Elang Jawa, Simbol Garuda dari Tanah Jawa

Selasa, 18 Mei 2021 13:05 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Elang Jawa, Simbol Garuda dari Tanah Jawa Elang Jawa. ©2021 Merdeka.com/Rizkiawan Ihsan

Merdeka.com - Tatapan matanya tajam, posturnya gagah, bentangan sayapnya elok. Elang Jawa adalah salah satu spesies endemik yang hanya terdapat di Pulau Jawa. Predator ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Berkat jambul di atas kepalanya.

Burung dengan nama latin Nisaetus bartelsi ini memiliki jambul bulu menjuntai dengan panjang sekitar 12 cm. Jambul berwarna hitam berjumlah 2-4 helai dengan bagian ujungnya warna putih. Jambul ini bak mahkota bagi Elang Jawa.

elang jawa
©2021 Merdeka.com/Rizkiawan Ihsan

Sesuai dengan namanya, keberadaan Elang Jawa hanya terdapat di Pulau Jawa. Sebaran burung ini berada di ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) sampai ujung timur (Semenanjung Blambangan Purwo) Pulau Jawa. Tapi burung ini hanya terbatas di wilayah hutan primer dan daerah peralihan antara dataran rendah dan pegunungan. Satwa ini berspesialisasi hidup di kawasan berlereng.

elang jawa
©2021 Merdeka.com/Rizkiawan Ihsan

Meski bola matanya kecil, tatapan tajam mata Elang Jawa ini membantu menaklukkan mangsa. Dari atas ketinggian, sang predator ini bisa mengikuti gerak-gerik mangsa.Dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah.

Reptil juga mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai dan bajing, kalong, musang, sampai dengan anak monyet menjadi santapannya. Dengan cakar yang tajam dan kuat, Elang Jawa bisa mencabik daging mangsanya.

elang jawa
©2021 Merdeka.com/Rizkiawan Ihsan

Elang Jawa mempunyai kemampuan terbang tinggi untuk menjelajah langit Jawa. punggung dan sayap coklat gelap. Rentang sayap sekitar 110 sampai 130 cm berwarna cokelat keemasan. Satwa ini punyabunyi yang khas, nyaring dan tinggi.

berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.

elang jawa
©2021 Merdeka.com/Rizkiawan Ihsan

Namun, sayang keberadaan pemburu ini kerap diburu. Terlihat eksotis dan identik dengan Garuda, satwa ini menjadi incaran kolektor. Keberadaan maskot satwa langka di Indonesia pun terancam punah.

Padahal burung ini mempunyai peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sebab ia merupakan pemangsa puncak dalam rantai dan piramida makanan. Jika predator ini jumlah terus menurun, maka satwa-satwa di tingkatan bawahnya akan mengalami lonjakan populasi. [Tys]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini