Niat Shalat Qobliyah Dzuhur 4 Rakaat, Lengkap dengan Niat Ba'diyah

Senin, 8 Agustus 2022 10:55 Reporter : Kurnia Azizah
Niat Shalat Qobliyah Dzuhur 4 Rakaat, Lengkap dengan Niat Ba'diyah ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Shalat sunnah merupakan penunjang bagi shalat fardhu. Seperti diketahui, shalat adalah ibadah wajib yang harus dilakukan umat Islam.

Meski demikian, ada jenis shalat fardhu yang wajib dikerjakan dan ada shalat sunnah yang tak wajib namun jika dikerjakan akan menambah pahala.

Terdapat sejumlah shalat sunnah yang bisa ditunaikan untuk mengiri kesempurnaan shalat fardhu. Salah satunya adalah shalat qobliyah dzuhur dan ba'diyah dzuhur.

Untuk lebih jelas, simak selengkapnya berikut ini niat shalat qobliyah dzuhur lengkap dengan ba'diyah dzuhur, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Senin (8/8).

2 dari 5 halaman

Mengenal Qobliyah Dzuhur dan Badiyah Dzuhur

ilustrasi sholat
©2021 Merdeka.com/pexels-thirdman

Sebagai permulaan akan dijelaskan terlebih dahulu terkait shalat sunnah. Terdapat empat kategori shalat sunnah.

Pertama shalat sunnah muaqqat, di antaranya shalat dhuha, witir, syuruq, zawal, shalat ied dan rawatib (sesudah dan sebelum shalat fardhu). Kedua shalat sunnah karena telah terjadi sesuatu (dzu sababin mutaqaddimin) contoh, shalat tahiyyatul masjid, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah hifdhil qur'an, istisqa' dan sebagainya.

Ketiga shalat sunnah karena menginginkan sesuatu (dzu sababin mutaakhhirin) yakni shalat istikharah, shalat taubah, sebelum ihram. Keempat, shalat sunnah mutlaq, yaitu shalat yang tidak tergantung oleh sebab maupun waktu.

Shalat qobliyah dzuhur sendiri termasuk dalam sunnah muaqqat atau shalat yang ditentukan waktunya. Diantara shalat sunnah muaqqat adalah shalat sunnah rawatib, yakni shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu.

Termasuk di dalamnya shalat sunnah qobliyah dan ba'diyah. Dinamakan qobliyah karena shalat sunnah ini dilakukan sebelum shalat fardhu. Lalu dikatakan ba'diyah karena shalat ini dilakukan setelah shalat fardhu.

"Diriwayatkan dari 'Aisyah, bahwasanya Nabi saw tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum shalat Zhuhur dan dua rakaat sebelum shalat Shubuh." (HR. al-Bukhari dan Abu Dawud)

Melansir dari NU online, baik qobliyah dan ba'diyah sebaiknya dikerjakan secara munfarid atau sendiri dan tidak dianjurkan berjamaah. [kur]

Baca juga:
Amalan Sunnah di Hari Asyura 8 Agustus, Wajib Diketahui Umat Muslim

3 dari 5 halaman

Dasar Hukum Shalat Qobliyah Dzuhur dan Badiyah

ilustrasi sholat dhuha
©2020 Merdeka.com

Adapun shalat sunnah yang mengiringi shalat dzuhur, yakni qobliyah dan ba'diyah. Shalat sunnah qobliyah dzuhur empat rakaat dilakukan sebelum shalat fardhu dzuhur dengan cara dua kali salam, yaitu sekali shalat dua rakaat.

Hal tersebut atas dasar tindakan Nabi Muhammad SAW yang selalu menunaikan dan jarang sekali meninggalkannya. Itupun sebagai petunjuk bagi umatnya bahwa empat rakaat sebelum dan sesudah dzuhur hukumnya sunnah muakkadah atau shalat sunnah yang sangat dianjurkan.

Sebuah hadits menerangkan sebagai berikut:

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

"Barangsiapa melaksanakan empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka." (H.R. Tirmidzi)

Memiliki nama serupa, rawatib atau shalat sunnah disebelum dan sesudah fardhu, qobliyah dan ba'diyah itu kata yang mensifati (waktu dikerjakannya) shalat.

Sehingga dipahami bahwa shalat sunnah yang ditunaikan sebelum dan sesudah shalat fardhu disebut sebagai shalat Rawatib. Jika dilaksanakan sebelum shalat fardu, maka disebut sebagai shalat sunnah Qobliyah. Sedangkan jika dikerjakan setelah shalat fardu, maka disebut sebagai shalat sunnah Ba'diyah.

Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda;

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ قَالَهَا ثَلَاثًا قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ

Artinya: “Di antara setiap dua adzan (adzan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).”

Rasulullah mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.”

Lalu ada juga dari Abdullah bin Umar RA yang berkata: “Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa salat sunnat sepuluh rakaat yaitu; dua rakaat sebelum salat zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah salat maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah salat isya' di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum salat subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 937, 1165, 1173, 1180 dan Muslim no. 729).

4 dari 5 halaman

Waktu Sholat Qobliyah Dzuhur dan Badiyah

ilustrasi sholat
©2020 Merdeka.com

Mengenai waktu pelaksanaan sholat qobliyah dzuhur dan ba'diyah dzuhur, disesuaikan berdasarkan pernyataan berikut.

Ibnu Qudamah berkata: "Setiap sunah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu salat fardhu hingga salat fardhu dikerjakan, dan salat rawatib ba'diyah maka waktunya dimulai dari selesainya salat fardhu hingga berakhirnya waktu salat fardhu tersebut.“ (Al-Mughni 2/544).

Shalat sunah rawatib mu'akkad baik qobliyah maupun ba'diyah sangat dianjurkan untuk ditunaikan. Mengenai jumlah rakaatnya, terdapat 12 rakaat dengan pembagian.

Berikut jumlah shalat sunah rawatib muakkad, sebagaimana tertulis dalam hadist riwayat at-Tirmidzi nomor 414:

  • 2 rakaat sebelum sholat Shubuh.
  • 4 rakaat sebelum sholat Zuhur.
  • 2 rakaat sesudah sholat Zuhur.
  • 2 rakaat sesudah sholat Maghrib.
  • 2 rakaat sesudah sholat Isya'.

Dari Aisyah RA, ia berkata; Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada salat sunah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum zuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa'i no. 1794).

Baca juga:
Amalan Sunnah di Hari Asyura 8 Agustus, Wajib Diketahui Umat Muslim

5 dari 5 halaman

Niat Sholat Qobliyah Dzuhur dan Badiyah Lengkap

ilustrasi sholat
©2021 Merdeka.com/pexels-ali-arapoğlu

Adapun bacaan niat sholat qobliyah dzuhur sebagai berikut:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuhri rok'ataini qabliyatan mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala

Artinya: Aku niat shalat qabliyah zuhur dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta'ala.

Hadits sebelumnya juga menyebutkan bahwa ba'diyah zuhur juga empat rakaat, yang dilakukan selepas shalat zuhur dengan dua kali salam.

Adapun bacaan niat shalat ba'diyah dzuhur sebagai berikut:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala

Artinya: Aku niat shalat qabliyah zuhur dua raka'at menghadap kiblat karena Allah ta'ala.

Baca juga:
Amalan Sunnah di Hari Asyura 8 Agustus, Wajib Diketahui Umat Muslim

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini