Melihat Keindahan Fenomena Super Pink Moon yang Menawan
Merdeka.com - Pada tanggal 27 April 2021 terjadi fenomena jarak terdekat Bumi dan Bulan. Fenomena ini disebut Supermoon. Fenomena ini terjadi ketika Bulan mencapai perigee atau titik terdekat dengan Bumi dalam jalur pengorbitannya. Saat itu, terukur Bumi dan Bulan memiliki jarak 357.615 kilometer. Sangat dekat dari jarak normalnya.
Padahal jarak terjauhnya sendiri mencapai 406.512 kilometer dari Bumi. Alhasil, dalam posisi ini, bulan tampak lebih besar dan terang dari biasanya. Fenomena Bulan purnama dengan sebutan super pink moon terpantau di Pantai Miami Florida, Amerika Serikat.
Ukuran Bulan terlihat lebih besar dari biasanya. Pantulan cahayanya begitu cerah seakan menyinari seluruh sudut pantai. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto dan menikmati kecantikannya. Berkat keindahannya, fenomena Super Pink Moon ini sukses menarik perhatian berbagai negara.

©2021 AFP/CHANDAN KHANNA
Sejatinya, Bulan tak akan benar-benar tampak berwarna pink seperti namanya. Justru, satelit alami Bumi ini sedikit berwarna oranye. Meksi begitu, guratan-guratan di bulan nampak jelas terlihat mengagumkan.
Super Pink Moon dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun untuk melihat secara detail perlu teropong dan alat khusus. Jika cuaca cerah, Supermoon bisa dilihat saat berada di atas cakrawala. Cukup melihatnya ke arah timur, bulan akan terlihat bersinar terang.

©2021 AFP/CHANDAN KHANNA
Nama Pink Moon muncul sekitar tahun 1930-an. Istilah Pink Moon sendiri mengacu pada warna merah muda sebuah bunga di Amerika Utara. Bunga tersebut bernama Phlox subulata yang sering muncul kala musim semi. Pada beberapa tempat, memiliki perbedaan penamaan masing-masing.
Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1979 istilah Supermoon dicetuskan oleh astrolog Richard Nolle. Istilah tersebut mengacu pada saat Bulan purnama yang berada 90 persen perige atau jarak terdekat dengan Bumi. Sedangkan dalam satu tahun, dapat terjadi 2 hingga 4 kali Supermoon. Ukurannya lebih besar, membuatnya disebut Supermoon.

©2021 AFP/CHANDAN KHANNA
Fenomena Super Pink Moon juga menarik perhatian masyarakat Indonesia. Puncak Super Pink Moon di Indonesia terlihat pada pukul 22.29 WIB, pukul 23.29 WITA, dan 00.29 WIT. Masyarakat menanti munculnya Fenomena Super Pink Moon. Mulai dari sekedar melihat dengan mata telanjang, berswafoto, hingga berkreasi menghasilkan gambar dengan kamera profesional.
Fenomena Super Pink Moon di Indonesia beberapa kali dihebohkan dengan potensi cuaca buruk pada peringatan dini. Pasalnya, pasang surut air laut juga dipengaruhi oleh keberadaan Bulan. Fenomena Supermoon akan menciptakan pasang surut air laut pasang pegas yang terjadi di daerah pesisir samudera. Diprediksi berlangsung selama satu hingga dua hari.

©2021 AFP/CHANDAN KHANNA
Bulan purnama perige atau Supermoon sendiri diprediksi akan muncul 3 kali selama tahun 2021. Yakni pada 27 April, 26 Mei, dan 25 Juni tahun 2021. Selain memiliki fenomena jarak terdekat dari Bumi, bulan juga mempunyai jarak terjauh dari bumi.
Peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan Mikromoon. Diprediksi nantinya Bulan berjarak 405.932 kilometer dari Bumi. Penampakan bulan yang paling kecil tersebut terjadi pada 19 Desember 2021 mendatang. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya