Telkomsel lebih suka bangun BTS 4G tahun depan
Merdeka.com - Telkomsel lebih suka membangun stasiun pemancar (BTS) untuk layanan 4G dibandingkan 2G di 2017. Sebabnya, pengguna 4G Telkomsel tumbuh lebih cepat dari yang diduga. Saat ini pengguna 3G/4G Telkomsel mencapai 76,4 juta per September 2016.
Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel, menjelaskan tahun depan pihaknya akan memperluas network dan menambah kapasitas.
"Tapi akan lebih banyak tambah jaringan 4G, karena pengguna 4G tumbuh lebih cepat dari yang diduga, sehingga perlu tambah jaringan," kata Ririek, saat media gathering di Bandung, kemarin.
Selain itu, bersama dengan induk usaha, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Group, pihaknya juga akan menambah jaringan backbone untuk menambah akses internasional.
Kata Ririek, rencana perluasan jaringan tersebut akan menggunakan capital expenditure (capex) 2017, yang dialokasikan sebesar 15 persen dari proyeksi pendapatan 2017. Untuk sementara sumber capex dari dana internal, meski terbuka kemungkinan mencari dana eksternal. "Capex untuk network 3G dan 4G."
Pada tahun depan, Telkomsel mengincar pertumbuhan pendapatan usaha sama dengan pertumbuhan industri seluler nasional, yakni 9-10 persen. Prediksi ini sesuai dengan pengamat ekonomi dan proteksi pertumbuhan ekonomi nasional sebasar 5,1 persen di 2017.
Per September 2016, operator seluler yang melayani 163,7 juta pelanggan ini membukukan pendapatan usaha Rp 63,6 triliun dengan laba bersih Rp 21,03 triliun. Pendapatan layanan digital business tumbuh 40,8 persen menjadi Rp 22,17 triliun.
Telkomsel juga telah membangun sebanyak 20.808 BTS baru, yang mana sekitar 90 persen merupakan BTS 3G/4G. Pembangunan BTS berkemampuan 3G/4G tersebut sejalan dengan fokus untuk mengembangkan bisnis digital. Dengan demikian, total BTS yang dioperasikan Telkomsel mencapai 124.097 unit. Ini tumbuh 23,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya