Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketahui Penyebab Bisul di Pantat, Lengkap dengan Cara Mencegah & Mengatasinya

Ketahui Penyebab Bisul di Pantat, Lengkap dengan Cara Mencegah & Mengatasinya Ilustrasi bisul. google

Merdeka.com - Muncul bisul di area pantat memang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderita. Seperti ketika sedang duduk hingga berbaring sekali pun. Bisul merupakan infeksi kulit berisi nanah yang biasanya berkembang di sekitar folikel rambut. Pada umumnya, bisul berbentuk benjolan kecil berwarna kemerahan dan terasa nyeri ketika disentuh.

Bisul sebenarnya bisa terjadi di mana saja, tidak harus di area pantat. Terkadang, bisul kerap disalah artikan sebagai jerawat biasa. Padahal, bisul dapat berisiko mengembangkan infeksi bila tidak ditangani dengan tepat.

Ada berbagai faktor penyebab bisul di pantat. Namun, sering kali bakteri Staphylococcus aureus menjadi penyebab munculnya bisul. Lantas apa saja penyebab bisul di pantat beserta cara mencegah dan mengatasinya? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (25/11), simak ulasan informasinya berikut ini.

Tanda Bisul Muncul di Pantat

Sebelum membahas penyebab bisul di pantat, ada baiknya untuk mengetahui tanda bisul muncul di pantat. Melansir dari halodoc, tidak sulit sebenarnya mengidentifikasi bisul yang muncul di pantat. Umumnya, bisul ditandai dengan munculnya benjolan berwarna merah, lunak dan terasa nyeri ketika disentuh.

Kulit di sekitar area benjolan juga terkadang tampak bengkak dan kemerahan. Pada umumnya, ukuran bisul hanya berukuran kacang polong. Akan tetapi, benjolan bisul lama kelamaan bisa semakin membesar dan mengeras.

Bisul yang pecah biasanya akan mengeluarkan cairan berwarna bening, kuning atau putih (nanah). Namun, bisul terkadang juga tidak pecah dan semakin lama akan berkerak di atas benjolan. Apabila memiliki ukuran cukup besar, bisul di pantat cenderung mudah pecah. Khususnya ketika kalian tengah duduk maupun berbaring.

Penyebab Bisul di Pantat

Usai mengetahui tanda bisul muncul di pantat, kini saat membahas penyebab bisul di pantat yang perlu diketahui. Pada umumnya, bisul disebabkan oleh infeksi Staphylococcus aureus. Jenis bakteri lainnya juga bisa menjadi penyebab bisul di pantat. Terlebih jika bakteri tersebut masuk ke folikel rambut atau kelenjar minyak. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko seseorang lebih rentan terkena bisul. Berikut faktor-faktor risikonya:

  • Tidak menjaga kebersihan tubuh dengan baik.
  • Kontak dekat dengan orang lain yang mempunyai bisul. Staphylococcus aureus dan bakteri resisten lainnya bisa ditularkan melalui orang ke orang.
  • Pernah mengalami bisul sebelumnya dan sangat umum apabila bisul dapat muncul kembali.
  • Mengidap eksim, psoriasis atau iritasi kulit yang memungkinkan bakteri masuk ke jaringan kulit lebih dalam.
  • Mengidap ADB, diabetes, kegemukan atau HIV.
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Cara Mencegah Munculnya Bisul

    Mengetahui penyebab bisul di pantat saja belum cukup. Kalian juga perlu mengetahui cara mencegah munculnya bisul. Karena bakteri penyebab bisul sangat menular, sangat penting bagi kalian untuk menjaga kebersihan tubuh sebaik mungkin. Ketika memiliki bisul, ada baiknya menghindari kontak dengan orang lain. Tujuannya agar kalian tidak menularkan bakteri penyebab bisul ke orang tersebut. Adapun beberapa cara mencegah munculnya bisul yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:

  • Cuci tangan secara rutin khususnya sebelum makan, setelah dari toilet maupun saat tangan terasa kotor.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika tidak tersedia air, bisa menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol.
  • Mandi secara teratur.
  • Cuci semua pakaian, handuk hingga barang-barang pribadi lainnya. Akan lebih baik lagi apabila kalian mencucinya menggunakan air hangat.
  • Membersihkan setiap permukaan seperti meja, gagang pintu, bak mandi hingga dudukan toilet.
  • Hindari kontak kulit dengan pengidap bisul atau seseorang yang terinfeksi Staphylococcus aureus.
  • Hindari penggunaan barang pribadi secara bersama-sama. Seperti pakaian, handuk hingga pisau cukur.
  • Melindungi dan menutup semua luka kulit yang terbuka.
  • Cara Mengatasi Bisul secara Mandiri

    Melansir dari Alodokter, penderita bisa mengatasi atau mengobati bisul secara mandiri. Cukup berikan kompres hangat ke area munculnya bisul selama 30 menit sebanyak 4 kali setiap harinya. Untuk meredakan nyeri akibat bisul, kalian bisa mengonsumsi obat pereda nyeri misalnya seperti paracetamol. Hindari mencoba mengeluarkan cairan nanah sendiri di rumah. Terutama dengan cara menekan atau menusuk bisul dengan benda tajam. Baik itu dengan jarum, pinset hingga benda tajam lainnya.Selain bisa melukai pembuluh darah, tindakan tersebut juga bisa menyebabkan infeksi bertambah parah. Apabila bisul pecah, tutuplah bisul dengan kasa steril. Kemudian segera konsultasikan ke dokter untuk mencegah komplikasi. Akan tetapi, pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter diperlukan apabila kondisi bisul sebagai berikut:

  • Bisul disertai demam
  • Bisul berukuran lebih besar dari 1 cm
  • Bisul semakin besar dan nyeri
  • Bisul muncul berulang
  • Cara Menangani Bisur yang Parah

    Di beberapa kondisi, dokter akan menyarankan kepada penderita untuk menjalani prosedur operasi untuk mengeluarkan nanah pada bisul. Sebelum operasi dilakukan, pasien akan diberikan obat bius di sekitar bisul terlebih dahulu oleh dokter untuk menimbulkan efek mati rasa. Kemudian dokter akan membuat sayatan pada bisul guna mempermudah mengeluarkan nanah. Lubang bekas sayatan tersebut lantas dimasukkan alat khusus agar sisa-sisa nanah bisa dikeluarkan. Alat itu akan dicabut usai produksi nanah tinggal sedikit. Biasanya, luka bekas operasi akan sembuh dalam kurun waktu 10-14 hari. Setelah operasi, pasien juga masih tetap perlu mengonsumsi antibiotik untuk mencegah penyebaran infeksi. Selain itu, pasien juga perlu mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meringankan rasa sakit.

     

    (mdk/tan)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP