Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menjadi sorotan dunia. Hal ini lantaran Trump mengusulkan untuk memindahkan warga Palestina secara permanen dari Jalur Gaza.
Hal tersebut kembali disampaikannya dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Ruang Oval Gedung Putih pada Selasa (4/2).
"Saya rasa mereka tidak perlu kembali," ungkap Trump menjelaskan pandangannya, seperti yang dilaporkan oleh AP pada Rabu (5/2).
"Kita membutuhkan lokasi lain dan saya rasa itu harus berada di tempat yang dapat membuat orang-orang bahagia," lanjutnya.
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih Jalur Gaza dan membangunnya kembali setelah memindahkan warga Palestina ke lokasi lain.
Ia menggambarkan wilayah tersebut sebagai "Riviera Timur Tengah" yang dapat menjadi tempat tinggal bagi "orang-orang dari seluruh dunia", termasuk warga Palestina. Istilah Riviera sendiri sering digunakan untuk menggambarkan kawasan pesisir yang mewah, seperti "French Riviera" di Prancis atau "Italian Riviera" di Italia.
"Kami akan memastikan itu dilakukan dengan standar kelas dunia. Ini akan sangat menguntungkan bagi rakyat—terutama Palestina, yang kami maksudkan," ujar Trump.
Kabar tersebut rupanya telah sampai di telinga masyarakat Gaza, Palestina. Salah seorang anak kecil Palestina bahkan langsung mengirimkan pesan menohok tapi cerdas dan sesuai akal sehat kepada Trump.
Lantas bagaimana video anak kecil Palestina beri pesan cerdas tapi menohok untuk Donald Trump? Melansir dari akun Instagram haneen.maher.salem, Kamis (6/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Anak Kecil Palestina Kirim Pesan Cerdas Menohok Sesuai Akal Sehat
Usulan Donald Trump yang mau mengusir dan mengambil alih Gaza Palestina telah menjadi sorotan masyarakat luas. Tidak terkecuali masyarakat Gaza, Palestina.
Saat mendengar kabar tersebut, warga Gaza pun tidak menerimanya. Bahkan, seorang bocah perempuan Gaza sampai membuat video untuk dikirimkan ke Presiden Amerika Serikat tersebut. Terlihat, anak ini membuat video di atas puing-puing bangunan yang rusak parah akibat serangan keji militer Israel.
Menariknya, pesan yang dikirimkan oleh anak kecil ini begitu menohok. Tak hanya itu, pesan tersebut juga terdengar cerdas sesuai akal sehat.
"Halo Trump yang terkasih, Presiden Amerika Serikat, saya adalah anak Maria Hannoun dari Gaza. Saya ingin mengajukan pertanyaan kepada Anda dan saya harap pertanyaan itu sampai kepada Anda dan Anda menjawab saya," ujar Hannoun di awal video.
Advertisement
Pesan Menohok untuk Donald Trump
Belum berhenti di sana, Hannoun juga mencoba memberikan gambaran kepada Trump apabila dapat bertukar nasib. Ia bertanya apakah Trump mau meninggalkan rumah dan tanahnya?
Meski tidak berinteraksi langsung, Hannoun tahu bahwa Trump tidak akan bisa menerima itu. Oleh karena itu, Ia pun mempertanyakan alasan Trump mengusulkan pengusiran dan pemindahan warga Gaza dari tanah mereka.
"Sebagai anak penyintas perang Gaza, jika saya meminta Anda untuk meninggalkan rumah dan tanah Anda dan tinggal di Mesir atau China, apakah Anda akan menerimanya? Aku minta maaf karena tertawa, tapi kenyataannya, kamu tidak akan menerima hal itu," ujarnya.
"Baiklah, jika kamu sendiri yang menolak, mengapa kamu mau memaksaku untuk menerima aku pergi dari rumah dan tanahku, ketika Anda ingin membatasi kami di tanah air dan diaspora?" sambung Hannoun dengan tegas.
Hannoun pun lantas memberikan pernyataan yang lagi dan lagi begitu menohok untuk Trump. Pernyataan tersebut mungkin sama seperti yang ada di pikiran oleh kebanyakan masyarakat dunia.
"Saran untuk 'Presiden Dunia', Anda dapat mengontrol seluruh dunia kecuali Gaza, karena Gaza adalah dunia," tutupnya.
Advertisement
Donald Trump Seenaknya Mau Usir & Ambil Alih Gaza
Kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington menjadi kunjungan pemimpin asing pertama di masa jabatan kedua Trump.
Perjalanan ini juga menjadi yang pertama bagi Netanyahu ke luar Israel pasca Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya, mantan menteri pertahanannya, serta pimpinan Hamas yang telah meninggal tahun lalu, dengan tuduhan kejahatan perang dan pelanggaran terhadap kemanusiaan.
Menariknya, pertemuan keduanya justru menambah kegeraman bagi kebanyakan warga dunia. Bagaimana tidak, dalam pertemuan itu, Trump mengusulkan untuk memindahkan warga Palestina secara permanen dari Jalur Gaza.
Ia juga menyatakan keinginannya agar Amerika Serikat mengambil alih wilayah tersebut. Setelah diambil alih, Trump menyatakan Amerika Serikat akan membangunnya kembali usai memindahkan warga Palestina ke lokasi lain.
Akan tetapi, beberapa negara seperti Mesir, Yordania, dan sekutu-sekutu AS lainnya di Timur Tengah telah mengingatkan Trump bahwa pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza dapat mengancam stabilitas di wilayah tersebut.
Mereka khawatir bahwa langkah ini berpotensi memperluas konflik dan merusak upaya yang telah berlangsung selama beberapa dekade untuk mencapai solusi dua negara (two state solution).
Meski begitu, Trump tetap berpendapat bahwa warga Palestina "tidak memiliki alternatif" selain meninggalkan kondisi sulit yang ada di Jalur Gaza.
Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Mesir dan Yordania, serta negara-negara lain, pada akhirnya akan setuju untuk menerima warga Palestina.
"Jika Anda melihat selama beberapa dekade, yang ada hanya kematian di Gaza. Ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Semuanya penuh kematian," tegas Trump.
Ia berharap bisa menyediakan daerah yang lebih baik untuk warga Palestina, di mana mereka dapat hidup dengan nyaman dan aman, terhindar dari kekerasan yang sering terjadi di Gaza.
Selain itu, Trump juga menyatakan kemungkinan untuk mengerahkan pasukan AS dalam mendukung proses rekonstruksi Jalur Gaza, dengan harapan untuk memiliki "kepemilikan jangka panjang" atas pembangunan kembali wilayah tersebut.
"Kami akan melakukan apa yang diperlukan," tutur Trump mengenai kemungkinan pengiriman pasukan AS untuk mengisi kekosongan keamanan di wilayah yang hancur tersebut.
Yang menarik adalah kenapa justru warga Gaza yang diusir dari tanahnya? Padahal yang menyebabkan Gaza hancur porak poranda adalah Israel.