Bacaan Niat Berkurban Idul Adha Beserta Doanya & Hukum Kurban Atas Nama Orang Lain

Senin, 27 Juni 2022 08:28 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Bacaan Niat Berkurban Idul Adha Beserta Doanya & Hukum Kurban Atas Nama Orang Lain Nikita Mirzani Berkurban. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Berkurban adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan saat Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyriq. Penyembelihan hewan kurban ini biasanya dilakukan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah. Berkurban sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah terlebih ini merupakan sebuah amalan istimewa di hari Raya Idul Adha.

Anjuran berkurban ini ditekankan kepada umat Islam yang memiliki kemampuan harta untuk menyembelih hewan kurban. Bahkan bagi mereka ini menjadi suatu kewajiban. Sebagaimana yang diterangkan dalam QS. Al-Kautsar ayat 2 yang artinya,

"Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah." (QS. Al-Kautsar: 2)

Seperti ibadah lainnya, terdapat bacaan niat berkurban Idul Adha yang perlu diketahui oleh umat Islam. Membaca bacaan niat berkurban juga merupakan salah satu rukun sah dari berkurban. Lantas bagaimana bacaan niat berkurban Idul Adha beserta doanya dan hukum kurban atas nama orang lain?

Melansir dari berbagai sumber, Senin (27/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 7 halaman

Hukum Kurban Atas Nama Keluarga

Sebelum membahas bacaan niat berkurban Idul Adha, ada baiknya untuk mengetahui hukumnya terlebih dahulu. Melansir dari laman zakat.or.id, Rasulullah SAW selalu berkurban setiap tahunnya. Niat berkurban Rasulullah SAW adalah untuk dirinya dan keluarganya. Sebagaimana dalam riwayat hadist dari Anas nin Malik RA, beliau berkata,

ضحَّى رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بكبشَيْنِ أقرنيْنِ أملحيْنِ أحدِهما عنهُ وعن أهلِ بيتِه والآخرِ عنهُ وعمَّن لم يُضَحِّ من أمَّتِه

Artinya:
"Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berqurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk, salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya dan yang lain untuk orang-orang yang tidak berqurban dari umatnya." (HR. Ibnu Majah no.3122)

Bukan hanya Rasulullah SAW, amalan ini rupanya juga dipraktikkan oleh para sahabat. Di mana para sahabat Rasulullah SAW turut melaksanakan kurban untuk dirinya dan keluarganya. Mereka kemudian mengonsumsi sebagian dari daging kurban dan selebihnya diberikan kepada orang lain atau orang-orang yang lebih membutuhkan.

3 dari 7 halaman

Hukum Berkurban untuk Orang Lain (Keluarga Sendiri)

Di dalam Al-Quran, tidak menjelaskan mengenai larangan berkurban untuk orang lain. Terlebih untuk keluarga sendiri. Sehingga apabila ingin berkurban termasuk orangtua, suami, istri ataupun saudara, sangat diperbolehkan. Bahkan tanpa harus meminta izin terlebih dahulu kepada mereka.

Hal ini juga seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW saat hendak berkurban atas nama istri-istrinya tanpa harus meminta izin terlebih dahulu. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, dia berkisah;

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا وَحَاضَتْ بِسَرِفَ ، قَبْلَ أَنْ تَدْخُلَ مَكَّةَ وَهْىَ تَبْكِى فَقَالَ : مَا لَكِ أَنَفِسْتِ . قَالَتْ نَعَمْ قَالَ : إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ ، فَاقْضِى مَا يَقْضِى الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ . فَلَمَّا كُنَّا بِمِنًى أُتِيتُ بِلَحْمِ بَقَرٍ ، فَقُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ أَزْوَاجِهِ بِالْبَقَرِ

Artinya:
"Nabi SAW pernah  menemui Sayidah Aisyah di Sarif sebelum masuk Mekkah dan ketika itu Sayidah Aisyah sedang menangis. Kemudian Nabi Saw. bertanya, ‘Kenapa? Apakah engkau sedang haid?. 'Sayidah Aisyah menjawab; 'Iya'. Beliau pun bersabda, 'Ini adalah ketetapan Allah bagi para wanita. Tunaikanlah manasik sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berhaji namun jangan thawaf di Ka’bah'. Tatkala kami di Mina, saya didatangkan daging sapi. Saya pun berkata, 'Apa ini?'. Mereka (para sahabat) menjawab, 'Rasulullah SAW melakukan udhiyah (berkurban) atas nama istri-istrinya dengan sapi."

4 dari 7 halaman

Hukum Berkurban untuk Orang Lain

Berbeda dengan niat berkurban atas nama keluarga sendiri, berkurban atas nama orang lain yang bukan keluarga sendiri memerlukan izin terlebih dahulu sebelum melaksanakannya. Apabila orang tersebut memberikan izin, maka diperbolehkan berkurban untuknya atau atas namanya. Namun jika tidak mendapat izin, maka berkurban atas nama orang tersebut dengan dilarang untuk dilaksanakan.

Sebagaimana riwayat Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitabnya Alfiqhul Islami wa Adillatuhu,

قال الشافعية: لا يضحي عن الغير بغير اذنه

Artinya:
"Ulama Syafiiyah berkata; ‘Tidak boleh berkurban untuk orang lain tanpa seizin dari orang tersebut."

5 dari 7 halaman

Hukum Berkurban untuk Orang Meninggal

Menurut Ulama Hanafi dan Hambali, niat berkurban Idul Adha atas nama orang lain yang sudah meninggal tetap diperbolehkan dan tetap sah. Terlebih pahala dari kurban akan sampai kepada almarhumah dan almarhum.

Sebagaimana dalam riwayat hadist yang menjelaskan,

"Apabila seseorang berkurban dengan seekor kambing atau domba dengan niat untuk diri dan keluarganya, maka telah cukup untuk orang yang dia niatkan dari keluarganya, baik yang masih hidup atau pun yang sudah mati." (Hukum Udhhiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

6 dari 7 halaman

Bacaan Niat Berkurban Idul Adha

Seperti amalan lainnya, terdapat bacaan niat berkurban. Bacaan niat berkurban Idul Adha inilah yang akan menentukan diterima atau tidaknya kurban oleh Allah SWT.

Sebagaimana Ulama An-Nawawi mengatakan,

"Niat adalah syarat sah berqurban." (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/380)

Melansir dari Liputan6.com, adapun bacaan niat berkurban Idul Adha adalah sebagai berikut:

Nawaitu al-udhiyata bi syaatin lillahi ta’ala

Artinya:
"Saya niat berkurban untuk diri sendiri karena Allah ta’ala."

7 dari 7 halaman

Doa Berkurban

Disunnahkan bagi umat Islam saat menyembelih hewan kurban untuk membaca bismillah, takbir, salawat dan doa. Berikut adalah doa berkurban saat Idul Adha:

1. Membaca basmalah dengan sempurna

Bismillahir rahamnir rahim

Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

2. Membaca salawat untuk Rasulullah SAW

Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa alaa aali sayyidina muhammad

Artinya:
"Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya."

3. Membaca takbir (tiga kali) dan tahmid (satu kali)

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar walillahil hamd

Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu."

4. Membaca doa menyembelih hewan kurban

Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim

Artinya:
"Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan yang Maha Pemurah, terimalah taqarrabku."


[tan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini