Mengetahui Gejala Stunting hingga Penyebabnya Pada Anak, Pahami Cara Mencegahnya
Merdeka.com - Memiliki buah hati yang tumbuh dengan sehat dan baik merupakan impian bagi setiap orang tua. Setiap orang tua tentu ingin melihat putra-putrinya berkembang dengan cerdas, terampil, dan berkualitas.
Kendati demikian, tumbuh dan kembang mereka di masa awal kehidupan rentan mengalami gangguan. Masalah tersebut lah yang kemudian disebut dengan istilah gejala stunting.
Singkatnya, stunting adalah gangguan pertumbuhan yang mengakibatkan seorang anak memiliki pertumbuhan yang cukup lambat dan tidak sesuai dengan usianya. Hal ini tentu membuat mereka mengalami kondisi yang tak ideal. Stunting pun dapat diamati melalui beberapa gejalanya yang muncul pada anak.
Mengenai penyebabnya, disebut terdapat sejumlah hal yang dapat memunculkan stunting pada anak sejak dini. Maka dari itu, rasanya penting bagi setiap orang tua maupun pasangan suami istri muda untuk mengetahui berbagai hal mengenai stunting. Terlebih, para orang tua wajib untuk mengetahui cara mencegah stunting pada anak yang dapat dilakukan sejak dini atau di dalam kandungan.
Melansir dari berbagai sumber, Kamis (9/2/23), berikut ulasan selengkapnya untuk Anda mengenai gejala stunting hingga cara mencegahnya.
Pengertian Stunting
Sebelum mengetahui gejala stunting, alangkah baiknya jika Anda mengenal pengertiannya terlebih dahulu. Melansir dari laman promkes.kemkes.go.id, stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada anak.
Umumnya, hal tersebut dapat terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang dan lama. Biasanya pula, hal tersebut dapat dipicu lantaran asupan yang diberikan kepada anak kurang atau bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi mereka.

© unsplash.com/Vanessa Loring
Sementara itu, UNICEF menjabarkan bahwa kondisi stunting identik dengan persentase anak-anak usia 0 hingga 59 bulan yang memiliki tinggi badan tak sesuai umurnya. Tinggi anak yang stunting cenderung di bawah minus dengan sebutan stunting sedang dan berat.
Sementara minus tiga pada anak denga stunting kronis. Pengukuran tersebut yakni tak lain menggunakan indikator standar yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).
Selain masalah tinggi badan, stunting juga kerap dikaitkan dengan gangguan perkembangan otak. Anak yang memiliki gejala stunting cenderung mengalami perkembangan otak, kemampuan mental, serta proses pembelajaran yang kurang maksimal.
Gejala Stunting
Setelah mengetahui pengertiannya, maka hal selanjutnya yang perlu dipahami adalah gejala stunting. Beberapa gejala stunting tersebut biasanya tak nampak pada anak yang masih di dalam kandungan atau baru lahir.
Namun, gejala stunting tersebut diklaim mulai dapat terlihat sejak anak mulai menginjak usia 2 tahun. Pada momen tersebut, berbagai aktivitas anak setelah dilahirkan dapat diamati dan diperbandingkan dengan daftar gejala stunting.

©2022 Merdeka.com/Freepik
Adapun daftar dari beberapa gejala stunting yang patut diketahui setiap orang tua yakni sebagai berikut.
- Anak memiliki tingga badan yang lebih pendek daripada anak-anak lain seusianya.
- Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
- Anak cenderung memiliki berat badan rendah bagi anak seusianya.
- Anak mengalami proses pertumbuhan tulang dan gigi yang cenderung tertunda.
- Anak seringkali merasa kesulitan dalam proses pembelajaran, baik pada tahapan pemula maupun lanjutan.
Penyebab Stunting

©2021 Merdeka.com/Fimela.com
Sementara itu, gejala stunting juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya yakni sebagai berikut.
Cara Mencegah Gejala Stunting

pexels-Cottonbro
Berikut ini adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi stunting:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya