16 Pesan Raden Ajeng Kartini Paling Menyentuh Hati dan Menginspirasi
Merdeka.com - Semasa hidup, Raden Ajeng Kartini atau biasa disebut dengan R.A. Kartini telah menyumbangkan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk memperjuangkan nasib perempuan.
Beliau dapat dikatakan sebagai ujung tombak pemikiran perempuan yang merdeka, mandiri, dan bebas berkarya di masa penjajahan.
Selain sering menulis surat, beliau juga sering menyampaikan pesan yang dapat menyentuh hati. Dirangkum dari Liputan6, berikut pesan Raden Ajeng Kartini yang paling menyentuh hati dan menginspirasi.
Mimpi

2018 Merdeka.com/Jayanti
Salah satu daripada cita-cita yang hendak ku sebarkan ialah:
Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa, haruslah juga segan menyakiti makhluk lain, sedikit pun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita-citanya kita hendaklah menjaga sedapat-dapat yang kita usahakan, supaya semasa makhluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya. Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu terima kasih namanya.
Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.
Terbit
Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.
Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.
Jalan

2018 Merdeka.com/Jayanti
Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.
Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat Aku mau! membuat kita mudah mendaki puncak gunung.
Ikhtiar
Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhitarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.
Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?
Bunga

2018 Merdeka.com/Jayanti
Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh, demikianlah pula dalam hidup manusia, bukan? Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain yang lebih sempurna, yang boleh menjadikan buah.
Lebih banyak maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita, semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.
Kebaikan
Tidak menjadi soal bagaimana caranya mengabdi kepada kebaikan, asalkan baik-baik saja.
Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari pelipur hati pada manusia, kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang dan angin rebut pun menjadi sepoi-sepoi.
Puisi

2018 Merdeka.com/Jayanti
Karena bila taraf hidup kesenian suatu bangsa tinggi, maka budi bangsa itu sendiri adalah suatu puisi.
Tapi bukankah kegelapan ini justru akan membuat cahaya itu tampak lebih terang? Maksud Tuhan terhadap kita adalah baik. hidup ini diberikan kepada kita sebagai rahmat dan tidak sebagai beban. Kita manusia sendiri umumnya membuatnya jadi kesengsaraan dan penderitaan.
Cinta
Praktek teori menderita dahulu baru bahagia sangatlah berat penanggungannya.
Dalam tangan anaklah terletak masa depan dan dalam tangan ibulah tergenggam anak yang merupakan masa depan itu.
Hari Kartini bukanlah hadir setiap setahun sekali, melainkan setiap hari. Teruslah berjuang dengan semangat Kartini yang membara, biarkan apinya terus menyala di setiap nadi-nadi kehidupan perempuan Indonesia. Selamat Hari Kartini!
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya