Advertisement
Mengincar para mahasiswa sebagai target market-nya, warung ayam geprek tersebut hampir tak pernah sepi oleh pembeli.
Dengan harga yang tergolong murah, warung 'Áyam Geprek 71' itu bisa menjual ratusan porsi setiap harinya. Simak ulasannya:
Advertisement
Dilansir dari kanal Youtube Boengkoes, membagikan momen saat perekam video mencoba mengunjungi Warung Ayam Geprek 71 di Bandung, Jawa Barat.
"Lagi nyari (warung) ayam-ayaman dan nemu lah ini. Ayam geprek harganya Rp12 ribu murah banget," ungkap perekam video.
Warung ayam geprek tersebut didirikan oleh seorang dosen di Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (Ulbi).
Sehari-hari, dosen yang diketahui bernama Iis itu mengajar mata kuliah bisnis kepada mahasiswanya.
Advertisement
"Wah keren pak ngajar bisnis dan punya bisnis sendiri juga jadi langsung dipraktekan ya," kata perekam video.
"Ini sebelum pandemi rajanya ayam geprek di sekitar sini. Ini ownernya aja mobilnya Pajero guys. Bayangin usaha ayam geprek," tambahnya.
Advertisement
Dalam video, perekam video juga mencoba mencicipi ayam geprek yang dijual di warung tersebut.
Untuk satu porsi ayam geprek dijual dengan harga Rp12 ribu. Harga itupun bisa dibilang cukup terjangkau untuk para mahasiswa.
"Ini (satu porsi) ayam satu, nasi, sambel, sama kremesan ayam. Ini sih murah banget ya," kata perekam video.
Memiliki rasa enak dan harga yang murah, menjadikan warung ayam geprek tersebut banyak diminati pembeli khususnya para mahasiswa.
Dulu, warung Ayam Geprek 71 bahkan disebut bisa menjual sampai 900 porsi setiap harinya.
"Dulu waktu rame-ramenya pernah habis 90 kilo ayam (sehari). Pandemi jadi 200 300 kan kalau 1 kilo ayam buat 10 porsi," kata salah satu pengelola warung.
Jika satu hari laku sebanyak 900 porsi, maka warung ayam geprek itu berhasil meraih omset sekitar Rp10 juta per hari.
Advertisement
Setelah pandemi Covid-19, penjualan disebut sempat mengalami penurunan.
Advertisement