Kesaksian WNI: Tersiksa Akibat Merebaknya Virus Corona di Wuhan, China

Minggu, 26 Januari 2020 11:18 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Kesaksian WNI: Tersiksa Akibat Merebaknya Virus Corona di Wuhan, China ilustrasi virus. ©2015 Merdeka.com/ www.rantlifestyle.com

Merdeka.com - Wuhan menjadi kota awal kemunculan virus corona yang kini tengah merebak. Hingga kini, dilansir dari Liputan6 ada sebanyak 41 korban meninggal akibat virus corona. Terkait hal ini, pemerintah China mengambil langkah mencegah penyebaran virus ini degan berbagai cara.

Beberapa wilayah di kota China bahkan diisolasi untuk menghindari virus menyebar, salah satunya di Wuhan. Hal ini menyebebabkan para WNI yang berada di kota tersebut seolah terjebak. Berikut ulasannya:

1 dari 6 halaman

Ada WNI Terjebak di Wuhan

terjebak di wuhan rev2

Berdasarkan catatan PPI Wuhan, diketahui ada sekitar 93 Warga Negara Indonesia atau WNI yang tinggal di Wuhan, sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa. Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang sedang berkunjung di kota ini.

2 dari 6 halaman

Seperti Kota Mati

mati rev2

Hari Raya Imlek yang biasanya dijadikan sebagai ajang mudik besar-besaran di China ini juga mendadak sepi. Banyak pemudik tak bisa masuk ke Wuhan dan sebaliknya. Dilansir dari Liputan6 seorang mahasiswi di Universitas Hubei mengatakan jika pada Hari Raya Imlek ini suasana kota terlihat sangat sepi.

"Biasanya memang di mana-mana kita melihat pasti ada hiasan Imlek, lampion digantung di mana-mana, khas sekali. Sangat meriah suasananya dan biasanya di mal-mal itu banyak yang diskon. Saat Imlek, semua barang-barang di mal bakalan murah tapi karena kejadian ini malah sebaliknya. Suasana kota semakin sepi," kata Siti Mawaddah dikutip dari Liputan6 Minggu, (26/1).

3 dari 6 halaman

Kebijakan Lockdown

rev2

Untuk mencegah penyebaran virus ini lebih luas, pemerintah China menerapkan kebijakan lockdown sejak tanggal 23 Januari kemarin. Siti mengatakan jika kondisi jalanan di Wuhan sudah sangat sepi, transportasi umum sudah dibatasi, dan mobil mulai jarang terlihat berlalu-lalang. Hal ini menunjukkan sebuah perubahan yang signifikan dari kota Wuhan yang sejatinya merupakan kota metropolitan.

"Saya melewati kota, sepanjang jalan saya melihat keadaan sepi enggak seperti biasanya kota Wuhan ramai dan penuh. Tapi ini waktu itu sudah sepi seperti kota mati," ujar Siti

4 dari 6 halaman

Banyak WNI Terjebak

Selain di Wuhan, banyak juga WNI yang sedang berkunjung ke kota lain di China tidak bisa kembali ke Wuhan karena adanya lockdown.

"Ada juga mahasiswa Wuhan yang sedang berada di Beijing atau Shanghai yang tidak bisa kembali. Ada juga turis dari Indonesia, dia berlibur di Wuhan. Pokoknya sudah terjebak semua di kota Wuhan. Enggak boleh ke mana-mana," ungkap Siti dikutip dari laman Liputan6.

5 dari 6 halaman

Berharap Dievakuasi

Siti juga berharap jika pemerintah segera mengevakuasi warganya dari Wuhan.

"Kami sangat berharap dari pihak pemerintah Indonesia bisa melakukan evakuasi bagi WNI yang berada di kota Wuhan karena penyebaran virus ini makin memburuk," tutup Siti.

6 dari 6 halaman

Tidak ada WNI yang Terjangkit Corona

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing terus memonitor kondisi WNI yang ada disana. Mereka juga mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ada WNI yang terkena virus ini.

"Sejauh ini berdasarkan pemantauan KBRI Beijing, tidak terdapat masyarakat Indonesia yang terjangkit pnemeonia dimaksud, baik di Wuhan maupun daerah lainnya," jelas pihak KBRI Beijing dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/1/2020) waktu setempat.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini