5 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan, Umat Islam Wajib Tahu & Sayang Dilewatkan

Selasa, 3 Agustus 2021 12:03 Reporter : Kurnia Azizah
5 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan, Umat Islam Wajib Tahu & Sayang Dilewatkan Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan haram atau suci bagi umat Islam. Terdapat keistimewaan tersendiri, terutama pada 10 malam pertama.

"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)." (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir).

Dari penanggalan kalender Hijriyah, Dzulhijjah sebagai bulan kedua belas dan terakhir dan biasa dijuluki bulan haji. Karena di tanggal 9 bagi yang menunaikan haji, tengah melaksanakan wukuf di Arafah. Sementara yang tak berhaji, dapat melaksanakan puasa sunnah Arafah.

Selain itu, pada tanggal 10 di bulan Dzulhijjah umat Islam memperingati hari raya Idul Adha. Kita bersuka cita bersama dengan menikmati kurban.

Sebagai waktu yang istimewa dan banyak keutamaan, terdapat sejumlah amalan bulan Dzulhijjah yang dianjurkan. Oleh sebab itu pemeluk Islam, alangkah baiknya menunaikan karena sayang bila dilewatkan.

Lantas apa sajakah amalan bulan Dzulhijjah yang wajib diketahui? Simak ulasannya berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (3/8).

2 dari 4 halaman

Perbanyak Dzikir

ilustrasi sholat
©2020 Merdeka.com

Amalan bulan Dzulhijjah yang ringan dan mudah dijalankan ialah berdzikir. Seruan untuk selalu mengingat Allah ini, tertuang dalam kitab suci AlQuran.

"Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (QS. Al Hajj: 28)

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan:

واعلم أنه يستحب إكثار من الأذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذلك في يوم عرفة أكثر من باقى العشر

Artinya: "Ketahuilah bahwa disunahkan memperbanyak dzikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak dzikir pada hari Arafah sangat disunahkan."

Sementara dilansir dari NU Online, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, dzikir sebagai amalan bulan Dzulhijjah itu dengan melafalkan takbir, tahlil dan tahmid.

Ibnu 'Abbas Radhiyallaahu 'anhuma menyebutkan bahwa hari-hari yang telah ditentukan tersebut ialah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Rasulullaah SAW bersabda: "Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid." (HR. Ahmad, Shahih).

Selain berdzikir, umat muslim dapat memperbanyak doa dan beristigfar sebagai amalan sehari-hari.

Puasa Arafah dan 9 Hari Pertama

ilustrasi puasa
Ilustrasi Puasa ©Shutterstock

Sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan tersendiri, termasuk dengan berpuasa. Kita bisa menunaikan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Zulhijah, pada hari 'Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya…" (HR. Abu Daud nomor 2437)

Termasuk ke dalam sembilan hari puasa amalan bulan Dzulhijjah, puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9. Puasa Arafah begitu dianjurkan bagi yang tidak menjalankan haji.
Bahkan disebutkan memiliki keutamaan mendapatkan imbalan, bisa menggugurkan dosa selama dua tahun.

"Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. An Nasaa’i).

Adapun niat puasa sunnah pada sembilan hari ini:

"Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillaahi ta’aala"

Artinya: Aku niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala.

3 dari 4 halaman

Menunaikan Haji dan Umroh bagi yang Mampu

Dalam rangka menyambut bulan Dzulhijjah, orang Islam disarankan untuk memperbanyak amal shaleh. Termasuk dengan menunaikan ibadah haji, bagi yang mampu. Baik dinilai dari segi kemampuan finansial maupun kekuatan jasmani.

ilustrasi haji di mekah
Ilustrasi Haji, shutterstock.com

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (QS. Al Baqarah ayat: 196-197).

Bulan-bulan tertentu yang dimaksud ialah Syawal, Zulkaidah dan Dzulhijjah. Selain bulan tersebut, maka ihram untuk haji tidak sah. Bahkan seluruh prosesi haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah.

"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak." (QS. Al-Hajj: 27-28).

4 dari 4 halaman

Berkurban

ilustrasi pengecekan hewan kurban jelang hari raya idul adha
Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Hari raya Idul Adha atau lebih dikenal dengan hari raya kurban, jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Di mana umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan dengan menyisihkan sebagian hartanya.

"Maka dirikanlah sholat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan kurban." (QS. Al-Kautsar : 2)

Mereka berbondong menyerahkan binatang ternak terbaik atas nama Allah SWT, yang diserahkan untuk masyarakat. Proses penyembelihan dapat dilaksanakan setelah salat. Selain itu bisa di tiga hari setelahnya atau yang dikenal dengan hari tasyrik.

"Barangsiapa yang shalat seperti kita shalat, dan berkurban seperti kita berkurban, maka sungguh dia telah mengerjakan kurban dengan benar. Dan barangsiapa yang menyembelih kurbannya sebelum shalat 'Idul Adh-ha, maka kurbannya tidak sah." (HR. Bukhari).

Salat Idul Adha

ilustrasi sholat
Ilustrasi salat-tahiyat akhir, ©2020 Merdeka.com

Amalan bulan Dzulhijjah selanjutnya ialah menunaikan ibadah salat Idul Adha. Ini merupakan salat sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Rasulullah SAW menyuruh kami pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha supaya membawa wanita-wanita muda dan para gadis dan wanita haid sekalipun, supaya keluar ke lapangan untuk Sholat Id. Adapun wanita haid mereka tidak ikut sholat, tetapi ikut merayakan serta berdoa bersama-sama kaum Muslimin. Aku berkata, 'Rasulullah, di antara mereka ada yang tidak punya baju untuk menghadirinya.’ Rasulullah menjawab, 'Suruh pinjam baju saudaranya'." (HR. Muslim)

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini