Mencicipi Segarnya Es Dawet Telasih Solo Berusia 1 Abad
Merdeka.com - Kenyalnya dawet dipadu dengan ketan hitam, biji selasih dan es batu, ketika diteguk langsung menyegarkan tenggorokan. Segarnya es dawet yang satu ini memang bikin ketagihan. Rasanya manis dengan sentuhan gurih dari santan membekas di lidah. Sekali icip, satu mangkuk es dawet terasa kurang.
Minuman tradisional ini berbeda dengan es dawet pada umumnya. Di Es Dawet Telasih Solo campurannya yaitu dawet hijau dan selasih yang menghiasi mangkuk. Dihidangkan dengan mangkuk kecil dengan sendok bebek berwarna perak.
Es Dawet Telasih Bu Dermi namanya. Es cendol dawet ini ada sekitar tahun 1930-an. Saat pertamakali Pasar Gede Solo ini buka. Berusia 1 abad, kesegaran dan kenikmatan Es Dawet Telasih Bu Dermi selalu dinanti para pencintanya.
©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso
Dalam satu porsi Es Dawet Telasih Bu Dermi, kamu akan disuguhkan campuran kuah santan, cendol, gula aren, nangka yang telah diiris, bubur sumsum, dan ketan hitam. Es dawet ini tidak menggunakan sakarin dan mengandalkan bahan-bahan alami. Hal ini yang menjadi daya tarik pembeli.
Rasanya segar dan alami, tidak meninggalkan rasa manis berlebihan di tenggorokan. Bahkan Es Dawet Telasih ini bisa tahan sehari. Jika santannya dipisah kemudian disimpan di kulkas, minuman ini bisa tahan sampai dua hari.

©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso
Es Dawet Telasih yang merupakan usaha turun-temurun dari generasi ke generasi. Ruth Tulus Subekti, penjual dawet telasih Bu Dermi menjelaskan dawet yang dijajakannya ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Pertama kali yang menjajakannya adalah simbah dari Ruth Tulus Subekti. Lantas penjajanya menurun hingga tiga generasi.
Soal rasa, tidak perlu diragukan lagi. Untuk menjaga cita rasa, resep Es Dawet Telasih dari eyang ini tidak pernah berubah. Kemurnian dan mengandalkan bahan-bahan alami adalah kuncinya. Berusia 100 tahun rasa Es Dawet Telasih ini tetap sama. Nikmat dilidah dan menyegarkan tenggorokan.
©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso
Meski lapaknya kecil dengan meja sederhana, namun Es Dawet Telasih Solo yang berada di Pasar Gede Solo ini selalu laris. Banyak pembeli yang tergoda untuk menikmati minuman tradisional.
Pelanggannya tak hanya dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga pejabat dan artis. Bahkan dulu sewaktu Joko Widodo menjabat Walikota Solo, dawet telasih menjadi langganannya. Es Dawet Telasih ini menjadi pilihan pengunjung di Pasar Gede Hardjonagoro Solo.
©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso
Untuk satu mangkuk Es Dawet Telasih Solo bisa dinikmati dengan harga Rp 10.000 ribu per mangkuk. Losmen kecil ini buka sejak 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Jika kamu berwisata ke kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) tentunya tidak lengkap jika tidak mencicipi jenis kuliner khasnya. Rasa manis dan gurih yang menjadi ciri khas kuliner Surakarta ini pasti akan membekas di ingatan.
(mdk/Tys)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya