8 Penyebab Banjir dari Hal Kecil Sehari-hari yang Sering Terabaikan
Merdeka.com - Banjir menjadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat belakangan ini. Disertai curah hujan yang tinggi, banjir menerjang sejumlah wilayah di tanah air, salah satunya Jakarta.
Penyebab banjir di setiap kota dilatar belakangi dengan hal yang berbeda. Sebagian karena alam, sebagian lagi karena ulah tangan manusia.
Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat menjelang musim penghujan, sebagai bentuk pencegahan banjir.
Berikut merdeka.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai penyebab banjir.
1. Curah Hujan Tinggi
Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi melanda sebagian wilayah Indonesia saat cuaca ekstrem sejak awal 2020. Sehingga intensitas air yang kian terus bertambah dan tidak seimbang dengan penampungan.
Curah hujan tinggi dengan air yang tidak bisa terserap dengan cepat, karena orientasi lemah atau penguapan rendah. Banjir pun tidak dapat terhindari.

2020 Merdeka.com/www.pixabay.com
2. Rusaknya Lingkungan
Rusaknya lingkungan bisa diakibatkan oleh beberapa hal, baik karena ulah tangan manusia ataupun dari alamnya sendiri.
Salah satunya kasus penebangan hutan besar-besaran atau secara liar. Kurangnya jumlah pohon dengan akarnya yang mampu membantu peresapan air, serta keberadaannya yang menopang tanah.Selain banjir, longsor pun bisa ikut terjadi karena erosi tanah dari curah hujan tinggi.
3. Pembukaan Lahan
Penyebab banjir selanjutnya ialah dengan adanya pembukaan lahan baru. Biasanya ketika hujan datang, pasti air akan mudah terserap masuk ke tanah. Namun ketika hutan sudah dirombak menjadi pemukiman warga, tentu tempat resapan air juga berkurang.4. Kapasitas Sungai KecilKapasitas sungai yang kecil terkadang juga bisa menjadi salah satu penyebab banjir yang tidak terhindari. Semakin tinggi curah hujan, maka semakin banyak volume air yang seharusnya ditampung oleh sungai. Namun karena tidak seimbang, akhirnya air membludak di wilayah sekitar.
5. Buang Sampah Sembarangan
Penyebab banjir berikutnya karena ulah tangan manusia yang tidak menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan menyebabkan banyak saluran air tersumbat.

2016 Merdeka.comMasih saja masyarakat yang melempar sampah ke sungai kemudian menyumbat di hilir sungai, akhirnya genangan air yang tidak tertampung pasti meluap.Sampah yang dibuang di jalanan pun bisa jadi penyebabnya, banyak yang tersangkut di saluran pembuangan air dan comberan. Akhirnya tertimbun mengumpul entah di mana, hingga air tidak bisa mengalir normal.
6. Bangunan Liar di Pinggir Sungai
Masih saja ada masyarakat yang membangun bangunan atau rumah di lahan kosong bukan miliknya di sekitar sungai. Lahan kosong dekat sungai, biasanya diperuntukkan sebagai pendamping sungai dalam melakukan peresapan air secara maksimal.Bangunan di wilayah tanpa izin tersebut akan mengurangi daerah peresapan, dengan kemungkinan besar ketika sungai tidak sanggup menampung air akan banjir di wilayah tersebut.

2015 Merdeka.com
7. Bencana Alam
Penyebab banjir selanjutnya juga bisa terjadi karena adanya bencana alam, seperti gempa bumi dan gunung meletus. Goncangan tanah atau pergeseran lempeng bumi memberi efek pada bendungan untuk mengalami kerusakan.

2016 Merdeka.com
Bendungan atau waduk yang jebol akan mengalirkan air dengan intensitas kecil, sedang atau besar, tergantung tingkat keparahannya. Apabila tidak segera ditangani, bisa membuat banjir di wilayah sekitar.
8. Pembangunan Proyek yang Mengganggu Saluran Air
Penyebab banjir berikutnya bisa terjadi karena adanya pembangunan proyek yang mengganggu saluran pompa air. Kerusakan wilayah karena ulah tangan manusia lagi, dengan pengelolaan tata ruang yang salah.Pembangunan proyek dan gedung baru tanpa perhitungan yang pasti mengenai peresapan.Akhirnya debit air cepat meningkat saat hujan, atau lebih banyak yang tertahan daripada yang tersalurkan. Tidak teresapnya air dengan baik, banjir datang dengan mudahnya menggenang dan butuh waktu lama untuk mencari saluran air.
Dampak Banjir
- Persediaan air bersih yang langka. Bisa menimbulkan kontaminasi air dari banjir dan membutuhkan membeli air bersih untuk minum.
- Penyebaran penyakit. Air yang kotor tentunya menjadi sarang yang menyenangkan bagi para kuman, virus dan bakteri. Tidak higienis membuat masyarakat mulai terserang beberapa penyakit, seperti gatal-gatal, diare, dan sebagainya.
- Gagal panen. Beberapa wilayah daerah perkebunan yang diterjang banjir, ada kemungkinan akan mengalami gagal panen. Akhirnya hasil tani menjadi langka dan lebih mahal.
- Beberapa spesies tanaman ada yang mati karena tidak kuat terendam banjir terlalu lama.
- Kerusakan fisik, seperti bangunan, jembatan, kendaraan, jalan raya, selokan, dan kanal.
- Jumlah wisatawan menurun. Padahal pendapatan negara, sektor ekonominya berasal dari para pelancong luar negeri.
- Langka makanan tertentu. Selain hasil tani yang susah diperoleh, beberapa makanan juga sulit dijumpai karena akses menuju lokasi banjir yang tidak mudah.
Itulah beberapa penyebab banjir dari hal kecil yang terkadang terabaikan. Mulailah memperbaiki gaya hidup dengan mencintai dan menjaga lingkungan. Perlahan namun pasti, segala hal baik berawal dari aktivitas kecil demi masa depan.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya