40 Tahun Tak Pernah Keluar Rumah, Ini Kisah Habib Ali Husein Assegaf
Merdeka.com - Kisah inspiratif yang menyayat hati, hadir dari pasangan Al Habib Husein bin Alwi Assegaf dengan Syarifah Maryam binti Ahmad Assegaf. Keduanya layak menjadi teladan bagi para orangtua. Betapa tulus ikhlas dan sabar merawat putranya, Al Habib Ali yang terlahir berbeda.
Bahkan pria berusia 41 tahun tersebut seakan masih bayi. Sang ibulah yang setiap hari memandikan dan membersihkan kala buang air. Sementara Al Habib Husein sudah mengajarkan bacaan sholat kepada Al Habib Ali. Namun beliau tak bisa merespon dan mengikuti karena kondisi.
Ternyata kisah pilu itu baru tersingkap. Lantaran keterbatasan, keturunan Nabi Muhammad SAW ini sampai disebut bebas dari dosa. Lantas ada peristiwa menakjubkan saat sang ibu hamil dan melahirkan.
Simak selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube fadhilah berbagi, Selasa (5/10).
40 Tahun Tak Keluar Rumah

Kanal YouTube fadhilah berbagi ©2021 Merdeka.com
Sayyid Ali bin Husein Assegaf lahir pada 1980. Selama 40 tahun dirinya tinggal bersama kedua orangtuanya di Batakan, Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Lantaran terlahir dengan fisik yang berbeda, Ali hanya bisa berdiam diri di rumah. Selama itu pula, Habib Husein dan Syarifah yang merawat.
"Banyak kawan-kawan yang antusias, sehingga membuat datang lagi. Supaya orang-orang enggak gagal paham. Kami mau tanya tentang Habib Ali ini. Kalau antum (Husein) umur berapa? Ibu Syarifah Maryam," tanya Bang Man Mahdaly.
Di usia yang telah paruh baya, Ali masih membutuhkan perawatan layaknya seorang bayi.
"Dia memang begini ya bu ya, duduk di sini saja. Saat Ali lahir, ada kelainan apa? Sejak lahir tidak mendengar, tidak melihat," imbuhnya.
"Sampai sekarang istilahnya kayak masih bayi," ujar sang ayah.
Peristiwa Unik Saat Hamil dan Melahirkan
Tak berhenti di situ, ada peristiwa yang cukup aneh kala Syarifah hamil. Diceritakan saat Habib Husein istirahat di gubuk sawah, ada yang melihat cahaya kuning melesat.
"Meski sudah 41 tahun ya. Ini tangan tak berdosa, telinga, mata, mulut tak berdosa ya Allah. Enggak kayak kita yang banyak dosa," ungkap Bang Man.
"Jadi waktu hamil, ada seseorang yang melihat saya kan di sawah. Saya duduk di pondokan (rumah sawah). Katanya melihat cahaya kuning di pondokan itu, naik ke atas. Pak Taraman (almarhum) bertanya ke saya, 'Habib sampean lihat enggak cahaya kuning di pondok ini?'. Tidak melihat saya jawab," terang Husein.

Kanal YouTube fadhilah berbagi ©2021 Merdeka.com
Keunikan lainnya, ketika lahir ke dunia Ali masih terbungkus bersama kantung ketubannya. Sehingga menyerupai buah semangka yang bulat. Bayinya lahir normal tanpa operasi sama sekali.
"Saat lahir, terbungkus bulat seperti semangka," jawab Syarifah.
"Jadi teman-teman, beliau (Habib Ali) ini lahir bulat kayak semangka. Keluar dengan tutup ketubannya. Terus lahirnya normal?," tanya Bang Man.
"Kondisi lahir normal, malam Jumat. Terus dia juga yang menendang, keluar normal, tidak melalui operasi," jawab Husein.
Alami Buta, Bisu dan Tuli Sejak Lahir

Kanal YouTube fadhilah berbagi ©2021 Merdeka.com
Tampak tulus, Syarifah dan Husein terus menceritakan kondisi putranya dengan ceria. Mereka tetap menilai sebagai anugerah, meski sejak kecil tak bisa melihat dan mendengar.
"Ini kisah kawan-kawan. Kemudian sejak kecil, tidak mendengar, tapi ada firasat dan feeling beliau," imbuh Bang Man.
"Dari kecil dia enggak bisa melakukan sholat," tukas sang ibu.
"Teman-teman harus paham, bahwa beliau (Ali) ini lahir takdirnya seperti ini. Beliau enggak bisa, mau diajarkan seperti apa, buta, tentu tuli dan bisu," ucap Bang Man.
Sudah sekian kali Habib Husein mengajarkan tentang sholat. Namun tak ada respons.
Meski begitu, Ali kerap diajarkan berpuasa setiap Ramadhan dan di hari suci lainnya. Ali termasuk kuat dan tegar. Bahkan sejak kecil, untuk mengeluh pun tidak pernah.
"Mau berbicara enggak bisa, dia bisa sedikit mendengar. Kalau bulan puasa, juga puasa satu bulan penuh. Nanti bulan Syawal puasa enam hari juga. Setiap tahun begitu. Beliau ini berbeda dengan kita, dia mengeluh pun enggak bisa. Kalau sakit, enggak ngeluh. Buang air besar masih kita cebokin. Setiap hari kita yang mandikan, kalau makan sendiri bisa," pungkas Husein.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya