5 Fakta Infeksi Listeria, Penyakit yang Diduga Bersumber dari Jamur Enoki

Jjamur enoki asal Korea Selatan ini diduga telah tercemar bakteri listeria monocytogenes yang bisa menyebabkan penyakit listeriosis.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
5 Fakta Infeksi Listeria, Penyakit yang Diduga Bersumber dari Jamur Enoki
Ilustrasi jamur enoki. shutterstock

Baru-Baru ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat terkait penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan yang beredar di Indonesia oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian.

Hal ini dikarenakan jamur enoki asal Korea Selatan ini diduga telah tercemar bakteri listeria monocytogenes yang bisa menyebabkan penyakit listeriosis. Bakteri jenis ini sangat rentan pada kesehatan ibu hamil dan orang dengan sistem imun yang rendah.

Lalu apa sebenarnya penyakit listeria itu? Berikut penjelasan mengenai fakta penyakit listeria:

Apa itu listeria?

Dilansir dari laman alodokter, listeria merupakan suatu penyakit infeksi bakteri yang diakibatkan oleh keracunan makanan. Pada dasarnya, menurut ahli gizi Leona Victoria Djajadi mengatakan, semua jenis makanan yang dikonsumsi utamanya makanan mentah pasti terdapat mikro organisme. Salah satunya, bakteri listeria yang sejenis dengan bakteri Salmonella atau E. Coli.

Kehadiran mikro organisme ini tidak dapat dihindarkan. Untuk menghindarinya bisa dilakukan dengan proses handling atau pengemasan saat pengiriman, penyimpanan dan cara masak yang benar.

Outbreak biasanya terjadi karena ada cara penanganan yang salah dari pihak produsen. Misalnya pegawai yang kurang higienis, suhu makanan yang berubah-ubah sehingga memicu pertumbuhan mikro organisme.

Meski bakteri ini tidak berbahaya bagi individu yang sehat, namun bakteri ini cukup berisiko untuk ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Gejala Listeria


Gejala listeria bisa muncul beberapa hari setelah penderita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri listeria. Biasanya gejalanya berupa mual, demam, diare, dan nyeri otot.

Fakta-Fakta tentang Listeria

1. Penyakit Infeksi Bakteri
listeria atau listeriosis adalah infeksi serius yang datang dari bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini berasal dari makanan yang dikonsumsi. 2. Bakteri Listeria Banyak Bersembunyi di Makanan

Listeria umumnya ditemukan pada makanan-makanan yang tidak higienis. Bakteri Listeria monocytogenes bisa ditemukan pada daging yang tidak dimasak dengan benar, susu yang tidak dilakukan pasteurisasi, dan lainnya termasuk jamur enoki yang kini sedang ramai diperbincangkan.

3. Gejala yang Ditunjukkan Bisa Berat Maupun Ringan

Gejala yang ditimbulkan akibat infeksi ini bisa berbeda-beda. Terkandung pada ketahanan tubuh masing-masing orang. Jika seseorang yang sehat mengalami keracunan makanan biasanya akan berdampak pada saluran pencernaan. Seperti, mual, muntah, diare. Hal ini juga bisa disertai demam dan linu pada persendian.Namun, pada beberapa kasus infeksi listeria bisa menyebar ke sistem saraf pada individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Pada kelompok orang tersebut gejalanya bisa berupa kejang, sakit kepala, leher kaku, dan hilang keseimbangan. Sedangkan pada ibu hamil sangat berbahaya untuk janin dalam kandungan karena bisa menyebabkan keguguran, lahir prematur, keguguran, dan infeksi pda bayi baru lahir.

4. Pahami Cara Penularannya

Untuk mengetahui cara penularannya yakni dengan menghindari beberapa makanan yang berisiko memiliki bakteri tersebut. Caranya dengan menghindari konsumsi produk olahan susu yang mentah, pastikan makanan telah dipanaskan dan dimasak dengan matang, cuci peralatan makan dan pastikan selalu higienis, jika menyimpan makanan dalam kulkas pastikan dalam suhu minimal 4 derajat celcius.

5. Pengobatan

Masalah pengobatan bagi penderita listeria akna berbeda-beda sesuai tingkat keparahannya. Namun biasanya pasien akan diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri listeria dalam tubuh terlebih dahulu. Pada kebanyakan kasus, penderita listeria dengan gejala ringan tidak memerlukan pengobatan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, ada pula yang menyebabkan kematian bagi sebagian orang.

Rekomendasi