Dari jadi TNI Hingga Polisi, Tawaran Tak Terduga untuk Para Korban Tragedi Kanjuruhan

Jumat, 7 Oktober 2022 08:33 Reporter : Muhammad Farih Fanani
Dari jadi TNI Hingga Polisi, Tawaran Tak Terduga untuk Para Korban Tragedi Kanjuruhan Dari jadi TNI Hingga Polisi, Tawaran Tak Terduga untuk Para Korban Tragedi Kanjuruhan. ©2022 Merdeka.com/instagram.com/kodam5brw

Merdeka.com - Tragedi yang terjadi di Kanjuruhan, Malang, terus menyisakan duka yang mendalam bagi para korban maupun keluarga korban. Bagaimana tidak, 131 orang tewas saat tragedi itu.

Kericuhan bermula ketika laga usai, suporter Arema turun dari tribun dan masuk ke dalam lapangan. Petugas kepolisian kemudian meresponsnya dengan melepaskan tembakan gas air mata.

Tak hanya itu, sejumlah anggota TNI juga tertangkap kamera berupaya mengusir suporter yang masuk ke lapangan dengan kekerasan. Usai tragedi itu, petinggi TNI dan Polri ada yang menyambangi rumah para korban.

Mereka bahkan menawari korban hingga anak korban menjadi anggota polisi dan TNI. Berikut ulasannya.

2 dari 5 halaman

Anak Korban Ditawari jadi Polisi

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta bersama dengan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menjenguk anak pasangan suami istri yang menjadi korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan.

“Hari ini melihat langsung ke Alfian, kebetulan orangtua meninggal insiden di Kanjuruhan,” kata Dedi.

Kedua pasangan suami istri tersebut meninggalkan anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Alfian. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa ia akan memfasilitasi anak tersebut dan memberikan beasiswa.

Selain itu, dari Mabes Polri akan memfasilitasi Alfian, karena cita-citanya ingin menjadi seorang polisi.

3 dari 5 halaman

Diberikan Bantuan Berobat

dari jadi tni hingga polisi tawaran tak terduga untuk para korban tragedi kanjuruhan
©2022 Merdeka.com/instagram.com/kodam5brw

Seorang korban lain yang selamat dalam tragedi Kanjuruhan, Rafi juga mendapatkan kunjungan dari Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto, M.Sc. Ia datang bersama dengan PJU Kodam V/Brawijaya.

Rafi adalah korban yang mendapatkan tendangan ‘kungfu’ dari anggota TNI yang viral di media sosial. Nurcahyanto datang untuk memastikan kondisi Rafi dan meminta maaf kepada Rafi dan keluarga.

Pangdam V/Brawijaya memberikan bantuan pengobatan gratis terhadap ayah Rafi yang sekarang sedang mengalami penyakit penyempitan saraf.

4 dari 5 halaman

Korban Tendangan Ditawari jadi Tentara

dari jadi tni hingga polisi tawaran tak terduga untuk para korban tragedi kanjuruhan
©2022 Merdeka.com/instagram.com/kodam5brw

Selain itu juga datang tawaran lain dari Pangdam V/Brawijaya kepada Rafi. Rafi sempat ditanya cita-citanya oleh Pangdam V/Brawijaya, tetapi Rafi menjawab ingin menjadi wirausaha.

Dikatakan bahwa Rafi juga sempat ditawari untuk menjadi TNI. Bahkan, jika Rafi mau, ia bisa masuk TNI tanpa harus tes dan akan mendapatkan fasilitas.

Sementara itu, anggota TNI yang melakukan tendangan kepada Rafi saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Tim Penyidik Polisi Militer TNI AD.

5 dari 5 halaman

Menolak jadi TNI Pilih jadi Wirausaha

dari jadi tni hingga polisi tawaran tak terduga untuk para korban tragedi kanjuruhan

©2022 Merdeka.com/instagram.com/kodam5brw

Orang tua Rafi, Isrotul, menyampaikan bahwa Rafi menolak untuk menjadi TNI. Hal itu ia sampaikan pasca kunjungan yang dilakukan oleh Pangdam V/Brawijaya di kediamannya.

"Saya enggak tahu jelas, sempat ditanyain (sama Pangdam) cita-citanya apa? Kalau mau jadi tentara silakan,” kata Isrotul.

"Anak saya enggak mau, mungkin kalau dia mau bisa juga ditawari jadi TNI AD tanpa tes. Saat itu anak saya jawab ingin jadi wirausaha," lanjutnya.

[mff]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini