Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Foto Banjir Jakarta ini Jadi Sorotan, Bak Beda Kehidupan

Foto Banjir Jakarta ini Jadi Sorotan, Bak Beda Kehidupan Banjir Jakarta. Twitter @hhaanniiyy ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak akhir tahun 2019, sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya masih terendam banjir. Hal ini lantaran hujan terus mengguyur wilayah pusat bisnis dan pemerintahan Indonesia dan sekitarnya ini.

Kendati begitu, beberapa wilayah di Jakarta tergolong aman dari terjangan banjir. Padahal, daerah sekitarnya terendam banjir. Mengetahui adanya fakta tersebut, netizen berhasil mengabadikan fenomena yang tak biasa ini.

Di media sosial twitter, ramai foto yang memperlihatkan wilayah terkena banjir dan tidak. Bak beda kehidupan, dua lokasi tersebut terlihat begitu kontras. Berikut ulasannya:

Wilayah Kena Banjir & Tidak Terlihat Sangat Jelas

Dikutip dari akun Twitter @hhaanniiyy, terlihat sangat jelas kontras wilayah yang terkena banjir dan tidak. Di bagian kanan foto, tampak ada genangan air berwarna cokelat keruh yang sangat besar. Ya, genangan air itu merupakan banjir yang sedang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

banjir jakarta

Twitter @hhaanniiyy 2020 Merdeka.com

Tak hanya itu, di bagian atas foto juga tampak sebuah masjid yang turut menjadi korban banjir Jakarta. Berbeda dari kedua wilayah tersebut, di bagian kiri dan bawah foto terlihat dengan jelas bila area itu terbebas dari derasnya arus banjir. Bahkan, kolam renang di area tersebut sangatlah jernih, berbanding terbalik dengan air luapan banjir yang ada di sebelahnya.

Data Korban Terkini

Terhitung sudah empat hari sejak malam Tahun Baru, wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam banjir. Ini merupakan salah satu banjir terparah yang menerjang mantan ibu kota Indonesia dan sekitarnya ini. Nahas, banjir yang melanda sejak empat hari lalu ini harus memakan korban. Data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pagi ini tercatat setidaknya ada 43 orang meninggal dunia. "Data terbaru kami mencatat 43 jiwa sejabodetabek," kaya Agus lewat siaran pers diterima hari ini.banjir di jakarta barat

2020 Merdeka.com

Untuk di wilayah Jakarta sendiri, tercatat total ada 9 korban jiwa. Rinciannya, Jakarta Pusat 1 jiwa, Jakarta Barat 1 jiwa, dan Jakarta Timur 7 jiwa. Sedangkan untuk Kota Depok total 3 jiwa, Kota Bekasi 3 jiwa, Kota Bogor 1 jiwa, Kota Tangerang 1 jiwa, Kota Tangerang Selatan 1 jiwa, dan Kabupaten Bekasi 1 jiwa."Tercatat korban jiwa terbanyak di Kabupaten Bogor yakni 16 jiwa, dan Kabupaten Lebak sebanyak 8 jiwa," terang Agus.

Banjir Imbas dari Hujan Ekstrem

Volume curah hujan yang tinggi dikatakan sebagai salah satu penyebab utama terjadinya banjir kali ini. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang mengguyur Jakarta mencapai 377mm.hujan jakarta

2013 Merdeka.com/imam buhori

"Pertama, curah hujan yang tinggi, bayangkan ya normalnya itu 50mm-100mm, ini menurut BMKG, itu saja sudah lebat," kata Menteri PUPR Basoeki Hadimuljono.BMKG juga memperkirakan jika hujan akan terus turun hingga satu minggu ke depan.

Normalisasi Belum Tuntas

Penyebab lainnya yaitu normalisasi kali ciliwung yang belum tuntas dikerjakan. Seperti yang diketahui normalisasi Ciliwung merupakan proyek yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi lebar sungai menjadi 35-50 meter, dengan mengharapkan kapasitas tampung air Sungai Ciliwung meningkat dari 200 m3/detik menjadi 570 m3/detik.air kali ciliwung mulai meluap

2020 Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses normalisasi yaitu lahan yang sempit. Sekarang ini banyak rumah-rumah warga yang berdiri bahkan berada di palung sungai."Karena lebarnya sungai Ciliwung sudah sempit, jadi gimana itu, lebarnya sudah berkurang, berarti harus kita lebarkan lagi. Tapi sekarang rumah itu bukan di bantaran, tapi sudah ke palung sungainya, ini juga bukan hal yang mudah," ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kawasan Resapan Air Jakarta Berubah Jadi Beton

Tak hanya itu saja, resapan air di wilayah Jakarta semakin minim. Sebagai pusat pemerintahan dan pusat perekonomian Indonesia pembangunan yang dilakukan di Jakarta memang bisa dibilang masif setiap tahunnya. jakarta

2015 merdeka.com/imam buhori

Akibat kondisi ini, ruang terbuka hijau atau RTH yang berperan sebagai kawasan resapan air berkurang sehingga banjir menjadi langganan bagi Jakarta setiap tahunnya.

Campur Tangan Manusia

Mengetahui sejumlah wilayah di negaranya terkena banjir besar, Presiden Joko Widodo lantas buka suara. Presiden Indonesia ini mengatakan, banjir yang merendam sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya ini imbas dari rusaknya ekosistem dan ekologi. Jokowi menilai, banjir juga terjadi akibat kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. presiden jokowi rayakan tahun baru di yogyakarta

2020 Merdeka.com

"Karena ada yang disebabkan oleh kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada. Tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-di mana banyak hal," ucap Presiden Jokowi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta pada Kamis (2/1) lalu.

Dampak Bajir Jakarta Tahun 2020

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kejadian banjir terimbas terhadap berbagai aktivitas bisnis di Jakarta dan sekitarnya. Termasuk arus logistik juga terganggu, mengingat beberapa kawasan ruas tol juga terkena banjir.jakarta

2015 merdeka.com/imam buhori

"Hari libur tahun baru seperti ini biasanya omzet restoran, kafe, pusat perbelanjaan termasuk UKM di tempat tujuan wisata biasanya naik, namun dengan banjir ini praktis omzet menurun," kata Sarman melalui keterangan resminya, Rabu (1/1).Mengingat sejumlah pusat perbelanjaan, jalan tol, SPBU hingga bandara luluh lantah diterjang kuatnya arus banjir ini. Akibatnya, aktivitas bisnis lumpuh karena berbagai akses lalu lintas terganggu dan pemadaman listrik untuk menghindari korsleting.

(mdk/tan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP