Jago Nyalip, Cerita Mbah Datuk Sering Tolak Pemberian Rokok dari Sopir Bus Lain
Merdeka.com - Baru-baru ini sosok sopir mobil Elf antar kota menjadi sorotan. Dia adalah Mbah Datuk. Mbah Datuk merupakan seorang pria paruh baya yang bekerja menjadi seorang sopir yang andal. Mbah Datuk mengendarai mini bus Elf mengangkut para penumpang antar kota.
Mbah Datuk ini merupakan sopir yang pintar dalam melakukan manuver menyelip di jalanan. Bahkan ia juga kerap kali mendapatkan 'sogokan' dari sopir bus lainnya. Penasaran? Simak ulasan sosok viral Mbah Datuk si sopir bus andal satu ini.
Sering Dikasih Rokok sebagai Sogokan agar Tidak Menyalip
Mbah Datuk membagikan kisah perjalanannya selama menjadi sopir mini bus di bawah naungan sebuah perusahaan. Banyak yang tak mengetahui, bahwa pengalaman menyopir di lapangan itu ada hal yang menarik.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa Mbah Datuk ini memiliki keahlian manuver menyalip bus dari perusahaan lain yang biasa disebut dengan istilah lain bendera. Memiliki keahlian itu, ia bahkan kerap kali 'disogok' oleh sopir dari bus lain.

Youtube/Kevin Sebastian©2021 Merdeka.com
Rokok adalah sogokan yang diberikan kepada sopir bus lain untuk Mbah Datuk. Hal ini dilakukan agar Mbah Datuk tidak menyalip bus (bendera lain) sehingga mereka tetap mendapatkan penumpang.
"Saya itu sering mas, ini lain bendera, ini lain bendera saya diapit. Mobil dua itu ngasih saya rokok. Yang belakang sama depan itu pasti ngasih rokok supaya saya enggak ngedrag. Lah yang depan supaya saya enggak nyalip," ungkap Mbah Datuk menceritakan seperti terlihat dalam unggahan saluran Youtube Kevin Sebastian.
Tolak dan Tak Pernah Mau Pemberian Rokok dari Sopir Lain
Namun, Mbah Datuk nyatanya memiliki jiwa yang sangat profesional dalam pekerjaannya. Ia tak mau 'disogok' dengan begitu saja oleh sopir-sopir lain.
Mbah Datuk tanpa pikir panjang, selalu tak mau menerima pemberian rokok dari sopir lain. Sebab, selain menjaga profesionalismenya Mbah Datuk juga menjaga aturan-aturan yang sudah diterapkan di perusahaan tempat ia bekerja.

Youtube/Kevin Sebastian©2021 Merdeka.com
Apabila ia menerima pemberian rokok tersebut, Mbah Datuk berarti melakukan pelanggaran. Hal ini akan membuat Mbah Datuk mendapatkan hukuman.
"Tapi saya ndak pernah saya ambil ini rokok. Kalau rokok itu saya ambil, saya enggak ada harga diri terus kalau ketahuan orang kantor saya pasti dimarahi. Sanksi, iya sanksi. Lain bendera," ungkap Mbah Datuk.
Setiap Sopir Mendapatkan Kontrol dari Perusahaan
Mbah Datuk juga menceritakan bahwa setiap sopir itu dikontrol oleh perusahaan. Perusahaan akan mengetahui bahwa kendaraan yang dikendarai diharuskan menyalip, namun tidak menyalip.
Dan perlu diketahui bahwa di setiap terminal sudah dilengkapi dengan seorang mandor yang mengawasi. Nah apabila semua kecurangan tersebut ketahuan oleh mandor, maka akan dilaporkan pihak perusahaan.

Youtube/Kevin Sebastian©2021 Merdeka.com
Berbeda urusan apabila Mbah Datuk diberi rokok oleh orang lain, seperti misalnya penumpang. Itu malah akan membuat dirinya aman dari panggilan kantor.
"Di terminal kan ada mandorannya juga mas. Nah mulut itu kan biasalah, akhirnya saya (kalau menerima sogokan rokok) dipanggil kantor. Tapi saya enggak ngambil, saya enggak minta gitu loh. Kecuali saya dikasih orang lain, dikasih penumpang ndak papa. Tapi driver lain bendera, saya enggak mau," tegasnya dengan jelas.
(mdk/bil)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya