Pembuatan Miniatur Action Figur Asal Solo, Peminatnya dari Australia Hingga Amerika
Merdeka.com - Menggeluti hobi memang bersumber dari hati nurani. Begitulah seorang pengrajin patung mini bernama Heru Eko Febrianto. Bermula dari hobi, kerajinan karyanya begitu berkembang hingga dilirik para penggemar. Miniatur patung dibuatnya dengan detail secara hand made di kampung Baron gede, Laweyan, Solo. Bentuk, gaya, hingga warna patung begitu mirip dengan tokoh karakter aksi atau action figur pada film fiksi.
Tak disangka, sejak 2015 hingga kini karyanya menembus pasar luar negeri. Selain Asia, pemburu miniatur action figur-nya berasal dari Australia hingga Miami, Amerika Serikat. Aneka ragam karakter tokoh superhero mampu ia buat dengan memperhatikan detail yang tinggi. Bersaing dengan buatan pabrik, karya Febri lebih banyak dilirik oleh para kolektor dan penggemar berat action figur.
Para pemesan jarang tertarik dengan miniatur action figur buatan pabrik. Mereka lebih senang dengan buatan tangan para seniman. Salah satu alasan karya Febri begitu dihargai dan terkenal hingga kancah Internasional.

Miniatur Action Figure©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Clay adalah bahan utama pembuatan patung mini karya Febri. Clay merupakan jenis tanah sintetis. Karakteristiknya mudah dibentuk dan awet diterapkan pada pembuatan patung. Seiring berkembangnya teknologi, kini ia mencoba membuat detail miniatur menggunakan printer 3 dimensi (3D). Sehingga lebih mudah untuk mengejar pesanan, tanpa mengabaikan detail kerumitan.
Kendala utama pembuatannya hanyalah pada waktu. Selain itu, miniatur patungnya tidak dapat diproduksi secara masal. Kesemuanya dibuat dengan tangan, baik karakter patung maupun aksesorisnya. Namun untuk kualitas dan detailnya tak kalah dengan produk pabrikan.
Bisnis kerajinan action figur berawal dari profesinya sebagai kolektor. Tak heran, perburuan barang unik ini menghantarkan kepada profesi baru. Dulu, ia rela berburu di negeri tetangga. Mulai Singapura, Malaysia, hingga Jepang dengan cara titip kepada teman yang di negara tujuan.

Miniatur Action Figure©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Kini karyanya menjadi referensi para kolektor tokoh karakter di jagat maya. Bermodalkan sosial media, ia menawarkan produknya. Terlebih platform Instagram, dan komunitas para kolektor action figur di belahan benua. Membuat karya miniatur action figur terbilang susah-susah gampang. Terlebih permintaan desain khusus dari pelanggan dengan berbagai kerumitan.
Selain clay, Febri juga menggunakan bahan akrilik, hingga kain perca. Pemanfaatan barang bekas juga membuat harga miniatur action figurnya begitu terjangkau. Tiap bagian tubuh ia buat secara berurutan. Sepatu, tubuh, tangan, kepala, hingga kostum. Semuanya ia usahakan nampak mirip dengan karakter yang ada.

Miniatur Action Figure©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Tokoh kartun, komik, hingga superhero khas Jepang, dan Amerika mampu ia buat. Tokoh Marvel menjadi incaran para kolektor, seiring dengan ketenaran film di jagat maya. Pasalnya, tokoh incaran pembeli juga dipengaruhi musim tenar karakter tokoh pada film maupun komik yang ada.
Tak hanya memproduksi, Febri juga menerima jasa reparasi. Beberapa bagian patung mini yang rusak mampu ia benahi. Namun harga reparasi terbilang mahal, hampir mendekati harga asli action figur baru. Bukanlah beban pikiran bagi para kolektor, saking gemar dan cintanya dengan miniatur action figur mereka.

Miniatur Action Figure©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
Harga yang ditawarkan terjangkau bagi para penggemar. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta. Ukuran dan kerumitan tokoh memengaruhi perbedaan harga yang ditawarkan. Detail yang rapi hingga custom desain yang rumit, menjadi tantangan tersendiri bagi Febri untuk konsisten mempertahankannya.
Kini galeri dan tempat produksinya diberi nama Monkey Room (MKRM). Bukan tanpa alasan, perjuangan seringnya berpindah tempat kontrakan identik dengan istilah nomaden pada monyet. Hingga dijadikan nama brand action figur buatannya. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya