Taksi Manusia di Kawah Gunung Ijen Banyuwangi, Tarifnya Capai Jutaan
Merdeka.com - Keelokan kawah Gunung Ijen memang tak bisa dipungkiri lagi. Fenomena api kawah Ijen berwarna biru membuat para pengunjung penasaran dan rela mendaki hingga ketinggian 2.000 mdpl. Untuk pencinta petualang, mendaki nampaknya bukan menjadi masalah. Namun, bagi orang yang tak kuat berjalan menanjak, ini menjadi sebuah masalah tersendiri.
Tak perlu khawatir, di Gunung Ijen Banyuwangi ada 'taksi' khusus. Tentu saja taksi yang satu ini berbeda dengan taksi pada umumnya. Bukan menggunakan mesin, taksi ini ramah lingkungan karena mengandalkan mesin bertenaga manusia. Taksi di Gunung Ijen pun mendapat julukan 'taksi manusia'.
Jalan terjal menanjak, turunan bukan masalah bagi para supir taksi ini. Para pendaki kelelahan cukup duduk bersantai sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalur pendakian Gunung Ijen.
©2021 Merdeka.com/Muhammad Agam
Taksi itu nampak sederhana dengan modifikasi gerobak beroda 2. Namun terlihat cukup nyaman dengan bantalan tempat duduk yang empuk dan sandaran bantal. Dengan ukurannya yang mini, taksi ini bisa membawa 1 penumpang dewasa hingga 2 anak kecil.
Untuk menyewa jasa ini, pengunjung mengeluarkan dana yang cukup besar Rp 800 ribu per orang. Dimulai dari Paltuding menuju puncak Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen. Sepintas, biaya yang dikeluarkan itu cukup merogeh koceh.
Namun bagi wisatawan yang jarang melakukan perjalanan kaki sejauh 3 kilometer. Ditambah dengan trek menanjak hingga lebih dari 45 derajat dengan kondisi trek yang berkelok, kehadiran taksi ini sangat membantu.
©2021 Merdeka.com/Muhammad Agam
Ketika turun dari puncak, tarif yang tawarkan terbilang murah dari ongkos naik ke puncak. Saat turun dari puncak cukup mengeluarkan biaya Rp 200 ribu saja. Meski trek turun cukup curam, namun pengunjung tak perlu khawatir karena taksi ini telah dilengkapi dengan rem tromol yang mampu mengendalikan saat melintas turun.
Setiap harinya, para taksi manusia ini selalu setia menanti pengunjung di gerbang Kawah Ijen. Dengan kekuatan tangannya, mereka mampu mengantarkan pengunjung sampai ke puncak kawah Gunung Ijen.
©2021 Merdeka.com/Muhammad Agam
Para pekerja taksi ini biasanya juga seorang penambang belerang di Gunung Ijen. Bagi mereka, sudah menjadi hal yang biasa mengangkut berpuluh-puluh kilogram setiap harinya.
Usaha jasa taksi manusia ini mampu menambah penghasilan penambang belerang mereka. Dalam sehari, setiap penambang yang menggunakan troli mampu mengangkut 1 orang hingga 3 wisatawan.
Tarif wisatawan domestik dikenakan Rp 800 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 1,2 juta. Namun taksi ini juga melayani bila wisatawan hanya ingin berangkat atau pulangnya saja.
©2021 Merdeka.com/Muhammad Agam
Dari ketinggian 2.000 mdpl, aroma belerang mulai tercium. Makin mendekat, fenomena menakjubkan 'Si Api Biru' hadir di depan mata. Sebuah api misterius yang muncul dari dalam Kawah Ijen.
Fenomena api biru, danau luas, dan dalam ini di Kawah Gunung Ijen ini selalu sukses membius para pengunjung. Menyaksikan fenomena api biru di atas ketinggian merupakan pengalaman yang sulit dilupakan. (mdk/Tys)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya