Alasan di Balik Warna Merah Pakaian Santa Claus, dari Dulu Tak Berubah
Merdeka.com - Mendekati perayaan Hari Natal, pemandangan di perkotaan akan sedikit berubah. Ornamen khas natal seperti pohon cemara, lonceng, kaos kaki yang digantung dan Sinterklas akan banyak menghiasi ruang publik pusat perbelanjaan.
Santa Claus atau Sinterklas menjadi figur yang paling ikonik dan ditunggu anak-anak menjelang Natal. Dalam kebudayaan Amerika, Sinterklas dikenal sebagai sosok pria tua berjanggut putih, mengenakan jubah merah dan gemar membagikan hadiah untuk anak-anak yang berperilaku baik selama satu tahun terakhir.
Tidak hanya di Amerika saja, sosok Santa Claus juga ada dalam kebudayaan negara-negara yang sebagian besar penduduknya merayakan natal. Sosok Santa Claus di negara-negara tersebut, memiliki nama yang berbeda-beda.
Sosok Santa Claus memang sangat legendaris, walau kebenaran sosok ini masih dianggap tabu, penggambaran Santa Claus cukup melekat di benak masyarakat. Berikut ulasan singkat tentang Santa Claus dan alasan di balik pakaiannya yang selalu berwarna merah.
Sejak Kapan Santa Claus Populer?
Dilansir dari Reader's Digest, cerita tentang sosok Santa Claus tidak orisinil lahir dari kebudayaan Amerika saja. Menurut sejarahnya, cerita Santa Claus atau Sinterklas pertama kali dibawa oleh kolonial Belanda sekitar tahun 1600-an ke Amerika.
Kolonial Belanda juga menciptakan ide untuk membagikan permen ke anak-anak di malam 6 Desember. Sejak saat itu, ide soal merayakan natal mulai diidentikkan dengan Santa Claus.
Walau begitu, penggambaran Santa Claus atau Sinterklas di zaman kolonial Belanda dulu telah mengalami perubahan dan berbeda dari sosok Sinterklas yang kita kenal sekarang.
Pakaian Merah khas Santa Claus
Kepastian dan kebenaran cerita Sinterklas sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Reader's Digest menuliskan, ada satu hal yang jadi ciri khas Santa Claus dari dulu hingga sekarang adalah jubah merahnya.

shutterstock.com/Kiselev Andrey Valerevich
Berbeda dengan warna merah yang selalu sama, dari dulu hingga saat ini, desain jubah dan pakaian Santa Claus pernah mengalami kali perubahan beberapa kali. Warna merah sudah menjadi ciri khas Santa Claus atau Sinterklas sejak awal kemunculannya di tengah-tengah cerita natal. Ciri khas ini bisa dikaitkan dengan penggambaran Sinterklas di berbagai macam media visual sejak abad ke-18.
Inspirasi Awal Gaya Pakaian Santa Claus
Dilansir dari Reader Digest, di tahun 1863 ada sebuah kartun yang dimuat di koran mingguan, Haeper's. Sang kartunis, Thomas Nast menggambarkan tokoh Santa Claus dengan pakaian merah, sama seperti Sinterklas yang kita ketahui saat ini.

Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen/via REUTERS
Karya Thomas Nast tersebut berhasil memperoleh perhatian publik, dan dengan cepat dianggap sebagai potret resmi Santa Claus. Menurut New York Times, ilustrasi Santa Claus karya Nast di tahun 1881, menjadi patokan penggambaran Sinterklas dan masih diproduksi hingga kini.
Penggambaran Santa Claus di Iklan Komersial
Menuju akhir tahun, sosok Santa Claus akan lebih banyak muncul, baik di pusat perbelanjaan, media sosial atau iklan komersial. Penggambaran sosok Santa Claus terus mengalami perkembangan lewat media visual.Di Amerika, figur Santa Claus pernah dijadikan model iklan produk, di antaranya produk minuman soda yang sudah mendunia. Perusahaan tersebut mulai memasang Sinterklas di iklan spesial natal mereka tahun 1920, dengan menggunakan gambar original dari Thomas Nast.Tahun 1930, penggambaran Santa Claus mengalami perkembangan. Seniman Fred Mizen mengembangkan gambar Sinterklas, dan di tahun 1931, perusahaan minuman soda tersebut kembali merilis gambar Sinterklas dengan janggut putih karya seniman Haddon Sunblom.
(mdk/snw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya