Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Langgar Gipo, Jejak Sejarah Ketua Umum PBNU Pertama

Langgar Gipo, Jejak Sejarah Ketua Umum PBNU Pertama Langgar Gipo. ©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Merdeka.com - Pada kawasan wilayah sisi utara Surabaya tepatnya disekitar wilayah masjid agung Sunan Ampel. Bangunan Surau terlihat masih kokoh berdiri. Dinding berwarna putih dan jendela hijau yang sederhana. Sekilas nampak biasa saja, namun bangunan yang terletak di Jl. Kalimas Udik ini merupakan jejak sejarah.

Mushala ini dulu menjadi tempat pergerakan para ulama NU. Ada jejak KH. Hasan Gipo, Ketua Umum PBNU pertama. Langgar Gipo dibangun oleh keluarga Sagipoddin, keluarga Hasan Gipo. Keluarga saudagar kaya turun temurun yang berasal dari Surabaya, tepatnya di kawasan Ngampel.

Belum tahu pasti kapan Langgar Gipo didirikan, beberapa menyebut tahun 1700-an, ada yang menyebut tahun 1834. Namun, yang pasti Langgar Gipo ini telah berdiri selama ratusan tahun.

langgar gipo©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Selain menjadi tempat berkumpulnya umat NU, bangunan yang berdiri di atas lahan sekitar 100 meter persegi ini sering dijadikan sebagai tempat pertemuan para tokoh nasional seperti HOS Tjokroaminoto dan Ir Soekarno bersama tokoh NU.

Langgar ini pun juga menjadi tonggak perjuangan para arek-arek Surabaya dalam mengusir penjajahan di Tanah Air dari Surabaya. Bangunan ini saksi bisu masa perjuangan sebelum kemerdekaan. Jejak sejarah yang membekas membuat Langgar Gipo akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

langgar gipo©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Langgar Gipo adalah tempat ibadah yang terdiri dari dua bangunan. Lantai satu untuk beribadah. Sedangkan, lantai dua digunakan untuk beristirahat maupun menginap. Lantai dua ini juga digunakan sebagai asrama haji. Tempat transit calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci dengan kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Sebelumnya, langgar ini nampak tak terawat. Namun, Langgar Gipo kini dalam proses perbaikan. Kayu-kayu yang mulai lapuk diganti. Dinding catnya diperbarui. Mushola dengan gaya klasik ini nampak dibersihkan.

langgar gipo©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Di dalam komplek Langgar Gipo ada dua sumur besar dengan airnya yang sangat bening. Belum lama ini ditemukan bangunan bawah tanah atau bunker yang menghubungkan Langgar Gipo dengan dunia luar.

Diduga bangunan bawah tanah itu terhubung hingga ke kawasan Jembatan Merah dan sekitar tugu pahlawan. Fakta ini menguatkan informasi yang menyebut Langgar Gipo sebagai salah satu markas Laskar Hizbullah saat revolusi fisik melawan penjajah.

langgar gipo©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Sosok Hasan Gipo nampaknya terdengar familiar. Padahal, Hasan Gipo berperan penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara, khususnya Kota Surabaya. Hasan dikenal sebagai sosok yang cerdars dermawan, aktivitis perjuangan yang memegang teguh kuat Islam.

Semasa hidupnya, berbagai jabatan pernah diemban oleh Hasan Gipo. Mulai dari ketua takmir masjid se-Surabaya, imam Masjid Sunan Ampel, hingga menjadi Ketua Tanfidziyah NU Pertama kali. Dari Langgar ini lah jejak Hasan Gipo terus diingat oleh masyarakat. (mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Menengok Sejarah Masjid Agung Palembang, Warisan Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Abad 18
Menengok Sejarah Masjid Agung Palembang, Warisan Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Abad 18

Kota Palembang memiliki ragam bangunan kuno yang sampai sekarang masih bisa dijumpai.

Baca Selengkapnya
Sejarah Tukang Parkir di Jakarta, Dulu Resmi di Bawah Pemerintahan Gubenur Ali Sadikin, Petugas Pakai Seragam Khusus Ini
Sejarah Tukang Parkir di Jakarta, Dulu Resmi di Bawah Pemerintahan Gubenur Ali Sadikin, Petugas Pakai Seragam Khusus Ini

Di masa itu, tukang parkir jadi profesi formal layaknya para petugas berwenang yang berseragam.

Baca Selengkapnya
Cerita di Balik Berdirinya Susteran Gedangan, Jadi Saksi Bisu Perkembangan Agama Katolik di Semarang
Cerita di Balik Berdirinya Susteran Gedangan, Jadi Saksi Bisu Perkembangan Agama Katolik di Semarang

Dulunya bangunan itu difungsikan sebagai rumah sakit menular milik VOC

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Paras Manis Jian Ayune Sundul Langit Anak Bupati Ponorogo Berkebaya & Tenun Songket
Paras Manis Jian Ayune Sundul Langit Anak Bupati Ponorogo Berkebaya & Tenun Songket

Putri Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko kembali mencuri perhatian publik karena paras manisnya.

Baca Selengkapnya
Saat Jalan-jalan di Kota Bandung, Mayjen Kunto Arief Bertemu Dengan Prajurit TNI yang Tertembak di Papua 'Alhamdulillah Selamat'
Saat Jalan-jalan di Kota Bandung, Mayjen Kunto Arief Bertemu Dengan Prajurit TNI yang Tertembak di Papua 'Alhamdulillah Selamat'

Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo tak sengaja berjumpa dengan sosok tak terduga saat tengah berjalan santai.

Baca Selengkapnya
Mengenal Pesantren Langitan Tuban, Didirikan Murid Pangeran Diponegoro, Awalnya Tempat Belajar Agama bagi Keluarga dan Tetangga
Mengenal Pesantren Langitan Tuban, Didirikan Murid Pangeran Diponegoro, Awalnya Tempat Belajar Agama bagi Keluarga dan Tetangga

Sang pendiri, Kiai Nur baru mendirikan surau saat puluhan santri datang untuk berguru padanya.

Baca Selengkapnya
Bupati Ipuk Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Banyuwangi
Bupati Ipuk Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Banyuwangi

1.238 jemaah haji asal Banyuwangi menuju ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Baca Selengkapnya
Pejalan Kaki Temukan Benda Kecil Berkilau, Ternyata Stempel Kerajaan Kuno Berusia 2.800 Tahun
Pejalan Kaki Temukan Benda Kecil Berkilau, Ternyata Stempel Kerajaan Kuno Berusia 2.800 Tahun

Pejalan Kaki Temukan Benda Kecil Berkilau, Ternyata Stempel Kerajaan Kuno Berusia 2.800 Tahun

Baca Selengkapnya
Mengulik Sejarah Berdirinya Stasiun Cikajang, Stasiun Kereta Api Tertinggi di Asia Tenggara
Mengulik Sejarah Berdirinya Stasiun Cikajang, Stasiun Kereta Api Tertinggi di Asia Tenggara

Kini kondisi bangunan bekas Stasiun Cikajang benar-benar memprihatinkan

Baca Selengkapnya