Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan Lengkap Beserta Dasar Hukum & Ketentuannya, Umat Islam Wajib Tahu

Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan Lengkap Beserta Dasar Hukum & Ketentuannya, Umat Islam Wajib Tahu

Berikut bacaan niat puasa ganti Ramadhan beserta dasar hukum dan ketentuannya yang wajid diketahui.

Bulan Ramadhan telah berlalu. Sebagian umat Islam mungkin memiliki utang puasa Ramadhan karena beberapa alasan.

Terlebih bagi wanita yang mengalami menstruasi saat bulan Ramadhan.

Hal ini karena pada saat-saat tersebut, wanita tidak diperbolehkan menjalankan ibadah puasa.

Setelah selesai bulan Ramadhan, utang puasa tersebut wajib diganti sebanyak hari yang telah ditinggalkan.

Mengingat puasa Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi setiap umat Islam dan tidak boleh ditinggalkan.

Mengganti puasa Ramadhan ini bisa disebut juga dengan puasa qadha. Seperti puasa pada umumnya, terdapat niat puasa ganti Ramadhan tersendiri yang perlu untuk diketahui oleh umat Islam

Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan Lengkap Beserta Dasar Hukum & Ketentuannya, Umat Islam Wajib Tahu

Lantas bagaimana bacaan niat puasa ganti Ramadhan lengkap beserta dsar hukum dan ketentuannya? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (24/8), simak ulasan informasinya berikut ini.

Dasar Hukum Puasa Ganti Ramadhan

Sebelum membahas bacaan niat puasa ganti Ramadhan, ada baiknya untuk mengetahui dasar hukumnya terlebih dahulu.

Sebagaimana kita tahu, orang yang tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan sakit, lupa niat pada malam harinya dan memang sengaja tidak berpuasa, wajib untuk mengganti puasa setelah Ramadan berlalu.

Adapun waktu membayar utang puasa bisa dimulai sejak tanggal dua Syawal sampai sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.

Anjuran untuk puasa ganti puasa Ramadhan ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah surah di dalam Al-Qur'an, yang artinya,

'Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.' (QS. Al Baqarah).

Selain itu, anjuran untuk puasa ganti puasa Ramadhan ini juga disebutkan dalam sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda yang artinya,

'Qadha (puasa) Ramadan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.' (HR. Daruquthni dari Ibnu Umar).





Setiap Muslim yang telat membayar utang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya, padahal memiliki kesempatan untuk menggantinya, maka memiliki konsekuensi, yaitu selain tetap mengqadha puasa juga wajib membayar fidyah (denda).

Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan Lengkap Beserta Dasar Hukum & Ketentuannya, Umat Islam Wajib Tahu

Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan

Niat puasa ganti puasa Ramadhan bisa dibaca oleh umat Islam sebelum menjalankan ibadah ini. Adapun bacaan niat puasa ganti puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
'Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.'

Ketentuan Ganti Puasa Ramadhan

Allah SWT berfirman puasa ganti Ramadhan wajib dilakukan sebanyak hari yang ditinggalkan. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi,

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:
'(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.' (QS. Al-Baqarah: 184).

Golongan yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan

Golongan yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan

Ada beberapa orang yang tidak berkewajiban menjalankan puasa. Berikut beberapa golongan orang yang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan, di antaranya:

a. Perjalanan Jauh

Setiap Muslim yang sedang melakukan perjalanan jauh saat bulan Ramadan, dibolehkan untuk tidak berpuasa jika kondisinya berat dan menyulitkan.

Kendati demikian, orang tersebut harus mengganti puasanya di kemudian hari. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Muslim, yang artinya,

'Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, 'Siapa ini?' Orang-orang pun mengatakan, 'Ini adalah orang yang sedang berpuasa.' Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar.'

b. Orang Sakit

Salah satu golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa yaitu orang sakit.

Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman, yang artinya,

'Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.' (QS. Al-Baqarah: 185).

c. Orang Lanjut Usia

Orang tua yang sudah tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan tidak diwajibkan untuk berpuasa. Meski begitu, orang tersebut harus atau diwajibkan untuk membayar fidyah yaitu memberi makan fakir miskin setiap kali orang tersebut tidak berpuasa.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 184 yang artinya,

'Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.' (QS. Al-Baqarah: 184).

d. Wanita Hamil dan Menyusui

Salah satu golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa yaitu wanita hamil dan menyusui. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Ahmad yang artinya

'Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.'

Sementara itu, wanita dalam keadaan haid dan nifas menjadi golongan yang dilarang berpuasa Ramadan. Namun, tentu saja mereka harus mengganti puasa di kemudian hari. Sebagaimana yang disebutkan dalam Hadis Riwayat Bukhari yang artinya,





'Bukankah ketika haid, wanita itu tidak salat dan juga tidak puasa. Inilah kekurangan agamanya.'

Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan Lengkap Beserta Dasar Hukum & Ketentuannya, Umat Islam Wajib Tahu

Artikel ini ditulis oleh
Tantiya Nimas Nuraini

Editor Tantiya Nimas Nuraini

Bacaan niat puasa ganti Ramadhan beserta dasar hukum dan ketentuannya yang wajid diketahui.

Reporter
  • Tantiya Nimas Nuraini
Niat Ganti Puasa Ramadhan karena Haid, Pahami Aturan Pelaksanaannya
Niat Ganti Puasa Ramadhan karena Haid, Pahami Aturan Pelaksanaannya

Terdapat hukum mengganti puasa wajib di lain waktu ketika tidak mampu berpuasa selama sebulan penuh.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tata Cara Puasa Muharram Lengkap dengan Niat, Pahami Waktu Pelaksanaannya
Tata Cara Puasa Muharram Lengkap dengan Niat, Pahami Waktu Pelaksanaannya

Umat muslim dianjurkan untuk berpuasa sunah di bulan Muharram.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Taubat yang Benar, Umat Islam Wajib Tahu
Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Taubat yang Benar, Umat Islam Wajib Tahu

Kumpulan bacaan dan tata cara sholat taubat dalam Islam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bacaan Doa Wudhu Lengkap Sebelum & Sesudah dengan Tata Cara Beserta Niatnya Sesuai Syariat Islam
Bacaan Doa Wudhu Lengkap Sebelum & Sesudah dengan Tata Cara Beserta Niatnya Sesuai Syariat Islam

Berikut bacaan doa wudhu lengkap sebelum dan sesudah dengan tata cara beserta niatnya yang sesuai syariat Islam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap Beserta Tata Cara & Keutamaannya Bagi Umat Islam
Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap Beserta Tata Cara & Keutamaannya Bagi Umat Islam

Berikut bacaan doa setelah sholat dhuha lengkap beserta tata cara dan keutamaannya bagi umat Islam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Niat Mandi Idul Adha, Lengkap Beserta Arti dan Tata Caranya
Niat Mandi Idul Adha, Lengkap Beserta Arti dan Tata Caranya

Niat mandi Idul Adha perlu dibaca oleh umat Muslim sebelum menunaikan ibadah salat ini

Baca Selengkapnya icon-hand
Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Nia Ramadhani Berduka
Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Nia Ramadhani Berduka

Kabar duka datang dari artis cantik, Nia Ramadhani. Ia baru saja kehilangan seseorang yang dekat dengannya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Niat Sholat Dzuhur Sendiri dan Berjamaah Beserta Tata Caranya
Niat Sholat Dzuhur Sendiri dan Berjamaah Beserta Tata Caranya

Niat dan tata cara sholat dzuhur yangwajib diketahui umat Islam.

Baca Selengkapnya icon-hand
Puasa Asyura tanpa Puasa Tasua, Begini Penjelasannya Menurut Ulama
Puasa Asyura tanpa Puasa Tasua, Begini Penjelasannya Menurut Ulama

Umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan puasa pada 9 dan 10 Muharram. Tapi, hanya melaksanakan tanggal 10 saja juga tidak mengapa.

Baca Selengkapnya icon-hand