Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Penyakit Kuning, Ketahui Gejala yang Muncul Serta Cara Mencegahnya

Penyebab Penyakit Kuning, Ketahui Gejala yang Muncul Serta Cara Mencegahnya Ilustrasi penyakit kuning. ©Boldsky

Merdeka.com - Penyebab penyakit kuning dan gejalanya perlu menjadi perhatian Anda. Penyakit kuning sendiri disebabkan oleh berlebihnya zat bilirubin dalam tubuh lantaran tidak mampunya serta kelemahan fungsi organ hati yang bekerja bersama-sama dengan ginjal dalam menyaring zat tersebut.

Pada umumnya, seseorang yang terkena atau menderita penyakit kuning ini akan mengalami beberapa gejala diantaranya adalah warna bagian putih mata yang berubah menjadi kuning. Bahkan sang penderita juga akan mengalami perubahan warna pada kulit dan juga cairan tubuh yang akan menjadi berwarna kuning pula.

Perubahan warna ini terjadi bergantung pada kadar zat bilirubin di dalam tubuh penderita, hal ini telah disebutkan dalam Medical News Today. Apabila kandungan zat bilirubin dalam jumlah sedang, makan akan mengakibatkan warna menjadi kuning. Akan tetapi jika bilirubin ditemukan dengan jumlah yang tinggi maka ia akan mampu mengubah warna kulit tampak cokelat. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ulasan lengkap penyebab penyakit kuning beserta gejala dan cara mencegahnya.

Penyebab Penyakit Kuning

Penyakit kuning merupakan kondisi di mata bagian putih yang ada pada mata serta kulit seseorang berubah warna menjadi kuning. Hal ini mampu terjadi lantaran zat bilirubin yang ada di dalam tubuh tidak dapat diproses secara benar, bukan hanya itu gangguan kesehatan ini juga bisa jadi adalah tanda terdapatnya masalah pada organ hati.

Perlu diketahui, bilirubin adalah limbah yang memiliki warna kuning dan berada di dalam aliran darah setelah zat besi dikeluarkan dari darah. Hati ini akan bertugas dalam menyaring limbah dari organ darah, saat bilirubin mencapai organ hati, bahan kimia akan padanya, lalu suatu zat yang disebut hasil bilirubin terkonjugasi.

Hati menghasilkan empedu yang berupa jus pencernaan, bilirubin yang terkonjugasi akan memasuki empedu kemudian meninggalkan tubuh. Jenis inilah yang pada nantinya akan memberikan warna cokelat pada feses. Jika tubuh memiliki bilirubin dalam jumlah yang berlebihan maka mampu mengakibatkan kebocoran, pada nantinya melebar pada jaringan sekitarnya yang menyebabkan warna kuning pada kulit serta mata manusia. Gangguan kesehatan ini disebut dengan hiperbilirubinemia.

Gejala

Menjadi salah satu gangguan kesehatan dalam tubuh manusia, tentu penyakit kuning memiliki gejala. Berikut adalah gejala umum serta gejala yang ditimbulkan saat memiliki kadar bilirubin rendah:

Gejala umum

1. Semburat kuning pada kulit dan bagian putih mata, biasanya dimulai dari kepala dan menyebar ke bawah tubuh.2. Rasa gatal.3. Urine berwarna gelap.

Gejala penyakit kuning akibat kadar bilirubin yang terlalu rendah

1. Sakit perut.

2. Kelelahan.3. Urine berwarna gelap.4. Demam.5. Muntah.6. Penurunan berat badan.

Faktor dan Risiko

Seringkali, penyakit kuning dapat menyerang manusia akibat adanya kelainan produksi bilirubin dalam jumlah yang terlalu banyak. Penyakit ini juga bisa terjadi lantaran organ hati yang dimiliki tidak dapat membuang zat bilirubin tersebut hingga mengendap di dalam jaringan, berikut adalah kondisi yang dapat menyebabkan penyakit kuning:

1. Peradangan akut pada organ hatiKondisi ini akan dapat mengganggu kemampuan organ hati dalam mengkonjugasi serta mengeluarkan bilirubin, sehingga akan memungkinkan untuk terjadinya penumpukan.

2. Peradangan pada saluran empeduHal tersebut dapat mencegah sekresi empedu dan pengeluaran bilirubin, maka dapat menyebabkan penyakit kuning terjadi pada seseorang.

3. Obstruksi saluran empedu Gangguan kesehatan ini mampu mencegah organ hati membuang bilirubin.

4. Anemia hemolitikProduksi bilirubin akan menjadi meningkat pada waktu sejumlah besar sel darah merah dipecahkan.

5. Sindrom GilbertMerupakan kondisi bawaan yang dapat mengganggu kemampuan enzim untuk memproses ekskresi empedu.

6. CholestasisHal ini mengganggu aliran empedu dari organ hati. Empedu yang mengandung bilirubin terkonjugasi tetap di organ hati dan tak diekskresikan.

Adapun beberapa kondisi yang jarang terjadi seperti berikut:

1. Sindrom Crigler-NajjarIni merupakan kondisi yang diturunkan dan dapat merusak enzim spesifik yang bertugas sebagai penanggung jawab dalam memproses bilirubin.

2. Sindrom Dubin-JohnsonMerupakan bentuk penyakit kuning kronis yang diwarisi yang dapat mencegah bilirubin terkonjugasi agar tidak dikeluarkan dari sel-sel hati.

3. PseudojaundiceAdalah suatu bentuk penyakit kuning yang tidak berbahaya. Kulit yang menguning dihasilkan dari kelebihan beta-karoten, bukan dari kelebihan bilirubin. Biasanya, pseudojaundice muncul saat seseorang memakan wortel, labu, atau melon dalam jumlah banyak dan cukup besar.

Cara Pencegahan Penyakit Kuning

Diketahui, penyakit kuning ini memiliki hubungan erat dengan fungsi organ hati manusia. Untuk itu sangat disarankan agar selalu menjaga kesehatan dengan menjaga makan-makanan bergizi seimbang. Anda juga perlu melakukan olahraga secara teratur demi menjaga organ-organ dalam tubuh.

Kemudian yang paling terpenting dalam menjaga fungsi organ tubuh agar tidak rusak, adalah dengan menghindari konsumsi minuman atau makanan yang mengandung alkohol, ini mampu merusak fungsi organ hati menjadi rusak.

(mdk/bil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP