Depresi Artinya Adalah Penyakit Gangguan Mental, Ketahui Gejalanya

Senin, 14 Juni 2021 10:03 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Depresi Artinya Adalah Penyakit Gangguan Mental, Ketahui Gejalanya Ilustrasi depresi. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Depresi artinya adalah suatu kondisi emosional seseorang berupa perasaan sedih yang berdampak negatif pada pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental. Seseorang yang sedang dalam kondisi depresi umumnya merasakan perasaan sedih, cemas, atau kosong.

Mereka juga cenderung merasa terjebak dalam kondisi yang tidak ada harapan, tidak ada pertolongan, penuh penolakan, dan perasaan tidak berharga. Jika terus dibiarkan dalam jangka waktu lama tanpa penanganan tepat, depresi bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Depresi yang tidak diobati berakibat pada masalah emosional, perilaku, serta kesehatan yang memengaruhi setiap segi kehidupan.

Untuk itu, penting bagi setiap orang mengetahui ciri-ciri seseorang mengalami depresi dan langkah yang perlu dilakukan. Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari laman Klikdokter dan berbagai sumber:

2 dari 5 halaman

Penyebab Depresi

Sebenarnya, hingga saat ini tidak diketahui pasti apa penyebab dari depresi. Namun, penyakit mental ini bisa dipengaruhi karena beberapa faktor, diantaranya:

- Ketidakstabilan reaksi kimiawi dalam otak. Perubahan zat kimia dalam otak disebut bisa mengakibatkan perubahan kestabilan mood pada seseorang.
- Perubahan hormon. Perubahan dalam keseimbangan hormon di dalam tubuh dapat memicu terjadinya depresi. Misal baru melahirkan, saat hamil, dan lainnya
- Faktor keturunan. Depresi bisa terjadi pada orang-orang yang dalam keluarganya juga memiliki kondisi ini.

Selain itu, depresi juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Mempunyai kepercayaan diri yang rendah dan pesimis.
  2. Pernah mengalami kejadian yang traumatik atau menegangkan
  3. Kehilangan orang yang dicintai, hubungan yang sulit dengan seseorang, atau masalah keuangan
  4. Mengalami trauma masa kecil atau depresi yang mulai terjadi saat remaja atau anak-anak.
  5. Mempunyai identitas seksualitas berbeda dan berada di dalam situasi yang tidak mendukung
  6. Mempunyai gangguan mental lain, seperti gangguan cemas, gangguan makan, atau stres pasca trauma
  7. Ketergantungan terhadap alkohol atau obat-obatan terlarang.
  8. Penyakit kronik atau penyakit serius, termasuk kanker, stroke, nyeri kronik, atau penyakit jantung.
  9. Sedang dalam pengobatan tertentu, seperti mengonsumsi beberapa obat hipertensi atau obat tidur
3 dari 5 halaman

Gejala Depresi

Gejala depresi sendiri bisa dilihat dari beberapa ciri. Menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, edisi ke-5 (DSM-5) disebutkan bahwa depresi dapat diderita seseorang jika ia minimal mengalami 5 dari gejala-gejala berikut ini:

  1. Perasaan murung/tertekan hampir sepanjang hari, terutama di pagi hari
  2. Rasa lelah atau kehilangan energi hampir setiap hari
  3. Perasaan tidak berguna atau bersalah
  4. Gangguan konsentrasi, ketidakyakinan
  5. Mengalami susah tidur atau bahkan tidur berlebihan
  6. Meyakini banyak orang membenci dirinya
  7. Malas menjaga kebersihan diri
  8. Berkurangnya minat dan ketertarikan pada semua aktivitas
  9. Pikiran akan kematian atau keinginan bunuh diri yang muncul berulang kali
  10. Rasa gelisah
  11. Penurunan atau kenaikan berat badan yang signifikan
4 dari 5 halaman

Jenis Depresi

1. Depresi Klinis

Depresi klinis dikenal juga dengan istilah depresi mayor (major depressive disorder/ MDD). Jenis depresi ini disebut yang paling umum terjadi. Seseorang didiagnosis depresi mayor jika mengalami minimal 5 dari gejala berikut:

  •     Kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai
  •     Perasaan hati depresif
  •     Berat badan naik atau turun
  •     Sulit tidur atau malah tidur terus-menerus
  •     Gangguan otot
  •     Kelelahan
  •     Sulit konsentrasi
  •     Merasa bersalah dan tidak berguna
  •     Berpikir atau mencoba untuk bunuh diri

2. Depresi Atipikal

Depresi atipikal merupakan jenis depresi yang mempunyai gejala seperti depresi klinis, namun tidak khas. Gejalanya hampir sama dengan depresi klinis, namun satu yang membedakan ialah perasaan hati pada jenis depresi ini dapat membaik ketika ada suatu kejadian yang positif atau menyenangkan.

3. Distimia

Distimia dikenal juga dengan istilah Persistent Depressive Disorder (PDD). Jenis depresi ini dapat terjadi dalam waktu yang lama. Gejala distimia ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, pesimis, dan yang khas adalah mood lebih baik saat pagi hari dan memburuk ketika sore atau malam hari.

4. Bipolar

Kondisi bipolar mempunyai arti ketika seseorang seolah memiliki dua kutub yang sangat bertolak belakang. Keduanya disebut dengan istilah mood manik dan depresif.

Penderita bipolar ketika berada pada episode manik biasaya akan mengalami peningkatan suasana hati, euforia, banyak bicara, rasa percaya diri meningkat, banyak energi, hingga sulit tidur.

Namun, kira-kira seminggu setelahnya dapat berubah drastis mengalami episode depresi. Gejala depresi pada bipolar mirip dengan gangguan depresi mayor.

5 dari 5 halaman

Pencegahan dan Pengobatan Depresi

1. Pencegahan Depresi

Memang belum ada patokan pasti bagaimana cara untuk mencegah depresi. Namun, beberapa hal berikut bisa sedikit membantu seseorang agar terhindar dari depresi mendalam:

  • Lakukan langkah pengendalian stres
  • Dekatkan diri dengan keluarga dan teman, terutama pada masa-masa yang berat
  • Jangan mengurung diri atau memisahkan diri dari aktivitas sosial
  • Segera mencari pengobatan saat tanda depresi paling awal muncul, untuk menolong mencegah depresi bertambah berat

2. Pengobatan Depresi

Jika Anda merasakan sendiri atau melihat seseorang terdekat menunjukkan beberapa gejala di atas, alangkah lebih baiknya untuk segera meminta pertolongan ke psikiater untuk membantu mengurai masalah yang mendasarinya. Para penderita depresi dianjurkan untuk rutin mengonsumsi obat depresi dan melakukan konseling psikologis.

Konseling psikologis atau psikoterapi adalah cara umum yang banyak dipakai untuk membantu mengatasi depresi dengan membicarakan  kondisi Anda dan masalah-masalah terkait dengan dokter atau konselor. Psikoterapi juga dikenal sebagai terapi bicara atau terapi psikologis.

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini