Intip Pembuatan Gurilem, Si Kerupuk Mungil Penggoyang Lidah
Merdeka.com - Tak kalah dengan kerupuk putih yang duluan tenar, kerupuk gurilem punya keunikannya sendiri sebagai camilan. Ukurannya begitu mungil, sampai-sampai dijuluki sebagai kerupuk cacing. Inilah gurilem, camilan khas Bandung yang bahan utamanya terbuat dari tepung tapioka, sama persis dengan kerupuk putih. Namun cita rasanya lebih kaya, tak hanya gurih renyah, pedas menjadi keunggulan rasa gurilem yang selalu didambakan.
Jika kerupuk putih dimasak dengan cara digoreng, kerupuk gurilem menggunakan pasir. Dua tungku horizontal inilah yang akan mematangkan kerupuk imut gurilem. Bercampur dengan pasir panas, jutaan bulir kerupuk gurilem matang dengan sempurna. Api yang bergejolak tak hanya memanaskan gurilem, bahkan seluruh ruangan. Terlihat dari bunga api yang beterbangan, kerupuk dan pasir di dalam tungku selalu di bolak balik agar tidak gosong.
Bersantai bersama keluarga ditemani renyah cita rasa khas gurilem menjadi kenikmatan yang tiada duanya. Seolah tak ingin berhenti membuat lidah bergoyang.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
Dikemas dengan bungkus plastik mungil, kerupuk gurilem punya pelanggan banyak dari anak-anak. Tempat produksi kerupuk gurilem mudah ditemui di daerah Cicilin. Banyak yang berpendapat Cicilin menjadi awal mula berkembangnya camilan mungil ini. Namun kini telah banyak pembuatnya di Bandung. Salah satu rumah produksinya ialah Kerupuk Edun di Kampung Cihamerang, Batukarut, Arjasari, Kabupaten Bandung.
Setidaknya, pabrik ini mampu memproduksi 70.000 bungkus gurilem dalam sehari. Kecekatan dan ketelitian menjadi kunci pembuatan gurilem. Tak hanya sehari jadi, dari bahan mentah, pembuatan gurilem memakan waktu hingga 3 hari lamanya.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
Inilah mengapa gurilem dijuluki kerupuk cacing, adonanya panjang bak mie yang sudah jadi. Tepung tapioka akan dibumbui dengan garam, diuleni bersama air panas agar hingga adonan menjadi pulen. Hingga akhirnya dicetak memanjang bak cacing. Mencetaknya dengan manual, ada juga yang menggunakan mesin. Cetakan tradisional membutuhkan pemberat dari batu. Adonan ditekan hingga keluar perlahan melalui lubang kecil hingga berbentuk memanjang.
Adonan gurilem yang sudah berbentuk panjang kemudian akan dipootong 2-3 centimeter. Berubah menjadi mungil, adonan tak serta-merta dapat langsung digoreng. Potongan gurilem basah kemudian disusun dalam rak kayu. Dikukus dengan dandang yang disusun melebihi tingginya orang dewasa.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
Bergelut dengan uap panas, para pekerja pria dengan teliti memastikan kondisi gurilem. Tingginya tumpukan gurilem kukus membuat proses pematangannya menjadi lama. Setidaknya 2-3 jam proses mengukus gurilem, selama itu juga api harus selalu dipantau agar tetap menyala.
Para pembuat gurilem ini tidak menggunakan bahan bakar minyak, gas, maupun kayu bakar. Mereka menggunakan bahan bakar batu bara dengan panasnya yang luar biasa. Batu bara yang mereka gunakan juga didatangkan langsung dari Cirebon yeng terdapat PLTU.
Gurilem yang telah dikukus sesegera mungkin untuk dijemur di bawah terik matahari. Dalam kondisi panas dan basah, gurilem dijemur hingga benar-benar kering. Setidaknya butuh waktu 2 hari hingga akhirnya gurilem dapat disangrai dengan pasir dalam tungku yang panas.

©2021 Merdeka.com/Reival Akbar
Tak butuh waktu lama untuk membuat kerupuk gurilem mengembang sempurna. Hanya 2-5 menit dengan selalu membolak-balikkan kerupuk. Ayakan disiapkan untuk memisahkan gurilem dari pasir sangrai. Hingga akhirnya diberikan bumbu tabur yang terdiri dari 3 rasa dasar, gurih, gurih manis, hingga pedas. Rasa pedas selalu menjadi favorit, tak heran puluhan kilogram cabai kering selalu ludes untuk membumbui 1 ton tapioka untuk adonan gurilem.
70.000 bungkus gurilem ini dijual dengan rata-rata Rp 5 ribu saja. Ada juga takaran 1 kg yang dibanderol Rp 50 ribu hingga Rp 96 ribu, tergantung dari rasa. Camilan kerupuk gurilem produksi Edun ini biasa didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur.
*Foto ini diambil sebelum masa pandemi (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya