mencapai 10 hitungan dalam satu jam cobalah untuk pancing dengan makanan ringan atau jus buah. Jika waktu yang dibutuhkan mencapai dua jam untuk 10 hitungan, segera beritahukan hal tersebut pada dokter.   

Rekomendasi