Baby Blues Adalah Perasaan Sedih yang Dirasakan saat Baru Melahirkan, Ketahui Cirinya
Merdeka.com - Baby blues syndrome adalah kondisi yang biasanya dialami oleh sebagian besar ibu yang baru melahirkan. Secara sederhana, ini merupakan kondisi yang dialami wanita berupa munculnya perasaan gundah dan sedih berlebihan.
Kondisi yang dialami pasca melahirkan bisa saja menyebabkan para ibu baru mengalami depresi ringan dan perubahan suasana hati.
Usai melahirkan, kadar hormon akan turun yang akan mudah memengaruhi suasana hati. Bayi yang baru lahir mungkin juga bangun setiap saat sehingga membuat ibu tidak cukup tidur.
Secara umum, baby blues syndrome akan memburuk pada 3-4 hari paska melahirkan. Kondisi ini juga biasanya hanya terjadi pada 14 hari pertama. Meski begitu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Simak ulasannya dilansir dari halodoc dan berbagai sumber, (22/12/2022):
Ciri-ciri Baby Blues Syndrome
Ciri-ciri baby blues syndrome yang pertama adalah perubahan suasana hati dengan cepat dari senang menjadi sedih. Sebagai contoh, Anda dapat merasa senang dan bangga dengan pekerjaan yang dilakukan sebagai ibu baru.
Lalu tiba-tiba, Anda menangis karena merasa kesulitan dan tidak mampu mengerjakan tugas sebagai ibu baru. Adapun gejala yang bisa timbul termasuk:
Gejala ini biasanya mulai membaik pada hari ke-10. Namun, jika Anda merasa gejalanya tidak kunjung membaik atau malah semakin parah, sebaiknya meminta bantuan lebih lanjut karena bisa jadi ibu mengalami postpartum depression.
Postpartum depression merupakan kondisi lebih serius yang harus segera mendapat pertolongan dari ahli. Gejalanya lebih parah seperti merasa putus asa, merasa tidak berharga, merasa tidak memiliki ikatan dengan bayi Anda, hingga muncul pikiran untuk bunuh diri atau ketidakmampuan untuk merawat bayi yang baru lahir.
Penyebab Baby Blues
Apa yang menjadi penyebab banyak ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues syndrome hampir tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang diyakini menjadi penyebab ibu mengalami depresi ringan pasca melahirkan, seperti: Perubahan hormonPerubahan kadar hormon selama kehamilan dan sesaat setelah melahirkan adalah salah satu hal yang disebut menjadi alasan mengapa beberapa wanita mengalami baby blues. Stress ketika merawat bayi baru lahirStres dalam menyesuaikan diri menjadi ibu dan merawat bayi baru lahir juga menjelaskan mengapa wanita mungkin merasa lebih sedih atau cemas selama masa ini. Hal ini sangatlah wajar sehingga sebaiknya wanita pascamelahirkan perlu diingatkan bahwa perasaan ini normal dan mendapatkan dukungan selama masa transisi.Kurang tidurKurang tidur selama periode postpartum juga diyakini terkait dengan mengapa beberapa wanita mengalami baby blues. Oleh karena itu, istirahat yang cukup selama kehamilan dan setelah melahirkan penting untuk membantu mencegah dan mengatasi baby blues.
Cara Mengatasinya
Baby blues merupakan kondisi yang umum dirasakan oleh para ibu baru. Namun, jika kondisi ini dibiarkan berlanjut dapat memberikan efek yang negatif bagi ibu dan anak. Untuk itu, ibu disarankan mengatasi Baby Blues Syndrome dengan tepat. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi Baby Blues Syndrome adalah:
- Melakukan persiapan melahirkan mulai dari fisik, mental, dan materil.
- Mencari banyak informasi seputar persalinan
- Berbagi beban bersama pasangan
- Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lain
- Memperhatikan pola makan dan istirahat secara cukup agar kondisi tubuh selalu sehat.
- Berusaha untuk selalu berpikiran positif adalah kunci untuk terhindari dari Baby Blues Syndrome.
- Sempatkan untuk melakukan olahraga
- Terima bantuan ketika orang lain menawarkannya.
- Santailah.
- Jangan khawatir tentang tugas Anda tetapi fokus saja pada diri sendiri dan bayi.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya