Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Eks Napi Bongkar Kerasnya Hidup Dalam Penjara, Kalau Mau Makan Enak Harus Jadi Jagoan

Eks Napi Bongkar Kerasnya Hidup Dalam Penjara, Kalau Mau Makan Enak Harus Jadi Jagoan Kerasnya Hidup Dalam Penjara. Kanal YouTube Bincang Ranjang ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kehidupan di penjara disebut keras dan mengerikan. Tak jarang orang berusaha keras bisa segera keluar penjara agar bebas dari peliknya kehidupan di dalam bui.

Seorang mantan narapidana perampokan menceritakan kisahnya di dalam penjara. Pablo, nama samaran dari pria mantan napi ini mengungkapkan kejamnya bertahan hidup di penjara. Baik dari transaksi seks, hingga perpeloncoan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Bagi mereka, perpeloncoan merupakan hal yang lumrah terjadi di dalam penjara. Terutama bagi para penghuni yang baru masuk, serta kasus pelecehan seksual terhadap anak kecil. Mereka benar-benar dokerjain.

Penasaran dengan kisahnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dikutip dari kanal YouTube Bincang Ranjang, Jumat (17/6).

Kerasnya Hidup Dalam Penjara

kerasnya hidup dalam penjara

Kanal YouTube Bincang Ranjang ©2022 Merdeka.com

Demi bertahan hidup, aksi perpeloncoan dinilai sebagai hal yang wajib dilakukan oleh para narapidana. Bahkan hal itu perlu dilakukan demi bisa makan enak.

"Kalau dibilang kebutuhan kehidupan di penjara itu memang keras, kalau enggak keras enggak bisa dapat makan. Di penjara memang dapat makan, tapi kan enggak seberapa layak. Kalau kita mau makan enak, kita wajib keras," kata Pablo.

Tindak kekerasan dan penganiayaan terutama dialami oleh para napi yang baru masuk di Lapas, atau terkadang anggota baru pindahan dari penjara lain.

"Kita nyari tahanan yang baru masuk, kita mintain duitnya," ungkap Pablo.

"Itu benar-benar terjadi, wajib itu. Sama rata. Intinya kita wajib nyari duit, kasarannya enggak di luar, enggak di dalam ya sama saja. Bertahan hidup dengan cara gitu," imbuhnya.

Perpeloncoan Satu Kamar

kerasnya hidup dalam penjara

Kanal YouTube Bincang Ranjang ©2022 Merdeka.com

Dalam satu kamar penjara, saling menganiaya antar napi merupakan hal dianggap wajar. Hal itu kembali atas dasar kebutuhan akan uang.

"Asupan uang pelonco-peloncoin sesama napi. Kalau enggak gitu ya enggak dapat duit, ya itu jatuhnya kayak malak gitu. Intinya satu kamar soalnya. Dulu satu kamar ada 7 (napi)," ujar Pablo.

Pemerkosa Anak Kecil Dipelonco

kerasnya hidup dalam penjara

Kanal YouTube Bincang Ranjang ©2022 Merdeka.com

Para narapidana tak akan pandang bulu menganiaya sesama napi. Terlebih lagi narapidana  kasus pemerkosaan terhadap anak kecil.

Pelaku akan dikerjain habis-habisan oleh sesama napi. Lantas jika tidak mau menuruti perintah, napi tersebut harus siap menerima pukulan para teman sekamarnya.

"Kalau pemerkosa anak kecil? Itu setut itu, wajib dikerjain. Banyak, nanti satu kamar di peloncoin habis," jelas Pablo.

"Wajib dipukuli terus. Wajib dilakuin, kalau enggak bisa dipukuli terus," sambung Pablo.

Fasilitas Kamar Spesial di Penjara, Dibanderol Harga

kerasnya hidup dalam penjara

Kanal YouTube Bincang Ranjang ©2022 Merdeka.com

Selain napi baru dan yang lemah yang jadi korban, rupanya perpeloncoan kerap kali mengancam para anak-anak. Narapidana yang dianggap paling muda atau kecil akan jadi pesuruh di sana dan dimintai uang.

"Kalau untuk yang anak-anak kecil itu, namanya korpey. Kalau di dalam itu namanya pesuruh, bagian nyuci-nyuci, nanti ngumpulin uang dikit-dikit buat bayar kamar di penjara. Tergantung kamarnya, fasilitas juga," ucap Pablo.

Selain untuk menyewa kamar khusus seks, uang yang terkumpul dari aksi malak tersebut juga digunakan untuk biaya fasilitas kamar di penjara.

"Macam-macam bisa Rp500 ribu. Kalau kamar yang baik, atau jelas, kayak ada fasilitas yang nyediain air, ada yang nyediain makan itu harganya fantastis gitu ada," paparnya.

Kehidupan yang Keras, Apalagi Jika Tak Ada Uang

mantan napi ungkap kehidupan seks dalam penjara

Kanal YouTube Bincang Ranjang ©2022 Merdeka.com

Tak berhenti di situ, Pablo kembali menegaskan betapa kerasnya kehidupan di penjara demi bisa bertahan dan tetap merasakan hidup enak.

Pablo mengingatkan untuk tak perlu berbuat kriminal atau kasus yang bisa menyeret masuk ke balik jeruji besi. Agar tak seperti dirinya yang telah empat kali keluar dan masuk penjara.

"Di penjara semuanya keras. Enggak ada yang gimana, semua apa pun tergantung dari duit. Jadi kalau memang enggak gitu (tak punya uang), enggak usah ngelakuin yang aneh-aneh. Lebih baik lakukan yang positif saja," papar Pablo.

"Secara mental juga terganggu karena ada perpeloncoan," tandasnya.

(mdk/kur)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP